Ratu Tapi Selir

Ratu Tapi Selir
Bab 23 Peran masing masing


__ADS_3

Multifunction room di salah satu hotel yang terkenal di kota J telah di penuhi para undangan memenuhi undangan dari Keluarga bisnis yang terkenal se Asia..


Perhelatan besar yang di selenggarakan oleh Kaisar Prayoga, yakni pernikahan Yudha dan Hana..


Pengawalan yang ketat dan terorganisir berharap resepsi nanti tak ada kesalahan dan permasalahan..


Tak sedikit pencari berita meliput jalannya resepsi tersebut dan menjadi trending se Asia..


Beberapa saat kemudian masuklah sepasang manusia yang telah halal sejak pagi tadi,, masuk sambil bergandengan mesra mempertontonkan kemesraan mereka hingga menimbulkan pro kontra pernikahan mereka..


Setelah Yudha dan Hana duduk di singgasana raja dan ratu sehari,, acara pun berlangsung..


"Besok setelah check out dari hotel kita berdua langsung ke rumah yang sudah saya siapkan buat kita berdua" kata Yudha..


"Hana mengira kalo kita akan tinggal dengan orang tua bang Yudha" ujar Hana..


"Kamu mau kita berdua ketahuan bersandiwara, kamu tidak lupa dengan perjanjian kita kan Na?" tanya Yudha..


"Iya bang Hana tidak lupa" kata Hana sambil tersenyum..


Betapa hebatnya sandiwara Hana dan Yudha, Hana yang menutupi sedihnya dan Yudha yang menutupi rahasia hatinya..


Di ujung ruangan terdapat seorang pria menatap iba pada wanita yang duduk di pelaminan megah khusus buatnya..


"Hana, papi tau kamu anak yang kuat Nak" kata papi Anton sambil menghapus air matanya lalu melangkah keluar hotel yang sedang melaksanakan resepsi anaknya..


"Jangan menunjukkan muka mu di para tamu undangan, saya tidak suka melihatnya.. Jangan karena Hana memintamu menjadi nikahnya terus kami pun baik kepadamu, jangan tampak kan lagi mukamu.. Saya membencimu yang telah membuat anak Sandra sakit hingga sekarang,, kamu merusak mental putri saya" sepenggal kata kata kakek buat papi Hana..


Itulah alasan papi tidak lama berada dalam ruang resepsi Hana..


Hana menatap dalam papinya yang pergi..


"Apakah sama beratnya beban kita, papi, bila tiba saatnya tiba mari bersama sama kita hilangkan beban tak kasat mata ini" bathin Hana..


Mami Sandra pun melihat kepergian papi Anton dengan pandangan yang tak bisa di artikan..


Selang tiga jam kemudian, ruang resepsi tersebut telah sepi dengan para undangan dan hanya keluarga besar saja yang masih duduk berkumpul..


"Wahh,, akhirnya kita sekarang menjadi keluarga juga" kata tante Sinta yang memang sudah lama berteman dengan mama Yudha..


"Jangan di tanya perasaanku sekarang" sambut mama Yudha..


Candaan mama Yudha dan tante Hana membuat semua tertawa bahagia.


"Mama Papa, kami beedua ke kamar dulu ya, kasian Hana sudah cape sepertinya" pamit Yudha kepada keluarga mereka..

__ADS_1


"Iya beristirahat lah dan ingat Yudha jangan buat Hana kami menjadi lelah" kata Tri mengganggu Yudha..


Alhasil semua pada tertawa..


"Jangan kejar tayang dalam menghadirkan Yudha junior" sambung sepupu Yudha yang lain..


Tak ingin keadaan makin memalukan Yudha cepat cepat membawa Hana keluar ruangan menuju kamar mereka..


Melihat Hana yang biasa saja, membuat hati Yudha tak enak setelah percakapan terakhir mereka di resepsi tadi..


"Saya tidak membencimu Hana cuma memang saya mempunyai kekasih yang sangat saya cintai" kata Yudha memberitahu Hana..


"Rumah itu sepenuhnya milik kamu karena saya membelinya buat kamu" sambung Yudha..


Setelah itu Hana masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya dan langsung beristirahat..


Tring.. Tring..


"Gak lucu Yank, hanya menginginkan aku pulang kamu sampai membuat prank seperti ini" suara Stella di seberang sana..


"Bukankah aku sudah bilang kalo kamu tidak pulang aku akan menikah" balas Yudha..


"Jangan gini Yank, aku kan bilang tunggu dua bulan lagi aku akan kembali ke negara I dan akan menikah tanpa restu dari papa dan mama kamu" Stella menjelaskan..


"Terlambat Stella, aku sekarang suami dari wanita lain" sambung Yudha..


"Aku masih mencintaimu Stella dan tetap akan begitu" balas Yudha..


"Datanglah kemari dan jelaskan semuanya kepadaku" kata Stella lalu menutup sambungan teleponnya..


Entah sadar atau tidak percakapan Yudha terdengar oleh Hana, namun Hana pura pura tak mendengar..


"Hana besok selesai sarapan aku akan terbang ke negara S,, kamu pulanglah duluan ke rumah kita nanti sopir yang mengantarmu" kata Yudha pada saat Hana telah naik ke tempat tidur untuk beristirahat..


"Saya harap kamu bisa merahasiakan keberangkatan ku" kata Yudha lagi..


"Jangan khawatir bang, Hana bisa memegang rahasia kok" kata Hana meyakinkan..


"Istirahat lah duluan saya mau membersihkan diri dulu" ucap Yudha lalu melangkah ke kamar mandi..


Besok pagi semua keluarga Yudha dan Hana sarapan bersama sama..


Perhatian.... Perhatian..


"Sebentar siang saya dan Hana akan ke negara S selama seminggu dan langsung ke rumah baru kami" kata Yudha memegang tangan Hana..

__ADS_1


Mereka terlihat seperti pasangan serasi yang saling mencintai..


"Kenapa gak tinggal dengan mama dan papa dulu" tanya mama Yudha..


"Biarlah mereka tinggal di rumah mereka sendiri supaya mereka mandiri" papa Yudha membantu tanpa tau maksud dari pisah rumah dengan mereka..


"Hana jangan lupa ya main main ke rumah mama biar kita masak dan belanja sama sama.. Planning mama yang indah..


" Iya mama, nanti Hana akan menyediakan waktu khusus buat mama" hibur Hana..


Setelah makan pagi mereka semua bersiap siap untuk check out dari hotel, sekali pun hotel tersebut kepunyaan papa Kaisar tapi bukan berarti mereka seenaknya tinggal..


"Hati hati di jalan ya sayang, jangan capek capek selama di sana" nasehat nenek sambil memeluk Hana..


"Berikan yang terbaik sebagai istri dan layani dengan tulus hati maka Allah akan meridhoi rumah tangga kalian" nasehat kakek..


"Teruslah berpeluk kan biar mereka berdua ketinggalan pesawat" sindir Tri..


Yudha dan Hana memasuki mobil lalu meninggalkan hotel..


"Pak ke rumah kami dulu baru antar saya ke bandara" kat Yudha pada sopir yang di khusus kan buat Hana..


Setelah menempuh perjalanan empat puluh menit akhirnya mereka tiba di rumah mereka lalu menurunkan Hana dan barang bawaanya..


Tanpa pamit Yudha pun langsung menyuruh sopir untuk jalan..


*Teruslah bersandiwara sampai engkau merasa lelah memerankan peran mu setelah itu minta lah pada sutradara untuk beristirahat sejenak..


"Semangat Hana, semuanya akan indah pada waktunya" bathin Hana menyemangati dirinya sendiri*..


Setelah itu Hana melangkahkan kakinya menuju pintu utama rumahnya..


"Selamat datang nyonya Hana, saya mbok Ina yang akan membantu nyonya di rumah ini" kata mbok memperkenalkan diri..


"Ada tiga asisten lagi termasuk satpam, untuk keperluan nyonya muda saya yang akan mengurusnya" sambung si mbok..


"Terima kasih mbok saya langsung ke kamar saja mau membereskan bawaan saya sekaligus beristirahat" kata Hana..


"Baik nyonya, saya akan melanjutkan pekerjaan saya dan bila makan siang sudah siap saya akan memanggil nyonya" ucap mbok Ina..


Hana pun melangkah kan kakinya ke dalam lift menuju kamarnya yang sudah di tunjukkan oleh mbok Ina sebelum masuk ke dalam lift..


"Saya sudah di dalam pesawat, lima menit lagi akan berangkat" kata Yudha mengetik pesan buat Stella..


"Iya sayang, aku menunggumu, love u" balas Stella..

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2