
Melihat Yudha yang di perlakukan asing oleh Sean dan Putra membuat Hana menjadi iba..
Bagaimana pun Yudha masih sah suaminya, akan berdosa Hana bila ikut memperlakukan Yudha seperti apa yang di lakukan Sean dan Putra, apa lagi Hana sedang hamil anak Yudha..
Waktu menunjukkan pukul siang..
"Na, ini ada makan siang di bawa sama mbok Ina dan mama tapi mereka langsung pulang karena gak mau mengganggu tidur siang kamu" kata Yudha saat Hana membuka matanya..
"Kok gak di kasih bangun sih, biar Hana ada temannya" kata Hana yang kesal pada Yudha..
"Nanti abang telepon mbok Ina deh suruh balik ke sini lagi temenin kamu" bujuk Yudha..
"Hana kesepian disini gak betah" sambung Hana lagi..
"Iya, tapi di makan dulu makanannya abis itu mau minum obat, biar kakak dan adik juga dapat vitamin" kata Yudha..
"Kakak dan adik?" tanya Hana bingung..
"Iya Hana, itu panggilan saya buat anak kembar kita" ujar Yudha..
"Ohh Hana kira apaan" balas Hana..
"Iya Na, kita panggil anak anak kita kakak dan adik dulu.. Nanti kalo soal nama setelah kita tau kelamin kakak dan adik" terang Yudha menjelaskan..
"Makan dulu Na, baru minum vitaminnya..
" Bang, Hana boleh minta di suapin gak?, entah kenapa tiba tiba pengen di suapin abang" kata Hana takut takut kalo di tolak..
Dengan senyum cerah Yudha melangkah mendekati Hana dengan membawa makanan di tangan Yudha..
"Hana maunya di suap pake tangan bang" kata Hana lagi..
" Tapi Na, abang gak tau caranya makan pake tangan" kata Yudha dengan jujur..
"Sini Hana ajari cara makan pake tangan" kata Hana..
Entah karena lapar atau suasana yang romantis, akhirnya Hana yang menyuapi Yudha hingga makanan pun habis tak bersisa..
Stella yang melihat perlakuan Hana pada Yudha dan begitu juga sebaliknya menjadi geram sekaligus merasa iri..
Rencana Stella yang awalnya ke rumah sakit untuk menyuruh Yudha pulang tak bisa di lakukan karena sebelum Stella masuk keduluan masuk adik adiknya Yudha serta mama papa Yudha..
Stella tak mau mau di buat malu oleh mereka yang tidak menyukai Stella dari dulu..
__ADS_1
"Ciecie yang makannya saling suap, uda gak takut ama kuman lagi yaa?" ejek si kembar bersamaan..
"Husss jangan gangguin kakak kalian berdua" tegur mama..
"Bilang aja kalian iri karena belum dapat jodoh" balas Yudha..
"Abang jangan takut, mereka berdua uda mama ultimatum kalo sampe gak ada calonnya, akan mama carikan jodoh" kata mama percaya diri..
"Kalo itu sih sudah pasti abang setuju" sambung Yudha..
Seketika si kembar pun diam tak berkutik..
"Bagaimana perkembanganmu Nak?" tanya papa lemah lembut..
"Alhamdulillah kabar Hana baik, cuma kata dokter masih harus bed rest dulu sampe kandungannya kuat" Yudha yang menjawab..
"Dengar apa kata dokter Nak biar cepat pulih" kata papa mengingatkan..
"Kakak dan adik dengar tuh kakek aja perhatian sama bunda, jadi kakak dan adik di dalam jangan suka nyusahin bunda yaa, kasian bundanya nanti" kata Yudha buat kakak dan adik sambil mengelus pelan perut Hana..
Papa mama serta si kembar adik Yudha tersenyum melihat perlakuan Yudha pada Hana dan kedua calon anak mereka..
Seminggu sudah akhirnya Hana pun sudah bisa pulang ke rumahnya di temani oleh mama dan papa Yudha..
Di kantor Yudha..
"Selamat siang Yank, nih aku bawain makan siang" kata Stella yang sudah masuk ke ruangan kerja Yudha..
"Yank, datang kok gak bilang bilang?" tanya Yudha..
"Sengaja ke kantor kamu Yank, biar makan siang sama sama.. Sejak kamu ngurus istri pertama kamu semingguan lebih kita gak ketemu.. Aku kangen Yank" kata Stella penuh kerinduan..
"Aku mencintaimu istriku" kata Yudha sambil memeluk Stella..
"Maaf menganggu kebersamaan kalian dan maaf saya masuk tanpa mengetuk pintu karena memang pintunya di biarkan terbuka" kata Tri yang sudah ada di depan pintu..
"Kalau begitu saya akan kembali esok pagi hari" kata Tri..
"Masuklah..! Yank kamu ke kamar dulu yaa aku kerja dulu" kata Yudha..
"Tapi kita belum makan siang Yank" balas Stella..
"Nanti kalo sudah selesai baru aku makan,, kamu makan duluan aja" bujuk Stella..
__ADS_1
"Ya uda kalo begitu, aku masuk dulu.. Tri aku masuk dulu ya pamit Stella" pamit Stella..
Dan Tri tak membalas bahkan tidak berbasa basi, Tri menulikan pendengarannya pura pura sibuk dengan gawainya..
Yudha hanya diam saja sambil menatap kasian sedih dan marah istrinya diperlakukan seperti itu..
Tapi mau bagaimana lagi, sahabat yang ada di depannya ini adalah sepupu dari istri pertamanya yang artinya kakak ipar Yudha walau mereka mempunyai umur yang sama..
"To the point aja.. Gue datang kemari mau kembali kerja sama loe tapi hanya sampai Hana selesai melahirkan, tapi dalam rentan waktu itu saya akan mencarikan pengganti saya" Tri menjelaskan..
"Baiklah itu sangat membantuku dan Terima kasih karena sudah mau kembali kerja di sini" ucap Yudha dengan tulus..
"Jangan berterima kasih padaku, tapi berterima kasihlah pada istri pertamamu yang sudah kau madu.. Jangan takut saya akan bekerja secara profesional" kata Tri penuh penekanan..
"Saya undur diri dulu, besok saya akan kembali kerja" kata Tri langsung berjalan keluar ruang kerja..
Setelah Tri pergi Yudha kembali kerja, rasa lapar yang tadi datang sudah hilang entah ke mana..
Yudha merasa beban yang menghinmpitnya semakin berat.. Menyesal pun sepertinya tiada berguna lagi..
"Yank, maaf ya aku ketiduran selesai makan.. Loh kok makan siang kamu gak di makan?" tanya Stella..
"Lagi gak napsu makan Yank, banyak kerjaan yang menumpuk" Yudha memberi alasan..
"Kamu langsung pulang aja ya Yank, sebentar lagi aku mau keluar menemui klien" sambung Yudha yang mengusir Stella dengan halus..
"Oke" jawaban pendek Stella..
Baru dua langkah hendak keluar bunyi pesan masuk di gawai Yudha..
"Abang jangan lupa makan siang ya" pesan Hana
Membaca pesan dari Hana membuat Yudha tersenyum simpul membuat Yudha kembali bersemangat..
Melihat Yudha yang tersenyum hangat membuat Stella cemburu
"*Senyuman itu, senyuman yang dia berikan ketika aku menerima cintanya" bathin Stella..
"Seandainya itu betul terjadi, aku takut Yudha sungguh aku takut terluka.. Hana, aku akan tetap mempertahankan cinta yang sedari awal milikku, tak perduli walau kau sedang mengandung darah dagingnya"..
" Aku rela melepas semuanya kali ini, tapi tidak dengan hati dan cintaku.. Hanya Yudha yang aku punya, hanya dia harta hidupku"..
"Aku akan berusaha membuatmu berpisah dengannya, walau nantinya aku yang akan berdarah darah"..
__ADS_1
" Jangan membenciku Hana karena aku tidak sejahat AKU yang ada di pikiranmu*"..