Ratu Tapi Selir

Ratu Tapi Selir
Bab 22 SAH


__ADS_3

"Yono, buka gerbangnya biarkan pria itu masuk" kata kakek pada satpam rumah yang mereka beli..


"Baik Pak akan saya laksanakan" kata satpam Yono..


Dengan berlari Yono pun segera membuka gerbang rumah..


"Terima Kasih pak Adam sudah mengijinkan saya masuk" kata papi Anton..


"Saya mengijinkan masuk karena cucu saya, tidak lebih,.. Jadi hilangkan apa yang ada di pikiranmu sekarang" balas kakek Adam tanpa melihat papi Anton..


Papi hanya terdiam sambil mendudukkan badannya di sofa ruang tamu..


"Saya betul betul menyesal dan meminta maaf kepada Sandra dan Hana pak" kata papi Anton setelah mereka berdua duduk saling menghadap..


"Simpan saja kata kata itu saya tidak butuh" kata kakek Adam yang sudah mengangkat kan tangan kanannya..


"Mbok Yun panggilkan cucu saya Hana dan tidak usa menawarkan minum pada sampah ini " kata kakek ketika mbok Yun ada di samping kursi kakek..


"Baik tuan besar" kata mbok Yun..


Setelah lima menit kemudian datang Hana dan Tri..


"Bicaralah pada pria itu, apa yang Hana inginkan abis itu suruh pulang, jangan berlama lama kakek tidak mau Pendosa ini mencemarkan rumah ini" kata kakek dengan kejam..


"Iya kakek, ada abang Tri yang nanti menemani Hana" kata Hana..


"Kakek ke kamar dulu melihat nenek dan mami kamu" ujar kakek Adam..


"Maafin papi Hana bukan maksud papi membuat mami dan kamu begini, maafin papi" kata papi sambil menunduk dengan bahu yang bergetar..


Menandakan kalo papi tengah menangis, sebagai anak Hana pasti merasa kasian melihat papinya, tubuh yang dulu kekar berwibawa dan terlihat bersih..


Sekarang kurus tak berdaging dan tak terawat..


Namun bila mengingat apa yang papinya lakukan membuat menutup mata hatinya tak peduli keadaan yang di alami papinya..


"Jadilah wali hakim Hana nanti pada saat menikah" kata Hana sambil memberikan undangan nikah..


Kemudian Hana berdiri lalu melangkahkan kakinya menuju lift rumah mereka menuju lantai tiga di mana di lantai itu terdapat kamar Hana dan bersebelahan dengan kamar Tri..


"Hana sudah memaafkan papi" kata Hana lirih tanpa seorang pun yang tau..


"Om akan Tri bawa ke Hotel untuk menginap di sana dan besok pagi jam tujuh akan datang suruhan saya untuk membawa perlengkapan om untuk akad nikah besok" kata Tri menerangkan..


"Ayo om ikut saya" sambung Tri..


"Nak bisakah om ketemu dengan mami Hana sebelum ke apartemen, om rindu padanya, sungguh" mohon papi Anton..


"Maaf om bukannya saya tidak mau tapi memang tidak bisa" kata Tri sungkan..

__ADS_1


"Jangan bersedih om, besok kan pasti bisa ketemu karena tante Sandra akan hadir juga" hibur Tri..


"Benarkah" kata om Anton dan Tri mengangguk.


Mereka berdua pun melangkah keluar rumah untuk ke hotel..


Berbeda dengan keadaan papi Hana yang senang karena akan menikahkan anaknya dan bisa bertemu dengan Sandra lagi, setelah masuk kamar Hana terduduk di lantai menangisi pernikahannya esok hari dan bagaimana menjalaninya nanti..


"Papi, apakah ini karma yang harus di tanggung Hana karena papi?, kalo Iya kenapa harus pernikahan Hana?" tangis Hana mengingat pertemuannya dengan Yudha dua hari lalu pada saat Yudha dan Hana bertemu secara sembunyi sembunyi karena di pingit keluarga..


"Apa yang ingin abangnya bicarakan dengan Hana?, kalo ketahuan uang lain kita akan di marahi loh bang" kata Hana dengan senyum yang tak pudar dari awal mereka bertemu..


Yudha memberikan selembar kertas pada Hana..


Deg..


"Apa ini bang?" tanya Hana dengan air mata yang tertahan..


"Ini perjanjian yang abang buat Na.. Jujur abang tidak bisa membuka hati buat kamu karena ada wanita lain yang bertahta di hati abang selama ini.. Abang tidak mau kamu berharap lebih pada pernikahan ini dan abang tak mau ada kata kecewa" kata Yudha..


"Abang mohon jangan sampai yang lain tau tentang hal ini ya" mohon Yudha..


"Iya bang, Hana mengerti" kata Hana dengan senyum indahnya walau ada seribu belati menancap kokoh di dadanya..


Dengan tegar Hana menanda tangani selembar kertas tersebut, Udha pun memoto kertas tersebut..


"Kertas ini kamu simpan dan ini abang simpan" kata Yudha sambil menunjukkan gambar di teleponnya..


"Apakah ini yang di bilang Mencinta Sendiri?" Hana bergumam..


"Musnahkan cintamu Hana, bangun lah tembok setinggi mungkin dalam pernikahanmu biar tak ada luka di hatimu, prioritaskan apa yang jadi engkau inginkan" kata kata penyemangat Hana..


Terdengar lantunan ayat suci Al'quran serta Sholawat Nabi di Mesjid Raya di kota J..


Tiba hari pernikahan Hana yang di saksikan oleh seratus undangan yang di khususkan buat keluarga besar Hana serta Yudha serta beberapa orang penting dan beberapa rekan bisnis..


Tampak hadir teman teman Hana dan Yudha..


"Teh Hana cantik sekali hari ini" kata Silvi..


"Emang uda dari sononya Hana cantik" kata Bagas..


"Gak nyangka kamu anak tante Sandra, potek hati abang" kata Ridwan yang kaget pada saat pertemuan keluarga kakek Adam..


"Terima kasih ya uda datang ke pernikahan Hana" kata Hana bahagia melihat teman teman kalian..


Di depan Hana dan Yudha sudah ada meja dan seorang penghuku yang akan menikahkan Yudha dan Hana serta wali nikah yaitu papi Anton beserta kakek Adam dan papa Kaisar sebagai saksi..


"Ananda Yudha Prayoga bin Kaisar Prayoga, saya nikahkan dan kawinkan ananda dengan putri kandung saya Dirhana Perwati Wijaya binti Anton Wijaya dengan mas kawin seperangkat ala Sholat, uang tunai 3 miliar dan sepasang perhiasan berlian, di bayar tunai" ucap papi Hana lantang yang menikahkan putri kandung satu satunya dengan pria yang tepat duduk di depannya sambil menggenggam tangan Yudha selama Ijab Kabul..

__ADS_1


"Saya Terima nikah dan kawinnya Dirhana Perwati Wijaya binti Anton Wijaya dengan mas kawin seperangkat alat Sholat, uang tunai 3 miliar dan sepasang perhiasan berlian di bayar tunai" dalam satu tarikan napas Yudha mengucapkan Ijab Kabul secara lancar dan SAH lah pernikahan Yudha dan Hana..


"Bagaimana para saksi?" tanya penghulu yang bertugas mencatat legalitas pernikahan mereka berdua agar Sah secara negara dan agama..


"SAH" kata papi Hana, Kakek dan papa Kaisar..


"SAHHHH" kata para keluarga dan para undangan yang ikut berbahagia..


"Barakallahu Lakuma WA Baraka' alaikuma WA Jama'a Bainakuma Fi Khair" kata penghulu melanjutkan..


Setelah itu kedua pengantin baru itu sungkeman dengan para tetua..


Tiba Hana memeluk papinya, sambil berpelukan terdengar suara papi Hana berbisik "Bila suatu saat Hana merasa lelah dengan pernikahan Hana, datanglah pada papi dan papi akan menyambut Hana dengan pelukan yang menenangkan"..


Seketika itu jatuh air mata Hana mengingat pertemuannya dengan Yudha dan papi mengetahui tentang perjanjian tersebut..


"Kenapa melanjutkan pernikahan ini bila tak ada cinta?" kata papi pada Hana setelah membaca selembar kertas yang masih berada di meja..


"Undangan sudah tersebar, Hana tidak mau merusak hubungan om Herman dan papa Kaisar" kata Hana..


"Dan Hana menganggap ini Karma yang Hana Terima karena perbuatan papi" lanjut Hana..


"Tapi sungguh Hana akan ikhlas menerimanya" sambil tersenyum Hana melihat ke arah papinya..


"Maafkan kesalahan papi Hana" sesal Anton


"Ayo kita jalani takdir ini berdua, Hana dengan takdir Hana dan papi dengan takdir papi" kata papi menguatkan Hana..


Kembali ke suasana ijab Kabul Yudha dan Hana..


"Akhirnya mama punya memantu juga dan itu kamu Hana,, mama begitu bahagia" kata mama Yudha saat Hana sungkeman dengan orang tua Yudha..


"Papa juga berharap akan segera mendapatkan cucu dan pernikahan kalian selamanya" sambung papa Yudha..


"Terima Kasih papa dan mama sudi menerima Hana yang dari keluarga tak sempurna ini" kata Hana merendahkan diri..


"Jangan berkata itu Hana, bagi kami kamulah wanita yang tepat buat Yudha..


" Maafkan Hana pa, ma bila suatu saat membuat kalian kecewa" bathin Hana..


Hana pun berjalan menuju maminya..


"Maafkan lah papi mi, dan dengarkan pembelaannya lalu buat keputusan" kata Hana yang berbisik pada maminya..


"Mami masih butuh sedikit waktu Hana, bersabarlah" kata mami Sandra balas berbisik..


"Mami.... " Hana kaget melihat maminya seperti orang yang tak sakit..


Mami pun hanya mengedipkan mata kanannya..

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2