
Setelah berjibaku dengan bahan bahan masakkan tepat pukul 07.30 malam suasana apartemen yang di tempati Tri terasa begitu ramai dengan kedatangan Yudha, Sean, dan Putra di tambah dengan anggota 2 orang wanita yang sedang sibuk pempersiapkan peralatan makan malam serta menghidangkan makan malam,, tiada salah dan tiada bukan siapa lagi kalo bukan Hana yang di bantu oleh Silvi yang sejak awal sudah bersama sama dengan Hana dari berbelanja bahan masakkan hingga membantu masak..
"Bang Tri hidangan makan malam uda siap nih. Panggil yang lain buat makan" ujar Hana yang sudah selesai dengan tugasnya..
"Oke" balas Tri sambil berlalu dari meja makan menuju ruang tamu tempat mereka berkumpul.
"Yuhu gais, makan malam uda siap" kata Tri lalu kembali ke ruang makan.
Ketika ke empat pria ini telah duduk di kursi masing masing,, tiba saatnya tuk Hana dan Silvi balik pulang dan makan malam juga dengan menu yang berbeda dari ke empat pria tersebut.
"Loh kok balik?, duduk tuh di kursi yang kosong.. Sekalian kita makan sama sama biar rame" kata Sean.
"Gak usah bang biar kita berdua makan di rumah Hana aja" tolak Hana dengan sopan.
"Jangan nolak rejeki neng Hana yang cantiknya mengahlikan dunianya seseorang" kata Putra sambil menarik pelan tangan Hana dan Silvi sambil menduduki 2 wanita tersebut di kursi masing masing
"Ayok di makan jangan cuma di liat aja,, gak kenyang uang ada" kata Tri sambil mencairkan suasana.
"Trima kasih dan maaf bila menganggu makan malam kalian semua" ucap Hana tak enak hati.
"Jangan meminta maaf karena di sini gak ada yang berbuat salah, malah kami yang harus berterima kasih padamu sudah mau memasak makan malam padahal kamu pasti capek pulang kerja" balas Tri.
"Sudahi percakapan ini dan mari kita makan bersama sama" kata Sean akhirnya.
__ADS_1
Setelah makan malam berakhir gantian Sean dan Yudha yang mencuci piring kotor abis di pakai makan tadi.
Putra dan Tri membersihkan meja makan dan menyapu lantai,, biar pun mereka dari keluarga kaya raya tapi tidak membuat mereka menjadi malas atau sok berkuasa, malah mereka bisa membantu dari hal hal kecil seperti ini.
Di saat mereka ber empat bergotong royong membereskan dan membersihkan tanpa mereka sadari Hana dan Silvi balik ke rumah Hana tuk mengambil puding yang di buat Hana, awalnya di buat tuk Hana dan Silvi makan setelah pesta mi kuah yang akan di buat pas mereka kembali ke rumah tapi apalah daya mereka makan di rumah Tri.
" Taraaaa.. " teriak pelan Hana sambil menunjuk puding di meja makan lengkap dengan piring kecil khusus puding dan garpu kecil segera pisau tuk memotong puding.
"Gak sabar buat icip,, tapi sebelum di icip gue foto dulu ya nih puding" kata Sean sambil memotret puding tersebut.
Dengan tak sabar Yudha Putra dan Tri mencuci tangan mereka habis berbenah meja makan,, kalau Sean mah uda duluan semenjak terdengar suara Hana.
"Ternyata sesuai ekspetasi gue" kata Putra
"Makasi tuk pujiannya,, memang Hana berencana membuat resto tapi dana Hana belum cukup,, maka dari itu Hana kerja di pelelangan dulu nanti kalo uda cukup modalnya baru deh Hana resign dari tempat kerja Hana yang sekarang" terang Hana jujur..
"Oya?, kok gak ngomong. Kalo tau gitu biar gue kasi loe modal buat buka resto,, emang loe butuh berapa kekurangan dari duit loe sekarang?" kata Yudha dengan semangat..
Karena perkataan itu membuat semua mata memandang Yudha dengan takjub tak habis pikir Yudha yang biasa malas tau tapi tiba tiba merasa peduli dengan kehidupan orang lain apa lagi seorang Hana yang notabennya seorang wanita..
Tentu kita semua tau kan kalo Yudha hanya dekat pada mama dan kedua kembarnya serta Stella kekasih hatinya.
Akhirnya Yudha sadar bahwa perkataan yang membuat mereka bisa bertanya tanya..
__ADS_1
" Gak ada maksud lain,, cuma kalo memang Hana mau buat resto biar kita kerja sama bagi hasil gitu karena pasti tidak akan mengecewakan, secara masakan Hana tidak perlu di ragukan lagi" kata Yudha entah betul itu pemikirannya atau hanya sengaja menghindar dari tatapan mencurigakan..
"Ada maksud juga gapapa kok Yud,, kan loe bebas gak terikat hubungan saklar yang di akui oleh Tuhan Yang Maha Esa" kata Tri dengan ambigu.
"Maaf bukannya sombong atau apa pun itu tapi Hana mau resto Hana di bangun dari hasil kerja keras Hana sendiri,, nanti kalo uda berkembang luas di kenal orang banyak baru deh Hana mau bekerja sama. Ada yang Hana ingin buktikan pada seseorang bahwa Hana bisa berdiri di kaki Hana sendiri tanpa mengemis dan belas kasih orang lain" terang Hana dengan wajah sedih..
"Yauda kalo mau Hana begitu,, kami mendukung apa pun itu dan berdoa semoga apa yang Hana impikan akan terlaksana secepatnya" kata Tri..
"Bang Tri Hana mau tanya,, tempat yang tadi di pake ada gak?, mw Hana bawa buat isi bekal sarapan dan makan siang buat besok" tanya Hana lagi. .
"Nih uda abang cuci bersih,, syukur di ingetin" kata Tri sambil menyerahkan tempat bekal..
"Besok sarapannya lontong sayur dan makan siang soto Banjar ya.. Sengaja Hana bocorkan rahasia menunya biar besok gak penasaran,, tapi selanjutnya gak Hana beritau lagi" kata Hana dengan senyuman yang membuat para pria terpana melihatnya.
Akhirnya Hana dan Silvi pamit pulang ke rumah Hana karena sudah menunjukkan pukul 21.45 malam dan harus segera tidur karena harus bangun lebih cepat..
"Tri, gue dan Sean nginap malam ini ya,, mau pulang tapi uda males bawaannya pengen baring di kasur empuk aja.. Gila bener masakkan Hana gak mengecewakan,, kalo Hana jadi buka resto di jamin gue pelanggan pertama.. Dan juga Hana itu wanita idaman mertua gak sih,, behhh kalo Hana jadi bini gue jamin gue bagai anak angkat nanti di mata emak dan bapak gue,, secara orang tua gue carinya yang model begini" cerocos Putra tanpa sadar membuat salah seorang pria di antara mereka merasa panas mendengarnya.
"Bisa gak sih loe jangan ribut?, dari tadi cuap cuap mulu bisa bisa gue kena penyakit budeg" kata Yudha kesel.
"Loe bukan cewe yang lagi dalam masa periode kan?, kok sensi sih bawaanya.. Cerita deh sama kita kita siapa tau ada solusi" kata Putra dengan polos..
Membuat Sean dan Tri menahan tawa melihat Yudha yang emosi dan Putra yang kumat oon nya.
__ADS_1
"Uda malam nih cepetan tidur besok ada tugas dan tanggung jawab yang menanti" bijak Tri sebelum cek cok mulut ini menjadi panjang..