Ratu Tapi Selir

Ratu Tapi Selir
Bab 24 Permintaan Hana


__ADS_3

Tepat dua bulan usia pernikahan Yudha dan Hana..


Hubungan mereka layaknya suami istri tapi tanpa cinta di dalamnya..


"Bang Yudha, ayo bangun nanti telat ke kantornya loh" kata Hana dengan lemah lembut..


Setelah memastikan Yudha membuka matanya Hana melanjutkan kegiatannya menyiapkan baju kerja serta perlengkapan lainnya yang akan di pakai Yudha ke kantor..


Selesai semuanya Hana akan memasangkan dasi Yudha dan melanjutkan menyisir rambut Yudha juga..


"Sudah selesai" kata Hana sambil menepuk nepuk pelan jas Yudha memastikan semuanya terlihat bersih dan memuaskan lalu sama sama turun untuk sarapan..


Seperti sebelum sebelumnya makanan Yudha dan Hana selalu Hana yang mengolahnya entah makan pagi, siang dan malam..


"Hana sebentar malam ada yang pengen abang katakan padamu" ucap Yudha di sela sela waktu makan pagi mereka..


"Iya bang sebentar Hana usahakan pulang cepat" jawab Hana..


Sekarang kesibukan Hana setelah mengurus Yudha, Hana juga mempunyai pekerjaan yakni mempunyai cafe sendiri yang masih di bantu oleh Sean dan di modali oleh Yudha tentunya..


Flashback On..


"Abang, boleh tidak Hana bekerja? kata Hana sesudah Yudha pulang dari negara S untuk bertemu dengan Stella..


Hana memutuskan bekerja untuk mengalihkan kerumitan perkawinan yang sedang di jalani nya...


Tak ingin berharap lebih pada pernikahannya, membuat Hana bertekad untuk mandiri lagi tanpa meniggalkan tugas dan kewajibannya sebagai seorang istri..


"Kenapa Hana ingin bekerja?, apa uang dari abang tidak cukup buat Hana?" tanya Yudha penasaran..


"Cukup kok bang, hanya Hana mencari ke sibukkan saja dari pada di rumah terus tak ada pekerjaan yang di lakukan, semua kerjaan di borong para asisten" ujar Hana cemberut..


Bukannya marah atau jengkel malah terlihat mengemaskan di mata Yudha..


"Hhmm, baiklah akan abang pikirkan dulu" putus Yudha..


"Baiklah Hana akan menunggu, tapi jangan lama lama mikirnya.. Ntar ke tua" jawab Hana di selingi dengan becandaannya..


"Iya abang gak akan lama mikirnya" ucap Yudha sambil menyubit pelan kedua pipi Hana karena gemas melihat tingkahnya..


"Yaudah abang mandi dulu" lanjut Yudha..


Tidak sampai seminggu Yudha memutuskan membuat cafe yang di bantu Sean untuk Hana mengisi waktunya..


Saking senangnya Hana tanpa sadar memeluk dan mencium pipi Yudha di depan Sean Tri dan Putra..


Tersadar dari perbuatannya seketika membuat Hana dan Yudha menjadi salah tingkah sendiri..


"Emang ya kalo uda halal gitu sering kelupaan kalo ada yang masih jomblo" goda Tri melihat kebahagiaan rumah tangga Hana..


"Abang apaan sih?" balas Hana salah tingkah dan Yudha hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal,, bingung mau merespon apa..

__ADS_1


Karena baru pertama kali berbisnis Hana di bantu Putra dan Sean membimbing Hana..


Dan Hana pun dengan cepat dapat mempelajari bisnis cafe..


Flashback Off..


Setelah malam tiba di kamar Hana dan Yudha, Yudha masuk kembali ke kamar sesudah mengambil kertas perjanjian yang berhubungan dengan pembicaraan Yudha..


"Apa yang akan abang bicarakan dengan Hana?" kata Hana santai tanpa tau kalo dia nanti akan mendapat pukulan telak di hatinya dengan keputusan Yudha ..


"Saya dan Stella memutuskan akan menikah bulan depan, saya mohon tanda tangani lah surat pernyataan ini yang menyatakan bahwa kamu bersedia dan menginginkan saya untuk menikah lagi untuk yang kedua kalinya" kata Yudha mantap dengan keputusannya..


Deg..


Sakit hati Hana seperti ada yang mematahkan hatinya..


"Tapi bang... " kata Hana tapi terpotong oleh kata kata Yudha..


" Bukannya kita telah bersepakat bahwa pernikahan ini hanya pernikahan sebagai tameng untuk menutupi hubunganku dengan Stella yang tak pernah mendapat restu dari kedua orang tuaku, saya minta padamu jangan mempersulit pernikahanku dengan Stella" tutur Yudha..


"Baiklah bang berikan kertas itu dan Hana akan menanda tanganinya" kata Hana mantap..


"Terima kasih Hana.., hanya satu pesan abang..


Bila suatu saat nanti ada cinta yang datang padamu dan kamu menyambut cinta itu Terima lah dan katakan pada saya,, di saat itulah saya akan melepaskanmu" kata Yudha yakin..


"Bang boleh Hana meminta sesuatu sama abang?" tanya Hana..


"Berikan Hana nafkah Bathin selama abang belum menikah dengan Stella..


" Tapi abang tidak bisa Hana, abang... " gantian Hana yang memotong perkataan Hana..


" Hanya itu permintaan Hana tidak ada yang lain, tapi kalo abang tidak bisa Hana menerimanya " kata Hana cepat..


Melihat kekecewaan Hana tak pelak membuat Yudha akhirnya menuruti permintaan Hana..


"Baiklah persiapkan dirimu sekarang, kita akan melakukannya" kata Yudha memutuskan..


"Terima kasih bang" sambut Hana..


"Hanya ini satu satunya jalan buat Hana meluluhkan hati bang Yudha, tapi kalo hal ini pun tetap tidak berhasil maka Hana akan menyerah dengan hubungan ini" bathin Hana..


Setelah itu Hana dan Yudha mempersiapkan diri untuk melakukan "Malam Pertama" mereka berdua dan terjadilah apa yang harus terjadi..


Sinar matahari yang masuk melalui cela cela jendela kamar tak bisa membangunkan Hana dan Yudha karena pertempuran semalam mereka..


Tepat jam sebelas siang terdengar kerukan pintu kamar sehingga mau tak mau membuat Yudha terbangun lalu membuka pintu..


"Maaf tuan di bawah ada tuan besar dan nyonya besar dari tuan Yudha dan nyonya Hana" kata mbok Ina tak enak hati..


"Katakan lima belas menit lagi saya akan turun" balas Yudha lalu menutup pintu kamar kembali dan membangunkan Hana menyampaikan apa yang di katakan mbok Ina..

__ADS_1


Melihat Hana kesusahan berjalan membuat Yudha sigap mengendong Hana dan memasukkan Hana ke kamar mandi..


Dengan malu malu mereka pun mandi bersama karena merasa tak enak hati membuat para orang tua menunggu..


"Wah sepertinya kita datang di saat yang tidak tepat" goda kakek..


"Sepertinya iya" sambung papa Adam..


"Maaf ya menggangu istirahat kalian yang sedang bekerja keras menghadirkan Yudha junior" tambah papa Adam lagi..


Membuat Hana dan Yudha seketika menjadi malu, apa lagi sempat terlihat ruam merah tapi bukan alergi atau gigitan nyamuk di leher Hana..


"Kakek macam tak pernah mengalaminya saja.. Sudah jangan menganggu cucu cucu nenek lagi kasian mereka berdua" bela nenek..


"Iya Nek" kata kakek tapi masih sambil tersenyum..


"Kedatangan kakek dan nenek mau pamit ke kota S dan sekalian membawa mamimu ke sana menikmati suasana baru" terang kakek jadi serius..


" Nanti sesekali kami akan kembali ke sini lagi dan sesekali kalian juga yang akan ke sana, kakek dan nenek tidak membawa mami kemari karena mami lagi bersama sama dengan om Bas dan tante Luna kontrol dan meminta surat rujukkan dokter selama di kota S" kata kakek menjelaskan..


"Kapan keberangkatannya?" tanya Hana yang sebenarnya merasa tak rela namun demi kesembuhan maminya dia harus merelakannya..


"Besok berangkatnya, jadi malam ini menginap lah di rumah bersama dengan Yudha" ajak kakek..


"Iya kek, Hana mau" balas Hana..


"Kalo begitu kakek dan nenek langsung pamit pulang mau siap siap dulu" ujar nenek..


"Ayo kita pulang" kata mama Yudha..


"Loh kok mama dan papa pulang?" tanya Yudha..


"Ikut pulang juga lah, kan kesini kami bareng bareng satu mobil" mama Yudha menjelaskan..


"Kok bisa sih?" tanya Yudha masih bingung..


"Tadi itu mama dan papa lagi berada di rumah kakek dan nenek tapi mereka mengajak kami ke sini karena mau pamit" mama Yudha menjelaskan..


"Oohh begitu ceritanya" sekarang Yudha pun mengerti


"Hati hati di jalan" kata Hana dan Yudha saat para orang tua sudah berdasarkan di dalam mobil bersiap kembali ke rumah kake dan nenek..


"Ayo bang kita siap siap dulu, Hana tidak sabar ke rumah kakek dan nenek lagi" kata Hana..


"Makan dulu Na, sebelum jalan.. Kamu gak lapar apa setelah semalaman kita berolah raga" goda Yudha mengingat pertempuran mereka semalam..


"Abang apaan sih gak jelas" kata Hana dengan muka memerah..


Lalu mereka pun makan pagi yang sebenarnya makan siang setelah itu bersiap siap menuju rumah kakek dan nenek..


Tak lupa mereka singgah ke toko kue membawa buah tangan untuk di nikmati bersama sama..

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2