
Dua hari sudah Hana tinggal bersama dengan madunya dan selama itu Stella selalu saja ada acara agar Yudha tidak menempel pada Hana terus..
Membuat Hana merasa Stella mencari ribut dengan dirinya..
Contohnya seperti pagi ini ketika Hana dan Yudha hendak sarapan datang Stella keluar dari kamar tamu untuk sarapan bersama..
Di tengah tengah sarapan Stella membuka suara..
"Aku pengen kamar bersama kalian di lantai dua, dan letaknua bersebelahan dengan kamar kalian" awal pembicaraan Stella..
"Yank makan dulu yah, nanti kalo uda kelar makan baru kita bicarakan bersama" bujuk Yudha..
"Tapi aku gak mau kayak gini mas, masa aku harus tidur di kamar tamu sedangkan aku juga istri kamu loh" Stella tetap menjawab perkataan Yudha..
"Di atas itu memang di disain hanya kamar utama dan kamar anak anak aku dan Hana saja" Yudha tetap membujuk Stella..
"Kenapa jadi pilih kasih gini sih, aku juga suami kamu mas, aku juga berhak atas kamu, jangan karena Hana lagi hamil semua perhatian kamu berikan pada dia" kata Stella mulai emosi..
"Tapi Yank..... " perkataan Yudha di potong oleh Hana yang sudah merasakan muak melihat pertengkaran dua orang di depan matanya..
"Apa kamu sudah betul betul bangun atau belum sadar sepenuhnya?, apa hakmu di dalam rumah ini?" kata Hana bertanya..
"Ingat Hana kita berdua ini istri dari mas Yudha jadi harus adil, masa aku harus tidur di kamar tamu" jawab Stella..
"Sepertinya tebakan ku memang benar, kalo kamu belum sepenuhnya sadar dari tidurmu" sambung Hana..
"Kamu tidak lupa kan ini rumah siapa?"..
" Ini rumah milik aku, Dirhana Perwati Wijaya, istri Yudha Prayoga, menantu Sah keluarga Kaisar Prayoga" kata Hana dengan penuh penekanan..
"Kamu memang istri bang Yudha, tapi hanya istri Siri dan tak di akui kelurga besar Prayoga, jangan kan di akui kamu dan Yudha saja tak ada yang tau"..
" Sebagai istri Siri kamu berharap apa dan apa yang di harapkan sebagai istri Siri?" sakmat Hana tanpa ampun..
"Na, jangan emosi berlebih, ingat kakak dan adek bisa mengetahui kalo ibu mereka sedang tak baik baik saja" usaha Yudha meredam emosi Hana..
Mendengar perkataan Yudha, akhirnya Hana meredam emosinya..
"Kalo masih mau tinggal di sini, kamu wajib mengikuti peraturan di rumah ini, tapi kalo tidak mau silahkan angkat kaki dari sini" tegur Hana tegas..
Hana pun melangkah dari ruang makan menuju samping rumah yang ada kolam berenangnya, menikmati matahari pagi..
"Huhh, kenapa ya ada orang yang menjengkelkan seperti itu, kasian suamiku bisa bisa jadi gila karena mbak Stella" ucap Hana..
__ADS_1
"Ayo anak anak kita berjemur panas pagi, ibu akan melakukan apa pun untuk kalian walau pun nanti menyakitkan"..
Perselisihan di meja makan masi berlanjut..
" Mas kenapa sih gak ngebela aku?" tanya Stella sebal melihat suaminya hanya diam saja saat dirinya di serang kata kata oleh Hana..
"Mas akan membela bila kamu benar" tutup Yudha yang langsung meminta buah yang sudah di bersihkan dan di kupas kulitnya buat di bawa ke Hana..
Stella hanya diam memandang Yudha yang berjalan ke pintu yang menuju kolam renang rumah..
Keharusan buat Hana kalo selesai makan harus makan buah, itu pun peraturan yang Yudha berikan..
"Na, dimakan dulu buahnya, sengaja buahnya di banyakin karena sarapan kamu gak abis" kata Yudha dengan lemah lembut..
"Tapi Hana lagi gak nafsu makan apa pun bang" kata Hana dengan suara manja dan muka yang cemberut..
Membuat Yudha menjadi gemes sendiri melihat istri pertama..
"Bang weekend nanti kita ke butik langganan mama Anne yah, Hana mau beli baju hamil, karena uda banyak yang sempit" ujar Hana..
"Iya Na, nanti bareng mama dan papa yah?" kata Yudha..
"Asikkk, kalo gitu Hana mau telepon mama sekarang, takut mama ada acara sendiri"..
"Mana telepon abang?" kata Hana tak sabar..
"Assalamu'alaikum mama"..
" Waalaikumsalam anak mama" balas mama di telepon..
"Bagaimana kabar mama dan papa hari ini?"..
" Alhamdulillah baik dan masih bernafas" canda mama..
"Ihh mama apa sih jawabnya" kata Yudha yang mendengar kata kata mamanya..
"Duh kok pada sensi pagi pagi sih, papa aja biasa aja kan pa?" ternyata ada papa si samping mama yang mendengar percakapan mereka..
Sama seperti Hana yang mengaktifkan speaker teleponnya..
"Ya udah mama Minta maaf kalo bercandanya kelewatan, ada apa nih nelpon mama?" kata mama mencairkan suasana..
"Gini mah, weekend nanti Hana mau ke butik langganan mama untuk membeli baju hamil, uda banyak pakaian Hana yang uda gak muat, sekalian ajak papa dan mama kita jalan jalan" ajak Hana..
__ADS_1
"Asik nih mau jalan jalan" balas mama senang..
"Ingat yah ma, yang belanja itu Hana bukan mama, pah nanti istrinya tolong di awasi yah takutnya kebablasan belanja" mengingatkan papanya..
"Gak pake uang kamu Yud, tapi sekali kali boleh lah mamanya di traktir" kata mama bercanda..
"Yang terkaya se Asia itu Kaisar Prayoga yah, bukan Yudha Prayoga" balas Yudha..
Mereka berempat tertawa senang tanpa sadar kalo Stella mendengar semuanya dari awal percakapan hingga berakhir karena Yudha yang akan pergi ke kantor..
"Na, abang ke kantor dulu yah" kata Yudha mesra lalu mencium kening Hana lalu turun ke perut Hana kemudian yang terakhir ke bibir Hana..
"Bang, jangan cium di bibir Hana nanti ada yang liatin iihh" kata Hana tapi senang..
"Abang pergi dulu yah. Assalamu'alaikum istri abang dan anak anak ayah jangan nakal yah kalo tidak ada ayah dan bantu papa jaga ibu selama ayah kerja cari uang buat kakak dan adik" sambil mengelus perut Hana lalu melangkah menuju mobil yang sudah ada sopirnya..
"Selamat pagi tuan" kata sopir..
"Hhmm" hanya itu balasan Yudha..
Entah karena kecewa dengan Stella atau karena lupa Yudha tak pamit pada Stella..
"*Mas Yudha, apakah sudah tak ada cinta buatmu lagi sehingga kau melupakan kehadiranku di rumah ini?"..
"Apa hanya ada Hana di pikiranmu sekarang?"..
" Mana cinta yang dulu kamu agung agungkan dulu yang hanya buatku?"..
"Mana janjimu yang dulu pada saat kita menikah?"..
Katamu hanya aku satu satunya cinta di hatimu, tapi kenapa sekarang ku rasakan berbeda*?"..
" Aku tidak akan mengalah dan pergi, kamu milik aku mas"..
" *Apa yang harus aku lakukan mas?"..
Bathin Stella bertanya tanya*..
Jatuh air mata Stella..
"Aku harus bicara dengan Hana tentang masalah ini, kalo Hana tak mau memberikan mas Yudha, aku pun juga sama" tekad bulat Stella..
Di dalam mobil CEO tampan..
__ADS_1
"Sepertinya aku melupakan sesuatu tapi apaan yah?" kata Yudha bertanya tanya dalam hati..
Bersambung...