Ratu Tapi Selir

Ratu Tapi Selir
Bab 21 Keributan


__ADS_3

"Om datang ke rumah sakit sekarang" kata Tri pada om Herman melalui sambungan telepon..


Tri dengan segera menelepon om Herman ketika melihat om Anton papinya Hana berdiri di depan pintu bersama dengan tiga orang lelaki suruhan dari om Bas untuk menyeret om Anton ke hadapan om Bas..


Takut terjadi keributan lah yang membuat Tri cepat cepat menelepon om Herman, karena di keluarga kakek Adam hanya om Herman lah yang pembawaanya selalu tenang..


"Dasar bedabah" kata om Bas menghajar papi Anton dengan sekuat tenaga..


Caci maki serta umpatan keluar dari mulut om Bas yang memang sudah menahan amarahnya waktu pertama kali melihat kondisi Sandra..


"Enak sekali kamu menikmati hidup bahagia dengan j****g terus adik ku kau buat gila" kata om Bas..


"Liat dengan jelas akibat perbuatanmu,, kalo tidak mengingat tanggung jawabku,, sudah lepas nyawa dari tubuhmu.. Adekku membantu dari tak berpunya hingga sekarang di tangga teratas tapi kau mencampaknya seolah dia kotoran yang menempel pada tubuhmu" ujar om Bas sambil lanjut memukul papi Anton..


Tri dan Hana yang sudah tak mampu menahan om Bas, akhirnya bernapas lega setelah kedatangan om Herman dan istrinya Sinta serta bibi Luna sekalian mengantarkan baju ganti buat om Bastian..


Di ikuti dengan Yudha yang membawa makan siang yang sempat di tanyakan pada Hana mau di bawakan makan siang menu apa..


Jauh harapan Tri yang berharap om Herman membantu menenangkan om Bas..


Om Herman pun ternyata ikut menghajar papi Anton bahkan lebih parah dari om Bas..


Tak ingin terjadi hal yang tidak di inginkan Yudha pun membantu Tri melepaskan papi Hana dari cengkeraman om Herman..


Dan menjadi terkendali ketika Sean dan Putra yang segera masuk mendengar keributan di kamar mami Sandra..


"Cuihh.. Cuma segini aja kekuatan kamu, besar di napsu aja" kata om Herman yang meludahi wajah papi Anton uang sedang di pegangin oleh Yudha dan Sean..


Sedangkan Putra membantu papi Anton yang sedang kesakitan setelah di hajar oleh kakak iparnya yang berjumlah dua orang..


"Puas, senang melihat Sandra seperti mayat hidup sekarang ini?" tanya om Herman..


"Kenapa gak sekalian di buat mati aja Sandra, biar gak nyusahin kamu dan p*****r mu itu" skak mat om Herman..


"Bukannya temani darah daging kamu sendiri pas keLulusannya, malah menemani anak bawaan l***e mu" kata Herman lagi..


Entah sudah berapa banyak umpatan dan makian buat papi Anton dan istri keduanya..


Tante Luna dan tante Sinta membantu menenangkan kakek dan nenek yang terus menangis melihat keadaan Sandra yang tetap tak merespon kejadian yang terjadi di depan mata, hanya menatap dengan pandangan kosong..


Keadaan sekarang sunggulah tak terkendali Hana dan Tri yang memegang om Bas,, serta Yudha dan Sean memegang om Herman..


Sedih, marah, kecewa dan sedih melihat keadaan papi Hana.. Akibat perbuatannya membuat mami Sandra menjadi pesakitan selama sepuluh tahun lebih..


Dalam duduknya Anton melihat keadaan Sandra yang seperti tak bernyawa, sama seperti beberapa tahun lalu sejak pertemuan mereka yang terakhir kali..

__ADS_1


Rasa bersalah dan berdosa menghampiri..


Setelah keributan reda, masuk dokter dan suster untuk mengecheck lagi keadaan Sandra yang ada perubahan atau tidak..


"Ibu Sandra apakah anda bisa merespon kata kata saya" tanya dokter..


"Bagaiman perasaan ibu Sandra hari ini?" tanya dokter lagi..


"Di sini ada ayah ibu dan keluarga ibu Sandra, apakah ibu Sandra tidak merasakan kehadiran mereka?" kata dokter yang berusaha berkomunikasi dengan Sandra..


Tetap tak ada tanggapan, Sandra tetap melihat ke arah jendela dengan ketawa ketawa kecil tapi pandangan kosong..


"Mami, kita pulang yuk ke kota S tempat kelahiran mami di sana banyak keluarga mami yang mengharapkan mami cepat sembuh" kata Hana..


"Ayah Ibu Sandra mau pulang" kata Sandra menangis sambil memukul mukul jendela seolah olah yang di luar jendelanya ada ayah dan ibu Sandra..


"Maafkan saya Sandra, kesalahan saya membuat kamu seperti ini" kata papi Anton dengan lirih dan air mata..


"Kalian ada di mana?, jangan bersembunyi dari Sandra.. Maafin Sandra, Sandra tau kalo Sandra salah" kata Sandra lagi..


"Ayah ayo kita bawa pulang Sandra ke kampung halamannya, mungkin dengan berada di lingkungan keluarganya proses kesembuhan Sandra berhasil" ajak ibu Sandra yang sudah tidak sanggup melihat keadaan Sandra yang sekarang ini..


"Iya Bu, mungkin dengan begitu adek Sandra bisa segera sembuh" kata Luna..


"Tolong jangan bawa Sandra, biar saya yang mengurusnya, saya akan bertanggung jawab dengan keadaannya yang sekarang, jangan pisahkan saya dengannya, cukup sudah selama beberapa tahun ini saya tak tau keadaanya" mohon papi Anton..


"Gak ada balikan lagi, setelah sampe di kota S saya akan mengurus perceraian kalian" kata om Bas..


"Tapi sebelum itu Talak adek saya sekarang" sambung om Herman membuat mereka terkaget..


"Mas.. Istighfar mas.. Jangan gegabah mengambil keputusan pada saat emosi" nasehat tante Sinta..


"Kalo Sandra uda sembuh biarkan dia yang memutuskan nasib rumah tangganya,, kita gak berhak sekali pun kita keluarga Sandra" kata tante Sinta mengingatkan..


"Tri, bawa papi Hana ke ruang tindakan untuk mengobati lukanya nanti infeksi" tante Sinta menyuruh Tri..


Setelah melihat keadaan papi Anton yang mengenaskan..


"Tri biarkan saja dia di situ biar mati sekalian itung itung mengurangi populasi bajingan di dunia ini" kata om Bas membuang suara..


"Mas.. Jadilah contoh yang baik,, tuh liat ibu dan ayah yang belum makan siang karena keributan ini" giliran tante Luna menasehati..


Akhirnya pergilah Tri dan Putra membawa papi Anton mengobati luka luka yang di deritanya..


Setelah selesai dengan keributan Hana menuju ke brankar maminya untuk melihat keadaan maminya..

__ADS_1


"Mami sudah tidur rupanya" Hana berharap bila bangun nanti mami sudah sembuh seperti dulu.. ( Aamiin)


Tiga hari berlalu semenjak keributan di dalam ruang rawat Sandra akhirnya mereka akan pulang ke apartemen..


Sandra tidak kembali ke rumah sakit khusus kejiwaan dan akan di rawat oleh ayah ibu dan Hana,, sesekali akan di bantu om Bas dan om Herman pada saat ke kota J..


Kakek dan nenek memutuskan akan tinggal di kota J bersama Sandra dan Hana serta Tri..


Mereka memutuskan membeli rumah mewah yang berdekatan dengan rumah keluarga Yudha..


Apartemen Hana dan Tri pun di putuskan akan di jual..


Akhirnya Yudha Tri Sean dan Putra bertetangga dengan jarak rumah yang tidak terlalu jauh..


Berbeda keadaan Hana dan keluarga,, pai Anton sampai sekarang masih berusaha meraih hati kakek dan nenek agar dapat bertanggung jawab dengan keadaan Sandra..


Di sisi lain undangan Hana dan Yudha telah di sebar seminggu sejak mami Sandra keluar rumah sakit..


Kakek dan nenek pun menyetujuinya karena bagi mereka niat baik janganlah di tunda tunda apa lagi menikah itu adalah Ibadah..


Jelang dua hari pernikahan Hana..


"Kakek nenek dan bang Tri ada yang ingin Hana diskusikan" ujar Hana di sela sela makan malam mereka..


Di mana saat mereka makan ada mami Sandra juga yang ikut makan malam..


Setelah makan malam berakhir mereka sekeluarga pun melangkah ke ruang kelurga..


"Hana memutuskan papi Anton yang menjadi wali nikah Hana nanti, Hana tidak mau berdosa Kek Nek.. Hana mau nikah sekali seumur hidup dan Hana masih mempunyai papi Anton dan Hana adalah Nasabnya papi Anton, sungguh berdosanya Hana kalo memungkiri hal tersebut, Hana takut Allah SWT tidak meridhoi pernikahan Hana nantinya" kata Hana menjelaskan pemikirannya..


Sempat kaget tapi Kakek Nenek dan Tri membenarkan perkataan Hana yang seratus persen benar..


Bila bersikeras tak mengijinkan Anton menjadi wali nikah Hana takut menjadi dosa buat mereka..


"Apa pun keputusan Hana kami sebagai keluarga hanya mengikutinya" kata kakek bijak..


"Kebahagian Hana kebahagiaan kami juga" sambung nenek bangga dengan pola pikir Hana..


Yang dari dulu sudah berjuang keras sendirian mencari nafkah buat kesembuhan ibunya dan kelangsungan hidupnya sendri di umur yang terbilang muda..


Pada saat anak seusianya bergaul dan menghabisi kan waktu begitu saja, lain dengan Hana yang sibuk bekerja..


"Nenek bangga pada Hana, cucu perempuan nenek satu satunya yang mandiri" kata nenek bangga..


"Berbahagialah" kata nenek lagi..

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2