
"Selamat malam om tante, maaf menganggu tidurnya saya mengantarkan Yudha" ucap Putra tak enak hati.
"Masuk nak. Ayo bawa Yudha ke kamar" ujar papa Kaisar ikut membantu Putra dan pak satpam rumah mengotong Yudha.
Terdengar Yudha memanggil manggil nama Hana didalam ketidak sadarnnya. Sampai membuat Yudha mengeluarkan air mata seraya meminta maaf karena telah menyakiti Hana.
"Na, mas nggak mau kamu terluka jika kamu tahu mas melepaskanmu memilih menceraikanmu, maafkan mas sayang, tolong maafkan suamimu ini Hana" ucap Yudha yang sudah terbaring di tempat tidur.
Mereka yang melihat Yudha tak berdaya hanya diam dengan pikiran masing-masing.
"Kamu ambilkan air hangat sama kain untuk membersihkan tubuh Yudha" mama Anne memberi arahan pada Stella.
"Om apakah tidak ada solusi buat Yudha dan om tidak bisakah membantu Yudha kali ini saja, bagaimana pun Yudha sahabat Putra dari dulu" pinta Putra.
"Biarkan kali ini dia bertanggungjawab dengan pilihannya sampai akhir, bukankah dulu waktu dia nikah dengan Stella tidak perduli dengan restu kita bukan. Papa hanya bisa berdoa kali ini pilihan Yudha tidaklah salah" tutup papa Kaisar karena Stella datang.
"Ini mah air kompres buat Yudha" ucap Stella.
"Jangan merasa bersalah yang berlebihan, bukan cuma kamu saja yang bersalah tapi Yudha juga bersalah, kalian berdua sedang menuai hasil kalian dulu. Cukup berubah menjadi lebih baik dan menjadikan ini sebagai pembelajaran" ujar mama Anne yang melihat Stella meneteskan air mata.
"Sekarang urus suamimu kami akan keluar" ucap mama Anne lalu berdiri berjalan keluar di ikuti papa Kaisar dan Putra.
Akhirnya Putra pun sekalian berpamitan untuk pulang ke rumahnya.
Selepas papa Kaisar dan mama Anne serta Putra keluar kamar, Stella melanjutkan mengurus Yudha. Membersihkan tubuh Yudha dan menggantikannya baju tidur.
Keesokan paginya, Stella bangun karena pas tidur tak sengaja Stella menyentuh tangan Yudha yang panas. Dengan segera Stella menyentuh kening Yudha lalu seketika berlari keluar kamar mencari termometer untuk mengukur suhu tubuh Yudha.
Tak ayal menarik perhatian mama Anne dan papa Kaisar yanng hendak menuju meja makan untuk sarapan.
"Kenapa kamu lari-lari kayak begitu?" tanya mama Anne.
"Mah, tubuh mas Yudha panas banget, mana mengigil badannya" ujar Stella sambil berlari menuju kamar membuat mama Anne pun menyusulnya bersama papa Kaisar.
"Yud, apa yang kamu rasain sekarang?" tanya mama Anne yang khawatir.
"Mending ke rumah sakit sekarang" kata papi yang langsung keluar kamar untuk memanggil sopir dan satpam rumah. Mama Anne ke dal
Alhasil pagi hari terjadi kegaduhan karena sakitnya Yudha. Seketika rasa lapar mereka tergantikan dengan kepanikan.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Yudha beserta keluarga telah tiba di rumah sakit yang telah di tunggui oleh beberapa orang dokter ahli yang memeriksa Yudha.
Mereka pun memasuki ruang instalasi khusus pasien gawat darurat. Papa Kaisar, mama Anne dan Stella duduk menunggu di luar ruangan menunggu dengan cemas memikirkan keadaan Yudha.
Setelah menunggu sekitar 1 jam-an akhirnya dokter pun keluar ruangan.
"Pak Kaisar, keadaan tuan Yudha sudah membaik namun sedang tertidur. Hasil darah tidak ada penyakit yang di temukan cuma kadar alkohol yang tinggi. Yang terjadi pada tuan Yudha adalah masalah psikisnya, karena waktu kami memeriksa beberapa kali tuan menyebut nama istrinya nyonya Hana. Nanti akan di periksa lebih lanjut oleh dokter yang memang ahli di bagiannya" kata dokter yang memeriksa Yudha menjelaskan.
"Terima kasih dokter atas penanganan anak saya" kata papa Kaisar.
"Sudah menjadi tugas kami. Mungkin sebentar lagi tuan Yudha akan segera di pindahkan ke ruangan yang sudah di siapkan" lanjut dokter lalu melangkah pergi karena sudah ada pasien yang menunggu.
"Kamu urus administrasi Yudha, nanti kami yang akan memberitahukan kepada keluarga yang lain" ucap mama Anne pada Stella.
"Papa telepon Dinda dan Manda, mama yang menelepon Hana dan kembar" ucap mama kali ini pada papa Kaisar.
Sepasang suami istri ini pun sibuk menghubungi keluarga mereka yang lain. Kabar masuknya Yudha di rumah sakit tentu membuat keluarga Yudha dan Hana menjadi kepikiran.
"Mommy, apa hari ini kita jadi berenang?" tanya Dee yang tiba tiba masuk ke kamar Hana.
"Maaf sayang hari ini kita tidak jadi berenang karena kita akan segera ke rumah sakit" ucap Hana menerangkan pada anaknya.
"Ayah kalian lagi masuk rumah sakit tadi pagi. Makanya dari itu mommy akan mengajak kalian melihat ayah, sekarang kalian bersiap siaplah karena kita akan segera berangkat" Hana memerintahkan kembar segera.
Tanpa membalas perkataan mommy mereka, kembar pun bergegas menuju kamar untuk berganti baju.
Setelah selesai bersiap, mereka pun meninggalkan rumah bersama. Tak lupa Tri dan Sean pun ikut bersama mereka.
Sebelum ke rumah sakit merekka membeli beberapa buah serta makanan untuk orang tua Yudha serta Stella dan buat Hana,kembar serta Tri Sean.
Setibanya di rumah sakit mereka pun turun dari mobil, karena terburu-buru turun dari mobil membuat kembar hampir saja terluka karena jatuh.
"Kids, bisakah kalian pelan pelan saja?, kita ke sini buat menjenguk ayah bukan untuk mengobati kalian. Mengerti?" tanya Hana yang panik melihat kembar.
"Maafkan kami mommy" ucap kembar sedih.
"Sudah Na, kasian kembar. Mereka takut tuh liat kamu, jangan kayak gini ya!" tegur Sean namun lembut.
"Bagaimana Hana gak panik mas, kembar hampir jatuh" bela Hana.
__ADS_1
"Ya sudah tenangkan dirimu" balas Sean.
Melihat keadaan mereka yang menegang akhirnya Tri mengendong kembar bersamaan dan langsung berjalan ke ruangan Yudha.
"Jangan bersedih ya, mommy kalian hanya takut kalau terjadi hal yang buruk pada kalian. Dan kalian pun jangan mengulangi hal yang sama" ucap Tri memberikan nasehat pada kembar.
"Iya uncle, kami akan lebih hati hati lagi biar mami tidak panik" janji kembar.
Mereka menuju pusat informasi, menanyakan keberadaan pasien yang bernama Kaisar. Setelah mengetahui mereka pun melanjutkan
Tok.. tok.. tok..
Terdengar suara dari dalam "silahkan masuk".
Setelah mendapatkan ijin Hana dan kembar masuk ke dalam kamar rawat inap Yudha.
" Assalamu'alaikum oma dan opa serta tante Stella" ucap kembar bersamaan.
"Waalaikumsalam cucunya oma dan opa" balas orang tua Yudha.
"Sini, liat ayah kalian. Siapa tau mendengar suara kalian ayah bisa bangun" kata mama Anne.
"Hai ayah, kami datang menjenguk ayah loh" kata Dit sambil mencium kedua pipi Yudha.
"Jangan menganggu ayah yang sedang tidur Dit" tegur Dee.
"Di kisah snow white, pangeran memberikan cium pada putri salju terus putri salju terbangun" ungkap Dit memberikan alasan mengapa dia mencium ayahnya.
"Oh my God, Dit. Ayah bukan snow white, mengapa kau samakan ayah dengan seorang putri" tanya Dee, mulai melakukan perdebatan.
Jika tidak di pisahkan dapat di pastikan akan di lanjutkan dengan suara tangisan.
"Ibu mohon kalian jangan bergaduh, kita ke sini untuk menjenguk ayah bukan?" lerai Hana.
"Maaf mommy" ucap kembar penuh sesal.
Sesudah menyelesaikan permasalahan kembar, Hana bertanya pada mama Anne dan papa Kaisar tentang kronologis hingga membuat Yudha sakit. Dan mama Anne yang menjelaskan, Stella hanya diam sambil ikut duduk bersama dengan mereka.
Sementara bercerita datang dokter ingin mengecek perkembangan Yudha. Namun menurut dokter tidak ada perkembangan dan meminta keluarga menunggu hingga malam.
__ADS_1