
Tiba mentari bersinar terang memberikan kehangatan kepada setiap manusia yang ada di dunia..
Tring... Tring...
"Bang Tri, yang lain uda pada bangun belum kalo uda pada bangun ke rumah Hana aja ya biar sarapan bareng" kata Hana yang tertulis di gawai Tri..
"Kita uda pada bangun Han, malah uda pada siap mau kerja!. Kenapa gak di pakein bekal aja buat gue dan Yudha?" tanya Tri..
"Kasian bang Putra dan bang Sean, gimana perasaan mereka liat abang dan bang Yudha ada sarapannya tapi mereka berdua gak ada sarapan" kata Hana menjelaskan maksud dari mengajak sarapan bersama..
"Oalah, gak usah di pikirin mah kalo mereka uda dewasa juga tau cari makan sendiri" balas Tri..
"Uda gakpapa bang sarapan bareng aja sekalian,, lagian nanggung juga karena Hana uda masak banyak buat sarapannya" alasan Hana..
"Otw deh" kata Tri..
"Gais ada panggilan sarapan nih sama Hana,, yok sarapan bareng katanya.. Cepetan keburu telat kantor" kata Tri..
"Cuss" kata Yudha Sean dan Putra kompak dengan nada bahagia..
Mereka pun melangkah kan kaki mereka menuju rumah Hana yang pintu rumahnya telah terbuka,, dari depan pintu telah tercium aroma masakkan yang mengundang siapa pun penasaran ingin memakannya..
"Wah kalo gini tiap hari di jamin berat badan gue bakal naik dengan sukses,, gimana gak mau naik kalo di hidangin dengan makanan berkualitas di jamin halal dan kebersihannya" kata Putra sambil menenggak liurnya sendiri..
"Kali ini rejeki gue kagak di patok ayam,, karena gue perdana bangun pagi" kata Sean dengan riang..
Tri, Yudha, Hana dan Silvi hanya memandang lucu melihat tingkah mereka berdua..
"Ayo di makan kebiri dingin ntar rasanya jadi beda" kata Hana..
Setelah 20 menit menikmati sarapan mereka,, akhirnya selesai juga..
Tak lupa sebelumnya Hana telah memberikan bekal makan siang buat Yudha Tri Sean dan Putra..
Sisanya buat bekal Hana dan Silvi pada saat makan siang nanti..
"Kok Sean dan Putra juga dapat bekal sih?" tanya Tri..
"Uda gak usah ribet nanti tagihan Sean dan Putra di bayarkan bersamaan dengan punya gue dan loe" kata Yudha menjelaskan..
__ADS_1
"Gak bisa lah, kan yang sangkut paut perjanjian tertulis hanya gue dan loe gak ada tambahannya.. Kalo mau kayak gitu seharusnya di perbaharui dong kontraknya.. Jangan mentang mentang teman main nyelonong aja,, nanti kurangi jatuh makan gue yang ada" kata Tri tidak terima..
"Iya nanti di perbaharui bang,, biar semua pada puas dan tak ada yang cemburu" kata Silvi karena merasa lucu dengan kelakuan Tri yang suka ngambek kan..
"Nah kalo gitu kan jelas,, biar gak ada pengurangan jatah makan gitu" kata Tri puas dengan penjelasan Silvi..
Akhirnya mereka ber enam sampe di parkiran mobil..
Tri dan Yudha naik mobil sendiri sendiri, Sean dan Putra naik mobil sama sama, begitu juga dengan Hana dan Silvi yang semobil..
Menjalankan mobil mereka ke arah tujuan yang berbeda beda tapi dengan satu tujuan yaitu bekerja..
Kantor Pelelangan..
"Teh Hana kepalanya gak sakit ya meladeni empat bocah itu?" tanya Silvi ketika berada di dalam lift yang menuju ke lantai ruangan kerja mereka..
"Biasa aja Vi,, malah merasa lucu liat tingkah mereka yang random gak jelas" kata Hana..
"Baru sehari aja pala Silvi puyeng,, kagak sanggup ngadapinnya" kata Silvi..
"Itung itung belajar biar kalo punya anak gak kaget karena uda berpengalaman ngurus bocah" tawa Hana becanda..
Sesampainya di ruangan kerja Hana dan Silvi langsung menyalakan laptop mereka berdua dan bekerja hingga tak sadar sudah ada Ridwan Bagas dan Ayu,, di susul dari belakang Angga dengan langkah cepat karena takut terlambat..
Seperti suasana kemarin Hana dan Ayu tak berbicara sama sekali dan terkesan cuek..
Hana yang memberi jarak dengan Ridwan karena takut Ayu cemburu dan Hana lagi yang akan di salahkan,, sedangkan dari pihak Ayu memilih diam karena masih emosi di sebabkan pas ribut kemarin banyak yang membela Hana dari pada Ayu padahal yang senior di lingkup kerja tapi malah Hana yang di bela,, tak Terima akan hal itu membuat Ayu melimpahkan semua kerjaannya kepada Hana sehingga Hana merasa keteteran sendiri..
Dan Hana tak menceritakan masalah tersebut karena tidak mau merepotkan teman teman yang lain..
"Hana kok belum pulang padahal uda waktunya pulang kerja" tanya Angga..
"Dikit lagi Ngga baru pulang dan nanti sisanya gue bawa pulang kerjain di rumah" kata Hana sambil tersenyum tipis..
"Ya uda kalo gitu,, ingat jangan pulang dari jam 6 karena gak ada pemberitahuan kalo lembur" ujar Angga mengingatkan..
"Iya Ngga" balas Hana..
"Teh Hana maaf ya kalo sekarang gak bisa temani teh Hana dan juga Silvi hari ini pulang ke kostan ya karena abah Silvi lagi datang dari kampung" kata Silvi sungkan karena kemarin Silvi yang menawarkan diri membantu Hana menyiapkan bekal buat bang Tri dan bang Yudha..
__ADS_1
"Iya Silvi,, teteh ngerti kok,, titip salam sama abah ya dan bilang sama abah maaf Hana gak bisa ketemu Hana karena lagi sibuk" kata Hana..
"Gue temenin loe kerja ya?" Ridwan menawarkan diri tuk menunggu Hana sampe pulang kerja..
"Gak papa kak,, Hana bisa sendiri, lagian 5 menit lagi uda mau beres beres pulang" kata Hana jujur..
"Tetap aja gue temani loe ampe parkiran,, biar aman karena kamu itu perempuan takutnya kenapa kenapa" kata Ridwan menjelaskan..
Karena tak enak hati akhirnya Hana membereskan meja kerjanya dan membawa sebagian kerjaannya di selesaikan di rumah..
Karena Hana pun sebenarnya takut sendirian di tempat kerja..
"Makasi ya kak Ridwan uda temenin Hana sampai di parkiran,, maaf sudah merepotkan" jujur Hana..
"Yaelah Hana kayak siapa aja" balas Ridwan..
"Yaudah hati hati di jalan ya" kata Ridwan lagi yang merasa lega karena Hana sudah keluar dari parkiran kantor..
Sesampai di apartemen Hana dan Tri bertegur sapa..
"Loh Hana baru pulang ya?, lagi lembur ya?" tanya Tri pada Hana..
"Gak lembur bang, cuma ada kerjaan yang belum kelar,, nih aja sampe Hana bawa pulang kerjaannya" ucap Hana
"Abang Tri mau buang sampah ya,, Hana ikut sekalian ya karena mau buang sampah juga" kata Hana..
Dengan segera Hana mengambil sampah dalam rumahnya tak enak hati membuat Tri menunggu lama..
"Siniin sampah loe" kata bang Tri..
"Gak papa bang,, gak berat juga" balas Hana..
"Siniin biar abang yang sekalian buang sampah punya Hana,,ending sekarang Hana masuk lagi terus bersihkan diri lalu lanjut kerja lagi" kata Tri menjelaskan.
Walau malu hati tetap Hana memberikan sampahnya untuk di buang pada Tri..
"Abang tau kamu pasti lelah,, belum lagi sebentar harus bangun pagi buat nyiapin sarapan buat bang Tri dan bang Yudha,, jadi jangan membuang buang tenaga yang tak perlu" kata Tri..
"Trima kasih bang Tri,, abang memang yang terbaik" ujar Hana sambil ketawa..
__ADS_1
"Selamat istirahat Hana,, sampai jumpa esok pagi" kata Tri sambil masuk dalam lift tujuan lantai bawah..