Ratu Tapi Selir

Ratu Tapi Selir
Bab 45 Perubahan Hati


__ADS_3

Pembicaraan dengan kakek pun telah selesai. Kakek hanya tinggal melihat apa keputusan Yudha sebenarnya.


Sebagai orang tua yang telah lama merasakan pahit manis pernikahan, kakek menginginkan pernikahan cucunya bahagia, apa lagi ada kembar di antara mereka. Dan juga kakek tidak tau perasaan Hana sesungguhnya.


Karena sudah larut malam, Yudha Hana dan kembar memutuskan untuk tak pulang malam ini. Tak mengapa rencana mereka tertunda asalkan semua berbahagia.


"Mas, nih titipan baju dari orang rumah, katanya kamu minta di antarkan baju tidur dan baju untuk berolahraga serta sepatunya juga sekalian sama baju kerja kamu. Kamu ini memang benar benar merepotkan papa dan mama" omel Hana tak enak hati kepada mertuanya.


"Barengan sama baju punya kembar sekalian mau olahraga Na" jawab Yudha memelas.


"Kids, tidak mengapa yah malam ini tidur di sini nanti besok baru kita pulang ke rumah kita yang sebenarnya" bujuk Yudha.


"Sekalian sarapan bubur ayam kesukaan ibu waktu lagi hamil kalian" ungkap Yudha.


"Dasar gak bisa nyimpen rahasia" ucap Hana.


"Jangan suka merusak suasana deh, kalo memang uda cape mending tidur duluan deh dari pada ngomel gak jelas" canda Yudha.


"It's ok ayah, kami bisa di manapun berada asalkan ada bersama ayah dan mommy" ucap Dee


"That's right bro" tambah Dit.


Melihat kekonyolan anak anak mereka membuat Yudha dan Hana kompak mencium kedua pipi kembar dengan gemas.


"Ayah, mommy itu sungguh menjijikan" ujar Dee yang memang tidak suka di cium.


Setelah kelelahan akibat bermain bersama di kamar akhirnya mereka berempat pun tertidur dengan saling berpelukan.


Pagi pun datang, keluarga ini memutuskan untuk berolahraga bersama. Sejenak mereka melupakan permasalahan biduk rumah tangga mereka.


Sehabis berolahraga sepasang suami istri dan kedua anak kembarnya memutuskan membeli bubur ayam untuk sarapan mereka.


"Selamat pagi pak Yudha" tegur seorang pria yang hampir setengah baya.


"Selamat pagi juga pak Dewa" Yudha menyapa balik.

__ADS_1


"Perkenalkan ini Hana istri saya dan si kembar anak kami di panggil Dit untuk perempuan dan Dee untuk yang laki" Yudha menerangkan.


"Anak anak pak Yudha mirip sekali malah tak ada bedanya" kata pak Dewa jujur.


"Sama siapa ke sini pak" tanya Yudha kemudian.


"Sama anak dan istri saya pak, perkenalkan ini Yura istri saya dan Arita anak saya satu satunya" balik pak Dewa menjelaskan.


"Kami pamit duluan pak Yudha, karena masih mau melanjutkan olahraga kami" pamit pak Dewa akhirnya.


Setelah melihat kepergian pak Dewa, muncul jiwa ghibah Yudha.


"Kamu tau gak Na, istri pak Dewa yang aku tau itu beda dengan yang di kenalkan tadi, kalo yang ini kayaknya seumuran beda dengan wanita yang satunya agak fresh gitu dan desas desus yang terdengar kalo pak Dewa sebenarnya memiliki dua orang istri yang tidak saling mengetahui" kata Yudha menceritakan dengan mimik wajah meyakinkan.


"Kamu itu uda seperti emak emak kompleks yang membicarakan setiap orang yang lewat. Gak ngaca padahal kamu juga sama seperti dia" skak mat Hana.


"Lagian bukan tidak saling mengetahui tapi belum mengetahui dan kalo sampai ketahuan pasti relasi kamu itu pusing mikirin jalan penyelesaian" tutup Hana membuat Yudha terdiam.


"Kids ayo kita pulang, ibu uda merasa gerah karena berlari tadi dan juga muka kalian sudah memerah" panik Hana melihat wajah Dee.


"Dee tidak bisa kena panas matahari berlebih, nanti kulitnya langsung iritasi. Mana aku lupa pakein sunblock lagi" jujur Hana.


"Kalo gitu ayo buruan pulang, gak tega aku liat Dee seperti itu" ajak Yudha sambil mengendong Dee yang terlihat seperti dehidrasi padahal baru saja sarapan dan minum.


Untung rumah kakek Adam dan nenek Wati tidak terlalu jauh lokasinya dari lapangan olahraga.


"Bawa ke rumah sakit aja gimana?" usul Yudha.


"Gakpapa mas, nanti baikan sendiri kalo uda di ruangan dingin" ucap Hana lembut meredahkan kekalutan Yudha.


Mereka empat tergesa gesa masuk ke kamar melewati keluarga suami istri tersebut saking paniknya Yudha.


"Kenapa mereka panik sambil berlarian ke kamar? " tanya mama Anne ikut khawatir.


"Ayo kita lihat apa yang terjadi" ajak papa Kaisar.

__ADS_1


Kakek nenek serta papa mama pun ikut menuju ke kamar mereka berempat.


Nampak Yudhaebuka seluruh baju Dee menyisakan celana boxer saja lalu Hana masuk ke kamar mandi mengambil air dingin dan melap tubuh Dee.


"Ada apa ini? " tanya mama Anne khawatir.


"Kalian abis berpanas panas ria di lapangan yah? " tanya papa Kaisar


"Iya opa" Dit yang menjawab.


"Dee pasti kayak opa nih, malah sampai sekarang" kata papa Kaisar.


"Dee pasti gak bisa kan terlalu lama kena panas matahari?. Opa sama kok seperti Dee kalo lama kena panas suka pusing tiba tiba dan merasa lemas bahkan pingsan" ucap opanya Dee.


"Aahh jadi cucunya ikut riwayat penyakit dari opanya? " tanya mama Anne.


"Heran deh Yudha dan papa itu serakah banget sih, dari wajah sampai semuanya di ikuti oleh kembar, mama gak kebagian biar sedikit" kata mama Anne merasa iri.


"Kan bisa bikin lagi, gitu aja di pikirin" celetuk oma Wati nenek buyut kembar.


"Aahh iya bener, tuh kalian dengar apa kata kakek dan nenek. Awas jadi cucu yang durhaka kalo gak dengar dengarkan" ujar mama Anne yang masih mempermasalahkan gen dari suaminya.


Setelah drama mama Anne, tiba lah waktu makan siang keluarga Hana dan Yudha. Semua berkumpul sambil makan dengan bahagia serambi mengucapkan dalam hati masing masing "semoga kebahagiaan takkan berlalu".


Terkecuali Hana yang bimbang antara lanjut atau pisah. Tak bisa di pungkiri Yudha masih bertahta di hati Hana yang terdalam namun Hana pun tak munafik dengan perasaan sukanya pada Sean.


Karena bagaimanapun selama pelarian Hana, Sean berperan penting dalam kelangsungan hidup Hana dan kembar selama di rantau, perhatian dan kenyamanan yang di berikan Sean mampu membuat Hana menjadi sedikit goyah.


Ketika Hana merasakan dilema persimpangan hatinya, maka muncul penyesalan dalam diri Hana.


"Kenapa aku kembali pulang?, bukankah aku datang kemari dengan tujuan mengurus perceraian aku dan mas Yudha" bimbang hati Hana.


Merasa terjebak dalam pusaran perasaan yang di miliki, antara Yudha dan Sean siapa uang harus di pilih sedangkan keduanya memiliki porsi masing masing menurut hati Hana.


Anggaplah Hana wanita egois, tapi bukan kah Hana berhak untuk bahagia juga bukan?. Sebisa mungkin tiada hati yang terluka karena ada Dee dan Dit yang menjadi pusat dari kehidupan Hana sekarang.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2