
Di suatu pagi di rumah Hana.
Tringg.. Tringg..
"Assalamu'alaikum Hana" sapa Yudha dari seberang sana.
"Waalaikumsalam mas Yudha" Hana balik menyapa.
"Anak anak pada ngapain?" tanya Yudha.
"Kids, ayah mencari kalian" Hana tidak menjawab tanya Yudha tapi langsung memberikan gawainya pada si kembar.
"Ayah, apa ayah lagi sibuk yah?, dua hari ini ayah tidak datang ke rumah bahkan tidak memberikan kabar. Apa ayah tidak mencintai kami lagi atau tanpa sengaja kami berbuat nakal hingga ayah membenci kami?" Dit memberondong Yudha dengan pertanyaan pertanyaan yang membuat Yudha bingung mau lebih dulu jawab yang mana.
"Ayah minta tolong yah, speaker telepon ibu di aktifkan" pinta Yudha.
"Oke" ucap Dit.
"Ayah tidak ada kabar selama dua hari ini di karenakan ayah lagi sakit sayang. Ayah sengaja tidak memberitahukan kalian karena takut kalo kalian tau pasti akan datang menjenguk ayah, dan ayah tidak mau kalian terjangkit penyakitnya ayah" Yudha menjelaskan ketidak hadirannya.
"Sebagai gantinya akhir minggu ini kita piknik ke pantai yuk, atau kalian mau piknik ke mana bersama ayah. Kalau ibu mau ikut juga gakpapa kok" ajak Yudha namun penuh maksud.
"Kita piknik ke villa aja, terus kita bakar jagung, ayam, sosis dan sebagainya. Kayak mommy cerita mommy" ucap Dit.
"Bagaimana dengan ibit dan Dee setuju atau tidak?" tanya Yudha karena sedari tadi mereka berdua cuma diam saja.
"Setuju" kompak Hana dan Dee.
"Kita berempat saja kan Yah?" tanya Dee.
"Baiklah kalo itu kemauan Dee" pasrah Yudha namun dalam hati riang.
Mereka pun sepakat selesai Sholat Jumat mereka melakukan perjalanan ke villa milik Yudha, cuma mereka berempat saja. Dan akan pulang di hari senin, tak apa Yudha gak masuk nanti di gantikan ayahnya.
"Nanti bahan makanan beli di jalan aja, sekalian stok dua hari selama di villa. Jangan lupa bawa baju yang agak tebal biar gak kedinginan" pesan Yudha sebelum mengakhiri panggilan teleponnya.
__ADS_1
Setelah memutuskan sambungan teleponnya Yudha pun turun ke lantai bawah dan menemui Stella dan Salsa.
"Sebentar sore, kamu dan Salsa aku jmput kita mau ke rumah utama. Mama dan papa mengajak ketemuan" ucap Yudha sebelum memulai sarapannya.
Melihat Yudha yang sudah menghabiskan sarapan ya, maka saatnya Stella bertanya beberapa pertanyaan.
"Ada apa mama dan papa mau bertemu aku?" tanya Stella penasaran.
"Aku juga gak tau, cuma semalam mama telepon cuma bilang itu aja" acuh Yudha karena memang demikian adanya.
"Baiklah, mama dan papa mau di bawakan apa?" tanya Stella lagi dengan senang karena untuk pertama kalinya Stella datang karena undangan orang tua Yudha setelah keributan di restoran beberapa waktu yang lalu..
"Gak usah membawa apa apa, cukup bawa diri aja" saran Yudha.
Sore hari pun tiba, Yudha pulang kerja langsung menjemput Stella dan Salsa.
"Bagaimana penampilan kami berdua? " tanya Stella meminta pendapat Yudha.
"Orang tuaku tidak melihat penampilanmu Stella tapi melihat sikap dan atitut kamu" jujur Yudha.
"Kamu mas, muji istri aja susah banget sih" Stella ngambek.
Mereka akhirnya mengakhiri debat kusir mereka dan memilih diam selama perjalanan ke rumah utama.
"Assalamu'alaikum mah pah" Yudha mengucapkan salam.
"Waalaikumsalam, ayo masuk" ajak mama Anne.
"Mah ini ada buah dan kue buat orang rumah" ucap Stella.
Mereka memutuskan membawa tangan berupa kue dan buah.
"Terima kasih dan ayo langsung ke meja makan" ajak mama Anne.
Selesai sudah mereka makan malam dengan tenang.
__ADS_1
"Ayo kita ke ruang tamu, ada yang mau mama dan papa bicarakan" kata mama Anne sedari tadi aktif berbicara. Papa Kaisar serta adek dan adek ipar Yudha hanya diam saja.
"Papa dan mama sudah memutuskan kalian bertiga akan tinggal di sini bersama kami. Ada beberapa hal yang kami pikir kan, mungkin kamu akan tersinggung bahkan marah Stella tapi ini untuk kebaikan bersama. Beberapa hari ini pertemuan Yudha bersama kembar begitu intensif bahkan jujur Yudha pun masih tidur bersama anak anaknya dan Hana" ungkap mama Anne.
"Mas apa apaan kamu?, beberapa hari tidak pulang ternyata kamu tidur dengan Hana" marah Stella.
"Mbak, kamu gak mengidap penyakit Alzheimer kan?, masa hal sekecil itu saja bisa lupa" tekan Dinda santai.
"Berkaca kek, istri siri" skak mat Manda, membuat Stella mati kutu.
"Sudah jangan berdebat. Kamu tidak berhak marah Stella karena waktu menikah dengan Yudha kamu tau kan status dia apa?, dan seharusnya kamu sadar kalo Hana dan kembar yang lebih berhak atas Yudha"..
" Maksud kami kalian tinggal di sini supaya, kamu Stella tidak mempermasalahkan Yudha bertemu dengan istri pertamanya dan kembar. Kamu sedikit beruntung karena tinggal dengan kami"..
"Hanya tolong jaga sikap kamu bila nanti Hana dan cucu cucu saya datang ke rumah ini dan jangan berbuat keributan bahkan memancing keadaan" tegas mama tidak ingin di bantah.
"Maaf Mah kalo Yudha motong pembicaraan mama. Bisakah pindahan kami di tunda selam dua hari, besok aku Hana dan kembar mau piknik dan pulangnya di senin pagi. Dan soal kerjaan di hari senin, bisakah papa mengantikannya dulu?" pinta Yudha.
"Kakak curang, kenapa aku gak di ajak. Aku ikut yah?" kesal Manda yang gak di ajak.
"Itu kemauan Dee, dek!, karena gen papa dia tidak bisa ke pantai" Yudha menyalakan papa Kaisar.
"Hei bung, ikuti saja kemauan cucu cucu papa" ucap papa bangga karena anak anak Yudha dan Hana sepenuhnya ikut gen dari papa Kaisar.
"Itu saja yang bisa di banggakan" ucap mama Anne sewot.
Disaat keluarga Kaisar berbahagia, Stella merasa geram.
"Kenapa mas, kamu bisa menyediakan waktu kamu buat mereka tapi tidak untuk aku dan Salsa. Kamu sudah berubah semenjak Hana dan kembar pergi dari hidupmu, bahkan tidak mengganggap aku dan Salsa. Bahkan kamu sudah tidak pernah memberikan aku nafkah bathin sejak saat itu. Aku bisa bertahan sampai sekarang pun karena aku masih yakin kalo cintamu tidak berubah dan ada Salsa di antara kita. Namun setelah melihat semua ini aku yakin cintamu telah berkurang, bahkan mungkin sudah tak ada sedikit pun buat aku, aku yakin bisa menumbuhkan cinta kita lagi. Aku tahu aku salah telah masuk ke dalam rumah tanggamu dengan Hana, tapi bukan kah itu atas kemauanmu. Bisakah kamu bertanggung jawab sampai akhir dengan pilihanmu. Aku mohon jangan campakkan aku dan Salsa setelah Hana dan anak anak kalian datang kembali, mereka punya hati begitu juga aku mas" ungkap Stella setelah beberapa tahun menahan sesak karena di acuhkan Yudha.
Stella menangis dengan memeluk dirinya sendiri di depan keluarga besar Yudha, melihat hal itu tentu saja mereka pun terenyuh. Stella tak bersandiwara dia jujur dengan perasaanya.
Pembicaraan mereka ini ternyata di dengar oleh Hana, Tri dan kembar. Membuat mereka menyadari bahwa ada yang terluka dengan kedatangan mereka.
"Keputusan yang tepat kita datang kesini, jadi kita tau permasalahan mereka Na" kata Tri.
__ADS_1
"Kids, maaf yah kalian mendengarkan pembicaraan ini. Tapi berusahalah tidak mengungkapkan pada ayah, biarlah kita pendam sendiri. Tetap lah menyanyangi ayah seburuk apa pun ayah, karena dia ternyata tulus mencintai kita" ucap Hana di ikuti anggukan kepala kembar.
Bersambung..