Ratu Tapi Selir

Ratu Tapi Selir
Bab 40 Kepulangan


__ADS_3

Hana Sean serta si kembar terlihat di bandara keberangkatan menunggu panggilan menuju ke pesawat..


Mereka duduk bercanda dan mengundang banyak mata mengagumi mereka seperti keluarga yang bahagia..


"Keluarga yang harmonis"...


" Gen yang tak perlu di pertanyakan"..


"Bisakah kita membuat anak seperti mereka?"..


Begitulah percakapan dari penumpang yang lainnya..


Yang tidak di perdulikan oleh keempatnya..


Akhirnya panggilan menuju ke pesawat terdengar, dan mereka pun melangkah ke pesawat di kelas bisnis..


Hana duduk bersebelahan dengan Sean dan Dit bersebelahan dengan Dee, waktu penentuan kursi Dit dan Dee berebut duduk dengan Sean bahkan hampir membuat keributan.. Mau tak Hana membuat keputusan mereka berdua tidak ada yang duduk dengan Sean..


"Mommy apakah kau senang duduk dengan daddy?" tanya Dee..


"Apakah ada alasan ibu untuk tidak senang?" jawab Hana..


"Mommy ingin memiliki daddy untuk dirinya sendiri" sambung Dit..


" Mengapa kalian susah sekali menerima putasan yang ibu buat?" tanya Hana lagi..


Mendengar perdebatan ibu anak membuat Sean merasa bahagia dan senang..


Akhirnya pesawat pun terbang menuju negara I, setelah menempuh beberapa jam perjalanan akhirnya mereka pun tiba dengan selamat..


"Kids pakai ini yah, apa lagi kamu Dee yang memiliki kulit yang sensitif" kata Hana sambil memberikan sunblock pada kedua anaknya, Dee harus memakai agak banyak karena dia memiliki kulit sensitif pada sinar matahari, apalagi negara I merupakan negara cenderung panas..


"Selamat datang ke indonesia" kata Sean seolah olah dia adalah tour guide..


Tak lupa memotret Hana dan kembar serta dirinya, lalu meminta ijin Hana untuk unggah ke medsos miliknya..


Akhirnya kembali lagi ke sini setelah enam tahun lamanya..


#Liburan


#KeluargaBahagia


Like 1,2M Loves 1,3M


Coment 1M..


Tulis Sean di sertai foto mereka berempat dan memiliki banyak komentar pro dan kontra..


Termasuk Tri, Yudha dan Putra..


Pip.. Pip..


"Kalian liat medsos Sean gak?" tanya Putra..


"Emang apaan?" balas Yudha..


"Tra loe gak jelas banget sih" ujar Tri..


Masuk foto yang di unggah Sean..


" Baru masuk lima belas menit yang lalu dan mereka sempat bikin live bersama sama" masih Putra..


"Gila gak sih ini namanya"..

__ADS_1


" Kalo begitu selama ini Sean yang susah menyembunyikan Hana dan anak kembar Yudha"..


"Kalo seandainya itu benar, parah sih Sean" lanjut Putra..


"Akan gue bunuh biar pun dia sahabat gue sekali pun" kata Yudha yang emosi di ruangannya, bahkan sudah memporak porandakan ruangan kerjanya..


"Cari tau dia sekarang ada di mana" titah Yudha..


" Jangan langsung memarahi Sean, kita dengar dulu cerita menurut versinya" bijak Tri..


Tri langsung melakukan panggilan vidio bersama Sean Putra dan Yudha..


Sean memandangi gawainya yang berbunyi di sertai ikon kamera vidio..


"Mereka pasti uda tau dan mereka melakukan vidio call" kata Sean pada Hana sambil menunjukkan gawainya..


"Ciecie yang takut" goda Hana..


"Mommy" panggil Sean balik menggoda membuat muka Hana tersipu..


"Hai gais" sapa Sean yang memutuskan menjawab vidio call mereka..


Melihat muka Yudha yang bengis dan terlihat hendak membunuhnya buru buru Sean membalik kamera telepon ke arah Hana dan anak anak yang sedang makan siang di kafe bandara..


"Hai Hana dan kembar, selamat datang kembali" tanya Putra yang takjub dengan perubahan Hana dan si kembar..


"Kapan kalian tiba dan tidak memberitahukan padaku biar aku yang menjemput" tanya Tri..


"Gais maaf kembar tidak memakai bahasa IBU" Sean memberikan pengertian..


"Pantas kembar kebingungan" ucap Tri..


Kembar balik menyapa mereka setelah tau kalo kembar tak tau bahasa IBU..


"Anak anak ayah" gumam Yudha pelan..


"Mom bolehkah kita melanjutkan makan siang kami?" tanya Dit yang memang sedang lapar..


"Boleh sayang" jawab Hana..


Di sela sela percakapan empat sekawan ini..


"Kalian menginap di mana?" tanya Tri..


"Kita langsung ke rumah Hana saja"..


" Siapa saja ya g tau kedatangan kalian?"..


"Kalian"..


" Dih sombong banget sih"..


"Gue lagi makan pe'a" kata Sean sambil memperlihatkan dirinya yang memang sedang makan..


"Daddy, bolehkah Dee memakan ice cream?" tanya Dee..


"Apakah makanan Dee sudah habis?" ucap Sean..


Hanya memperlihatkan makanannya uang sudah tak bersisa..


"Baiklah tunggu kakak Dit selesai makan baru kita beli es krim lalu kita pulang" ucap Sean..


"Mommy dengarkan apa kata daddy?" tanya Dee senang karena Hana tidak akan marah pada kakak dan adik..

__ADS_1


"Kalian selalu begitu dan berhentilah mengikuti kemauan kembar" marah Hana pada Sean..


"Ayo kita beli eskrim lalu pulang ke rumah mommy" ajak Sean lalu mengakhiri percakapan mereka berempat di telepon..


Di tempat berbeda Yudha tengah bersedih menyesal dengan keadaan yang sekarang..


Terluka dengan panggilan kembar pada Sean dan Hana, terluka dengan keharmonisan mereka layaknya suami istri dan kedua anak mereka..


"*Seharusnya aku yang ada di sana, seharusnya aku yang merasakan hal tersebut dan seharusnya..... "


"Hana, aku harus apa. Hati kecilku meyakini kalo kau datang kembali untuk memperjelas perpisahan kita berdua. Jangan Hana, jangan melepasku, jangan membuka hatimu untuk Sean, aku mohon Hana" bathin Yudha yang sedang terluka*..


Sampai sore Yudha hanya melamun menatap langit dari jendela ruang kerjanya..


Tiba tiba masuk Stella dan anak mereka hendak mengajak Yudha makan malam di restoran yang sudah Stela reservasi dari sebulan yang lalu memperingati ulang tahun pernikahan mereka berdua..


"Ayah, Salsa dan Ibu datang nih" kata Salsa dengan ceria..


"Mas, maaf ya kami mengganggu waktu kerjanya" ucap Stella yang melihat wajah suaminya yang tak biasa, seperti menanggung beban berat di pundaknya..


"Kenapa kita harus makan malam di sana?" tanya Yudha dingin..


"Aku ingin memperingati hari pernikahan kita" jawab Stella dengan lembut..


"Apakah kamu sengaja ingin memperlihatkan pada semua orang tentang siapa kita bertiga?" tanya Yudha lagi..


"Bukan begitu maksud aku mas, lagian tempatnya VIP dan berada di ruangan privasi" terang Stella..


Pas Yudha mau menyuruh Stella dan Sals pulang bunyi pesan yang masuk di gawai Yudha..


"Datanglah sebentar ke rumah, ada yang ingin aku bicarakan denganmu, aku menunggumu"..


Itulah isi pesan untuk Yudha yang ternyata dari Hana..


" Kalian pulang lah tak usah menunggu karena aku mau ke rumahku dengan Hana. Dia dan kembar ada di rumah kami baru tiba tadi pagi" ucap Yudha jujur..


Mendengar perkataan Yudha, Stella merasa tak tenang dengan kembalinya Hana..


"Apa kamu akan kembali dengannya?" tanya Stella emosi..


"Apa kamu lupa kalo Hana masih istri Sahku?" balik Yudha bertanya..


"Tapi kalian berpisah sudah enam tahun dan kamu tau kan aturan agama kita" balas Stella..


"Kenapa kamu seperti kebakaran jenggot begitu, jangan karena bersama sama terus kamu egois ingin memiliki diriku sendiri" skakmat Yudha..


"Aku akan ikut ke rumah kalian" kata Stella..


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan Hana secara pribadi, dengan adanya dirimu membuat semuanya runyam" kata Yudha..


"Aku akan tetap ikut bersama Salsa" kekeh Stella..


"Kamu yakin membawa Salsa?"..


" Kamu tau Stella kembar tidak menggunakan bahasa IBU dan mereka terdidik dengan segudang prestasi dan mempunyai piala piala yang bisa mereka banggakan, sedangkan Salsa?"..


"Kalo kau mau mengubah pikiran Hana yang akan menceraikan ku, silahkan saja kamu ikut, tapi jangan salahkan aku jika kamu nanti kecewa Stella" Yudha memperingatkan..


"Aku tetap akan ikut, aku tau kamu berkata begitu supaya aku tidak ikut dan kamu bebas bersama Hana dan kembar" ucap Stella keras kepala..


"Baiklah terserah kamu" Yudha pun mengalah akhirnya..


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2