
"Dasar anak tidak berguna, sok mau berpoligami tapi tidak bisa berbuat adil, bagaimana bisa seminggu lebih tidak menghubungi Hana bahkan saran dari mamamu saja tidak kau lakukan, merasakan hebat dengan semua ini.... " kata papa Kaisar sambil memberikan pukulan yang bertubi tubi tanpa ada yang membantu memisahkan mereka karena mereka pun begitu emosi dengan permasalahan yang di buat oleh Yudha dan Stella..
Kakek dan nenek yang merasa terpukul karena cucu dan cicit mereka telah pergi..
Setelah selesai memukul Yudha, papa berkata "Bawa pulang anakku dan kedua cucuku, sebelum mereka ada jangan menginjakkan kakimu dan istrimu di rumahku sekali pun kami sakit dan mati. Kalian semua si sini sebagai saksi dari perkataan ku"..
" Mbok tolong ambil berkas yang di maksud Hana" Tri meminta bantuan..
"Baik Tuan"..
Setelah tujuh menit Mbok kembali membawa berkas perceraian yang memang telah di tanda tangani Hana..
" Tanda tangani lah berkas ini biar kami keluarga bisa dengan cepat memprotes perceraian kalian" tegas Tri..
"Lepaskan Hana, dia juga berhak bahagia tanpamu di sini loe enak enakan dengan bini ke dua loe, di sana dia di gantung status pernikahan.. Biarkan dia dan kembar mendapatkan pengganti loe"..
" Gue tidak akan melepaskan Hana apa pun yang terjadi, gue akan tetap mempertahankan rumah tanggaku dengan Hana dan serta Stella" kata Yudha sambil mencoret berkas perceraian dirinya dan Hana..
"Jangan egois loe, pria yang hanya mau senang memiliki dua istri tanpa memikirkan perasaan salah satu istrinya, loe jahat banget sumpah" Tri tak sanggup melihat keegoisan Yudha..
Semua yang di sana melampiaskan kemarahan mereka pada Yudha..
"Tuan dan nyonya Salim, maafkan kesalahan kami dan anak kami, saya memohon" kedua orang tua Yudha berlutut di depan kakek dan nenek membuang harga diri mereka yang tinggi..
"Papa... "
"Mama... "
Adik adik Yudha pun membenci Yudha karena membuat kedua orang tua mereka seperti tak ada harga dirinya..
"Kami membencimu bang" kata mereka..
Yudha tertunduk malu dan menyesal dengan keadaan yang di buatnya, Stella membantu Yudha untuk duduk di sofa..
Papa dan mama bangkit berdiri lalu melangkah pulang tanpa melihat Yudha dan tak berbicara lagi hingga tiba di rumah mereka..
"Kalian berdua pulanglah, kami tak akan memaafkan kalian berdua bila terjadi apa apa dengan cucu dan cicit kembar kami" ucap kakek sebelum melangkah pulang..
"Kamu seorang perempuan kan?, apa lagi sekarang sedang hamil, semoga anak kalian tidak perempuan dan merasakan di poligami pria yang di cintainya" sambung nenek..
Semua menjadi takut, mendengar apa yang nenek Hana sampaikan apa lagi Stella..
"Tolong bantu gue Tri" mohon Yudha..
"Gue tetap akan mencari Hana tapi bukan berarti membantu loe"..
__ADS_1
" Dan gue memutuskan tali persahabatan kita mulai detik ini dan segala sesuatu yang menyangkut loe bukan urusan gue begitu juga sebaliknya" kata Tri..
Tri mengikuti kakek dan neneknya dari belakang..
"Mas, ayo kita pergi dari rumah ini" ajak Stella..
"Kita tidur disini saja"..
" Aku gak mau mas"..
"Aku gak bisa pulang Stella, aku harus mencari Hana dan membawanya pulang"..
" Maaf tuan, bisakah kalian pergi juga, tuan besar tidak mengijinkan tuan muda dan non ini tinggal di sini karena rumah kepunyaan nyonya Hana dan kembar apa lagi tuan rumahnya tidak berada di tempat" kata mbok Ina..
Di usir atas titah dari papanya sendiri membuat Yudha mau tak mau keluar dari rumah tersebut..
Setelah menempuh waktu satu jam lebih akhirnya Yudha dan Stella sampai di rumah mereka..
"Sini mas, Stella obati dulu bekas pukulan papa" ajak Stella di sofa ruang keluarga..
"Gak usah Yank, aku langsung istirahat saja" balas Yudha..
Stella hanya memandangi kepergian Yudha ke kamar dengan kotak p3k yang sedang di pangku..
Lima hari setelah kepergian Hana dan kembar, kabar tentang keluarga Kaisar Prayoga..
"Istri dari konglomerat asia Kaisar Prayoga di nyatakan koma setelah tiga hari di rumah sakit"
"Kaisar Prayoga tengah bersedih"
"Istri koma, Kaisar Prayoga tak berdaya"
Itulah sebagian headline berita yang sendang trending tentang keluarga Kaisar, di mana dokter menyatakan nyonya Anne Prayoga KOMA setelah terjatuh di kamar mandi..
Setelah mengetahui berita tersebut Yudha langsung menuju ke rumah sakit tempat mamanya di rawat..
Sampai di depan pintu ruang rawat mamanya Yudha melihat papa, kedua adiknya, Tri, Putra serta kedua orang tua Putra..
"Papa bagaimana keadaan mama?" tanya Yudha..
"Pengawal, usir laki laki ini dari hadapan saya" kata papa..
"Papa.. "..
" Kamu tidak lupa kan pembicaraan terakhir kita, kau bukan lagi bagian dari Kaisar Prayoga, saya tidak akan mengambil apa yang sudah saya berikan padamu termasuk perusahaan" kata papa..
__ADS_1
"Sekarang pergilah dan kalian jangan pernah mengijinkan dia masuk untuk melihat istriku" titah papa pada para pengawal..
"Papa.. "..
"Sy perjelas lagi padamu, kalo sampai saya atau istri saya meninggal jangan datang melayat" kata papa lagi dengan kemarahan..
"Pergilah Yud, nanti gue akan info perkembangan tante" kata Putra yang kasihan mengetahui permasalahan yang terjadi di keluarga Prayoga..
"Iya Tra, tolong di info" harap Yudha..
"Ohh yah Yud, saran aja sebaiknya loe fokus pada satu wanita saja yang sekarang ada di sisimu" Putra memberikan saran..
"Gue balik pulang Dulu ya Tra" pamit Yudha..
Yudha pun pulang dengan kecewa karena tidak di ijinkan melihat mamanya yang sedang koma..
"Bagaimana mas keadaan mama?. Masih koma?, Kenapa bisa koma?" tanya Stella beruntun..
"Yank, aku ke kamar dulu yah!, mau istirahat capek banget" kata Yudha tak menanggapi Stella..
Malam pun tiba, saatnya Yudha dan Stella makan malam..
"Yank, aku dan bibi masak sayur sup ayam dan perkedel kentang kesukaan kamu nih!, Ayo di makan" ajak Stella..
"Makasi Yank!, Sebentar kamu gak usah nunggu aku pulang yah, aku mau ke rumah Silvi dan rumah Bagas siapa tau Hana ada di sana"..
" Kemarin orang suruhan gue uda ngecek seluruh bandara, kereta, kapal dan kota kota di negara ini tapi tetap gak dapat" ucap Yudha..
"Tapi mas ini sudah malam dan juga besok kamu kerja loh" Stella mengingat kan..
"Aku gak Stella, sudah beberapa hari ini aku kepikiran Hana dan anak anak,, di tambah keluarga gue yang sudah memutuskan tali kekeluargaan, belum lagi keluarga besar Hana anggap aku kasat mata setiap bertemu"..
" Aku gak bisa kayak gini La, bisa gila aku beneran" curhat Yudha..
"Apa, kok bisa papa dan mama sampai tega begitu sih sama kamu, katakan pada mereka kalo kamu bisa kasih mereka cucu lagi dari aku, kalo kamu gak bisa ngomong biar aku aja" ucap Stella..
"Silahkan kalo kamu siap di permalukan di depan keluarga besar aku" yakin Yudha..
Habis sudah hidangan di atas meja dan mereka pun berjalan ke arah masing masing..
Yudha keluar rumah mencari Hana dan Stella yang marah karena perkataan Yudha..
"Kenapa sih, sudah pergi juga masih tetap di cariin" bathin Stella berujar..
Bersambung...
__ADS_1