Ratu Tapi Selir

Ratu Tapi Selir
Bab 32 Memilih berpisah


__ADS_3

Tidak terasa sudah seminggu kedua bayi kembar tersebut lahir, waktunya Hana keluar rumah sakit beserta anak anaknya..


"Kok jadi banyak begini kado buat bayi kembar" gumam Hana..


"Ini mah masih sedikit Na, masih ada di rumah mama dan sebagian di kirimkan langsung ke alamat rumah kalian" kata mama jujur..


"Mau di apain kado sebanyak ini?" tanya Hana..


"Kayaknya sampai si kembar umur lima tahun aku gak usah beli apa apa lagi" ujar Hana bercanda..


"Salah kamu Na, bukan sampe lima tahun tapi sampai masuk SD" kata papa membalas candaan Hana..


"Hahahaha,, papa bisa aja" balas Hana..


Karena asik bercanda tidak terasa, mobil mereka sudah masuk ke dalam halaman rumah Hana..


Setelah tiba di depan pintu Hana menjadi terharu karena di sambit oleh Tri dan keluarga besar Hana dan Yudha serta teman teman dekat Hana..


"Selamat datang pewaris Kekaisaran Kaisar Prayoga" ucap mereka serempak..


"Wah mereka ganteng dan cantik"....


" Astaga mirip banget dengan Yudha dan Kaisar"....


"Yang cewek versi wanitanya"....


" Kamu cepat kawin biar bisa kasih mama bayi lucu kayak begini"....


" Kalian kalah cepat dari Hana"....


Itulah beberapa penggal kata kata yang keluar dari beberapa kerabat Hana dan Yudha..


Kemudian Hana duduk di sofa ruang keluarga, sedangkan mama dan papa duduk di karpet tebal berbulu dan terdapat bouncer khusus bayi yang di pesan di luar negeri dan di produksi khusus buat bayi kembar tersebut..


"Surprise" kata Yudha yang membawa kereta dorong buat bayi kembar Hana dan Yudha..


Kereta dorong bayi yang ada lambang khusus keluarga Kaisar yang sudah ada turun temurun..


Berlapis emas dan berlian yang di disain sendiri oleh kakeknya si kembar..


"Mewah sekali"...


" Astaga kalo di rupiah kan brp duit tuh? "...


"Masih bayi aja statusnya seperti anak Raja"...

__ADS_1


" Kalo kak Yudha ada kakak dan adik yang jomblo, aku mau"...


" Tadi aku bantu mbok Ina antar bingkiaan dari beberapa rekan kerja aya dan kakek si kembar aja hampir pingsan, mereka berdua uda ada ruang spa sendiri, apa lag lantai tiga rumah ini khusus buat mereka berdua dan fasilitasnya bukan kaleng kaleng"...


Perkataan beberapa kerabat dari Hana, yang benar benar takjub dengan kebutuhan si kembar..


"Makasi yah buat mama dan papa kepada si kembar dan Terima kasih mau menerima mereka dan menyayangi mereka berdua" kata Hana dengan tulus..


"Jangan berterima kasih Nak, bagai mana pun bayi kembar ini cucu kandung darah daging Yudha" kata papa Yudha..


"Mereka sekarang menjadi prioritas papa dan mama"..


Hana dan Yudha saling berpandangan dengan pikiran masing masing, Hana yang masih enggan memaafkan Yudha dan Yudha yang menyesal dengan kejadian yang terjadi sebelum Hana melahirkan..


Yudha teringat pembicaraan mereka berdua, tiga hari setelah kembar lahir..


Pada saat itu pembicaraan mereka berdua tak ada yang mengetahui..


Flashback On..


"Na, maafkan abang sudah buat kamu terluka" kata Yudha meminta maaf..


"Tidak ada yang salah dalam kejadian ini, jadi abang tidak perlu meminta maaf dan tak ada yang perlu Hana maaf kan" ujar Hana..


"Na, awalnya mang Stella menelepon dan mengatakan kalo dia sakit, makanya abang langsung ke rumah kita" kata Yudha..


"Na, katakan sesuatu jangan diam saja" Yudha putus asa karena Hana hanya diam saja..


"Hana tau kalo abang juga suami Stella, tapi sekarang itu waktunya abang dengan Hana, seharusnya waktu abang tau Stella berbohong seharusnya abang langsung pulang ke rumah papa dan mama. Tapi yang ada abang malah mengirim pesan bahwa abang ada kerjaan di luar kota"..


"D bohongi orang lain Hana masih bisa menerima tapi kalo di bohongi suami sendiri yang berpoligami Hana gak terima bang" suara Hana mulai meninggi..


"Mari kita berhenti sampai di sini saja bang, Hana nggak mau rumah tangga ini hanya Hana yang berusaha bertahan, Hana gak mau capek hati capek mikir sendiri bang"..


"Tolong bawa Stella keluar termasuk abang, setelah kembar umur setahun mari kita urus berkas perceraian agar Sah di mata hukum" kata Hana yang menahan tangis..


"Hana... Abang mohon jangan begini Na, maafkan abang. Bang janji akan bersikap adil, jangan pisah Na abang mohon" turun sudah air mata Yudha mendengar keinginan Hana..


"Kembar butuh orang tuanya" ucap Yudha..


"Kalo soal kembar, Hana tidak akan menghalangi abang buat ketemu dengan mereka" kata Hana balik..


"Biarlah kita menjadi orang tua yang kompak dalam mengurus mereka, dan juga suatu saat pasti abang akan mempunyai anak dari Stella" sambung Hana..


"Mari sudahi sampai di sini saja" tutup Hana karena mau beristirahat..

__ADS_1


Yudha yang duduk sebelah brankar Hana hanya tertunduk kepalanya karena telah mengalir deras air matanya..


Hana dan Yudha tak menyadari pembicaraan mereka di dengar oleh sepasang suami istri yang saling berpegang tangan untuk menguatkan satu sama lain..


Terluka karena rumah tangga anak mereka sedang berada di tepi jurang.. Berharap masih bisa bertahan demi anak anak mereka..


Flashback Off....


Seluruh lapisan masyarakat serta relasi bisni yang bekerja sama di buat penasaran akan wajah kedua bayi kembar tersebut, sehingga membuat para pencari berita sampai berbuat nekat dengan mendatangi kediaman Kaisar dan Yudha Prayoga agar mendapatkan beberapa foto anak kembar Yudha Prayoga..


Sampai orang tua Yudha dan Yudha akhirnya turun tangan dengan mengundang para wartawan untuk menghadiri acara Aqikah kedua cucu kembar mereka..


Masih di hari yang sama para keluarga mengadakan rapat untuk membicarakan acara Aqikah serta pengumuman nama dari anak anak Yudha dan Hana..


Setelah memakan waktu yang agak lama akhirnya mereka memutuskan bahwa acara Aqikah akan di lakukan pada saat bayi kembar berumur empat puluh hari dan di lakukan di kediaman orang tua Yudha serta mengundang bebrapa Kiyai besar dan para jamaahnya..


Pada sore hari, akhirnya rumah Hana dan Yudha mulai sepi dari keluarga keluarga yang datang berkunjung, hanya ada mama papa dan Tri, sedangkan keluarga inti dari Hana telah kembali ke rumah kakek dan nenek..


"Apakah ada yang ingin kalian berdua sampaikan? " tanya papa tanpa basa basi..


"Masalah apa Pa?, bukan kah masalah Aqikah kembar telah di sepakati bersama, sebagai orang tua dari kembar kami hanya mengikuti saja karena kalian yang lebih berpengalaman" jawab Yudha diplomasi..


Setelah itu papa memberikan teleponnya sambil memperdengarkan suara seorang pria dan wanita yang sedang bertengkar..


"Papa... "


"Mama... "


ucap Yudha dan Hana..


"Berpisah lah setelah cucu kami berusia satu tahun, dan anak anak biar kami yang mengurusnya" mama memutuskan sambil menangis..


"Mama kecewa marah sama kamu Yudha, apa yang kamu rasakan kalo papa berbuat begitu pada mama.. Seumur kembar mungkin tidak mengapa tapi bagaimana kalo pas dewasa pastinya kamu akan kecewa pada papamu" kata mama..


"Kamu akan menyesal kalo besar nanti mereka mempunyai ayah sepertimu bahkan bisa jadi mereka akan menyangkal dirimu" lanjut mama..


"Kalau itu sudah menjadi putusan kalian berdua kami selalu orang tua hanya mengikuti kemauan kalian tanpa turut campur, dari sekarang mama dan papa akan berpura pura tidak mengetahui kesepakatan kalian, kami akan berpura pura bodoh dengan keadaan rumah tangga kalian" sambung mama..


"Sampai bertemu empat puluh hari lagi, kami tidak akan menginjakkan kaki kami di rumah ini lagi kapan pun, kalo kami rindu kembar biarlah kami menjemput kembar di sini dan membawanya ke rumah kami" kata papa sambil berdiri pamit pulang bersama mama..


Setelah pulang kedua orang tua Yudha, Hana melangkahkan kaki ke lantai tiga rumah mereka untuk bersama sama dengan bayi kembar dan menganggap Yudha..


"Semoga tidak ada kata penyesalan bro dan bila kamu dan Hana bercerai Hana akan keluar dari rumah ini" kata Tri sambil melangkah keluar untuk pulang..


"Jangan berpisah Hana, aku sudah jatuh cinta padamu.. Aku akan berusaha menghilangkan kebenciiaan di hatimu sekali pun akan ada hati yang akan tersakiti" bathin Yudha..

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2