Ratu Tapi Selir

Ratu Tapi Selir
Bab 51


__ADS_3

Bukan hanya makan malam saja yang terasa canggung, makan pagi keluarga Yudha dan Hana tetap terasa canggung, hanya Dit dan Dee saja yang sudah kembali ceria setelah semalam bermain dan tidur bersama oma dan opa mereka.


Hingga tiba waktunya mereka bersiap siap untuk pulang kembali ke melakukan aktivitas seperti biasanya.


Tapi kali ini berbeda mobil yang di gunakan Hana dan kembar tak ada Yudha si dalamnya bukan mau Yudha tapi keinginan kembar sendiri walau pun Hana telah membujuk.


"Mommy, kami sudah terbiasa bukan tanpa hadir ayah bukan?. Kami tak ada ayah juga tak mengapa karena dari dulu kami tidak hidup bersama ayah, sedangkan Salsa tidak terbiasa tanpa ayah. Kami tak ingin berbagi kasih sayang ayah, tapi ayah yang telah membagi kasih sayang. Jadi mari hidup seperti tak mengenal ayah, kami tak mau terluka mommy" kata Dit yang di benarkan Dee.


Perkataan mereka tentu saja terdengar oleh Yudha karena Sean sedang berbincang di telepon bersama Yudha.


Yudha bertanya apakah mau singgah makan di rumah makan saung khas kota yang ada vila mereka.


Namun bukannya mendapat jawaban malah mendapati kenyataan bahwa hubungan Yudha dan anak anaknya tidak akan berjalan sesuai keinginan Yudha.


Kesakitan dan penyesalan berbanding sejalan dengan apa yang Yudha rasakan sekarang.


Setiba di saung, selama makan siang kembar hanya duduk di sebelah Sean dan tidak sekali pun melihat Yudha.


"Dit Dee, ayo sini duduk sebelah ayah biar ayah suapin" ajak Yudha menarik perhatian mereka.


"Terima kasih tapi biar Salsa saja yang di suapin, kami bisa kok makan sendiri" jawaban singkat Dee. Bertambahlah rasa sedih Yudha.


"Tuh makanannya sudah datang, ayo di makan perut oma dan opa sudah bunyi sedari tadi" canda oma Anne memecah kesunyian.


"Bismillah, selamat makan" seru mereka kompak.


Ketika akan makan tak sengaja kembar melihat Salsa di suapin ayah. Tak ingin membuat mereka sedih dengan sigap Sean pun menyuap mereka. Lagi lagi kembar susah menyesuaikan makanan yang di hidangkan.

__ADS_1


"Daddy, bisakah kita makan yang lain aja, liat muka Dee yang menjadi aneh" bisik Dit di telinga Sean.


"Coba daddy liat dulu, tunggu sebentar yah kids" ucap Sean. Setelah beberapa saat pergi datanglah Sean dan dua orang karyawan membawa sepiring udang tempura dan sup daging sapi.


"Terima kasih daddy" ucap kembar kompak.


"Kenapa Dit dan Dee tidak bilang di ayah kalo mau makan makanan seperti ini?" tanya Yudha yang sudah duduk di samping Dee, karena Hana memberikan tempat duduknya buat Yudha biar dekat dengan anak anak.


"Yang dekat kami duduk daddy Yah" ucap Dee lembut sambil makan dengan lahapnya.


"Mau ayah bungkus kan buat makan selama perjalanan?" tawar Yudha.


"Bolehkah Yah?" tanya kembar.


"Apa sih yang tidak buat kalian" jawab Yudha senang karena kembar uda mau berbicara dengan Yudha lagi.


Setelah makan bersama mereka pun melanjutkan perjalanan pulang mereka. Yudha tetaplah bersama mama Anne dan papa Kaisar.


"Kami hanya ingin meluruskan pinggang rentah kami. Apakah ada yang ingin kamu bicarakan?" ucap mama Anne yang memiliki firasat.


"Iya, ada yang ingin aku bicarakan tapi kalian beristirahatlah dulu" ujar Yudha lalu ke kamarnya membersihkan diri.


"Yank, sebentar mau di masakin makan apaan?" tanya Stella ketika melihat Yudha masuk ke kamar.


"Biar bibi aja yang masak makan malam, kamu istirahat saja dan sebentar malam ada yang mau aku omongin sama kamu dan orang tua aku" ucap Yudha.


Setelah makan malam selesai mereka berempat pun duduk di ruang keluarga.

__ADS_1


"Apa yang ingin kamu bicarakan Yudha?" tanya papa Kaisar to the point.


Sebelum menjawab pertanyaan papa Kaisar, Yudha menarik napas dalam lalu menghembuskannya secara cepat.


"Aku memutuskan melepas Hana dan besok aku akan mengurus berkas berkas perceraian kami" kata Yudha dengan sekali napas.


"A.. aappa?" tanya mereka kaget.


"Kamu yakin dengan keputusan kamu ini?" tanya mama Anne tak yakin.


"Gak boleh, pokoknya kakak gak boleh lepasin kak Hana. Manda akan membenci kakak seumur hidup Manda, bahkan tidak akan menganggap kak Yudha lagi. Kenapa harus melepaskan orang yang kita cintai dan mempertahankan orang yang tidak kita cintai" marah Manda dan secara tidak langsung mengatakan lebih baik lepaskan saja Stella.


Manda yang marah langsung masuk ke kamarnya seraya membanting pintu, membuat yang lain menghela napas melihatnya.


"Aku setuju apa yang di katakan Manda kak, bukan kah yang betul itu mempertahankan orang yang kita cintai dan melepaskan orang yang tidak kita cintai" sambung Dinda yang sudah berada di ruang keluarga bersama anak serta suaminya.


"Aku sudah memilih dan tidak akan berubah" tegas Yudha lalu berjalan keluar rumah.


Stella terdiam melihat kekacauan di dalam keluarga Yudha. Salsa tentu saja merasa bahagia ketika ayahnya memilih ibu dan dirinya.


"Mas, aku merasa dilema dengan pilihanmu. Aku merasa senang ketika kamu memilih mempertahankan rumah tangga kita, tapi aku juga tak bahagia karena aku tahu hatimu telah kau berikan pada Hana dan aku pun tahu cintamu sudah tak ada buatku lagi. Aku harus bagaimana mas, aku harus berbuat apa. *Dengan terus bersamamu apakah dapat menumbuhkan kembali cintamu padaku atau aku akan lebih terluka dalam mencintaimu. Aku bahkan belum siap untuk berpisah darimu, dulu kamu yang memaksaku untuk berada di sampingmu, sekaraang malah kamu yang berubah" bathin Stella berkata.


"Kami harus berbuat apa nak dengan rumah tanggamu?, kami hanya dapat menyaksikan tanpa memberikan solusi atas permasalahan kalian. Kami sebenarnya marah dan kecewa dengan pilihan yang kau buat tanpa memberitahu pada kami. Sekarang mungkin kau sedang menuai hasil dari pilihanmu, bahkan berkali-kali lipat kau memanennya. Maafkan mama dan papa Yudha" bathin mama Anne menangis*.


Setelah keluar dari rumah kedua orang tuanya Yudha membawa mobilnya ke bar milik Putra dan memesan minuman hingga mabuk tak sadarkan, kalau saja karyawan Putra tak menginformasikan pada Putra, dapat di pastikan kalau Yudha akan berakhir di kamar bersama wanita penghibur yang di siapkan oleh bar kepunyaan Putra dan menimbulkan permasalahan baru di dalam rahasia tangga Yudha.


"Yudha.. Yudha.. Karmamu datang semenjak anak-anakmu dan Hana datang kembali ke negara ini. Miris memang tapi kamu harus menerimanya bukan?" kata Putra yanng merasa miris melihat Yudha. Syurkurnya lagi Yudha tqk mendengar perkataan Putra karena sudah tak sadarkan diri di dalam mobil Putra.

__ADS_1


Putra akan mengantarkan Yudha ke rumah om Kaisar jkarena Putra ttau bahwa mereka akan tinggal bersama dengan orang tua Yudha.


Bersambung...


__ADS_2