Ratu Tapi Selir

Ratu Tapi Selir
Bab 35 Rencana


__ADS_3

Keesokan harinya saat sarapan, suasana hangat terasa tak ada permasalahan..


"Nak, sebentar jadi nginap ke rumah kakek nenek?" tanya mama Anne..


"Iya jadi Mah, kenapa Mah?"..


" Mama dan papa antar gimana?" tanya mama..


"Tapi gak langsung ke rumah kakek dan nenek Mah, Hana mau singgah ke rumah dulu bawa baju anak anak sebagian karena di rumah kakek dan nenek gak ada baju kembar beda di rumah mama dan papa" ucap Hana..


"Yaudah kalo gitu, nanti mama dan papa ke rumah nenek dan kakek aja langsung" kata mama..


"Iya Mah, selesai sarapan Hana dan anak anak langsung pulang sama abang Tri" ..


"Nanti sorean mama dan papa deh" sambung papa..


"Jangan sedih Pah, kan bisa ke rumah kakek dan nenek" kata mama yang melihat papa..


"Kids, liat kakek mau nangis padahal uda besar juga, di bujuk yuk kakeknya" canda Hana..


Kembar seolah mengerti dengan perkataan ibu mereka pun ikut bersedih lalu menangis kencang membuat mereka kelabakan dan terharu karena biar masih kecil tapi bisa terlihat betapa sayangnya mereka pada kakek mereka..


"Tuhkan, kakek sih pake acara bersedih, akhirnya cucunya pun ikutan sedih" sambung mama..


Akhirnya semuanya pada ketawa merasa lucu..


Waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi, tiba saatnya Hana, kembar serta keluarga Hana berpamitan pulang membuat mama Anne merasa rumahnya kembali sepi..


"Papa mama Hana sama kembar pamit pulang dulu ya, jangan lupa sebentar ke rumah kakek dan nenek ya" pamit Hana..


"Iya cucunya oma opa, hati hati di jalan yah!, Tri pelan pelan aja bawa mobilnya nanti" oma berwanti wanti..


"Siap tanteku yang cantik semakin harinya membuat aku jatuh cinta.. Kalo om dan tante berpisah Tri siap menjadi pengganti om" ujar Tri bercanda..


"Jaga pandangan mu bung, sampai mati pun seorang Kaisar tak akan melepaskan wanita secantik Anne Prayoga" balas papa juga..


Tri pun memasuki mobil bersama Tri dan Hana serta kembar sambil ketawa puas mengerjai papa Kaisar, dan tak lupa suster suster si kembar..


Tidak sampai lima menit perjalanan mereka pun sampai di rumah pribadi Hana dan Yudha..


"Loh kok ada mobil kepunyaan bang Sean?" tanya Hana sambil melihat Tri..


"Sean tau kehamilan Stella dan dia datang untuk memberikanmu semangat" ucap Tri..


Setelah mobil terparkir turunlah semua penumpang mobil tersebut, sesampai si ruang tamu terlihat Sean tengah duduk santai melihat gawainya..


"Bang Sean" sapa Hana..


"Are you okay?" tanya Sean sambil merentangkan tangannya ke samping membentuk seolah olah ingin memeluk..


Mengerti akan hal itu Hana pun melangkah ke arah Sean lalu memeluk, dapat Sean rasakan kemejanya yang basah dan Tri dapat melihat pundak Hana bergetar..


"Sus bawa kembar langsung ke kamar aja yah" perintah Sean agar mereka tak melihat Hana menagis dan tak mau kembar mengetahui tangisan ibu mereka..


"Baik Pak" kata salah satu suster, lalu mereka melangkah pergi..


Dalam pelukan Sean terucaplah beberapa kata dari Hana..

__ADS_1


"Bawa aku dan kembar pergi menghilang sampai tak ada seorang pun yang tau" kata Hana yang tak mau merasakan kesakitan yang lebih parah lagi..


"Abang kabulkan keinginan Hana" ucap Sean sambil melihat Tri..


"Maaf Tri, kamu yang tau bagaimana perasaanku bukan?" Sean melihat Tri dengan yakin..


"Gue bahagia kalo Hana bahagia" kata Tri..


Sean dan Tri kaget setelah tau Hana pingsan dalam pelukan Sean..


Mereka membaringkan Hana di sofa sambil membantu menyadarkan Hana..


"Biarkan dia, mungkin semalaman dia tidak tidur memikirkan permasalahan rumah tangganya" kata Tri akhirnya mengerti keadaan Hana..


"Tiga hari cukup bagi gue nyiapin segala keperluan mereka bertiga, bantu gue menyiapkan alibi dan harus yang sempurna" mohon Sean..


"Bilang kalo usaha loe yang di paris sedang bermasalah dan membutuhkan waktu yang agak lama, setelah itu berimprovisasi dengan pikiran loe sendiri" ucap Tri mantap..


"Pulanglah sebentar malam ketemuan di kafe loe dan gue ngajak ngumpul kita berempat dan di saat itu loe pamit pada kita dan bekerja samalah dengan orang tua elu" tutup Tri lalu masuk ke kamar miliknya untuk berganti baju hendak ke kantor.. Karena beberapa hari lagi Tri akan benar benar keluar dari kantor Yudha sesuai dengan kesepakatan mereka berdua, oleh sebab itu Tri harus menyelesaikan beberapa tugas kantor..


"Gue pamit pulang" kata Sean tanpa membalas Tri..


Sore hari Hana, kembar dan suster suster kembar menuju ke rumah kakek dan nenek Hana untuk menginap..


"Assalamu'alaikum" sapa Hana ketika masuk rumah..


"Waalaikumsalam" sapa orang rumah..


"Mama dan papa kok uda duluan ke sini?" tanya Hana kaget melihat papa dan mama..


"Sengaja buat kamu kaget" jawab mama sambil senyum senyum..


"Hai cucu cucu oma, hhumm kalian wangi banget sih" ucap mama gemas melihat cucunya..


"Masa cuma main dengan oma doang, opa di cuekin" kata papa manja..


Maka bermainlah mereka berempat, tak lama kakek dan nenek buyut mereka ikut bergabung..


Bercanda dan tertawa tanpa memikirkan permasalahan yang ada.. Mereka cuma fokus pada cucu/cicit mereka..


Di kantor Yudha...


"Gais, sebentar malam ke kafe ya, ada yang mau gue omongin nih" pesan dari Sean..


"Mau ngomong apa sih?, kenapa gak langsung di sini aja" balas Putra..


"Kepo loe Tra" pesan Yudha..


"Otw"..


"Bos gue balik duluan ya, jangan takut kerjaan gue uda mau selesai kok, gak nyampe seminggu uda kelar" sambung Tri..


"Enak aja main Otw, kalo gitu gue juga ikut" pesan Yudha ternyata..


"Dih gak usah manja, pake mobil sendiri aja" balas Tri..


"Gue juga aahh kalo gitu" sambung Putra..

__ADS_1


"Jangan seenaknya ninggalin kerjaan loe pada ya"..


"Lanjut kerja sana, ntar malam baru ketemuan" kata kata Sean..


"Gue uda otw bro" balas Tri sambil mengirim foto sendirinya yang berada di dalam mobil yang berjalan..


"Anjritt, main duluan aja gak kompak loe" balas Putra buat Tri..


"Gue juga" kata Yudha melakukan hal yang sama dengan Tri..


"Woy loe berdua emang ******" omel Putra yang merasa tertinggal padahal dia sedang berada di rumah sakit membantu ayahnya memeriksa laporan rumah sakit..


Satu jam lebih akhirnya mereka berkumpul..


"Ada yang mau gue omongin" awal pembicaraan Sean..


"Apaan sih bikin khawatir aja" Putra mulai kepo..


"Bisa kan ngomong aja langsung, gak usah ribet" ujar Tri sok..


"Bisa diam gak loe pada?" emosi melihat mereka..


"Gue mau ke Paris lagi dan kali ini agak lama, kafe gue bermasalah dan maaf gue gak bisa menceritakan hal mendasar dari permasalahan ini dan tolong jangan mencari tau biarkan gue menyelesaikan sendiri sebagai bentuk kedewasaan gue, bila gue uda gak bisa menyelesaikan nya gue akan meminta bantuan loe pada" kata Sean berharap pengertian mereka..


"Loe anggap kita sahabat loe gak sih?" bentak Putra marah karena Sean tak mau menceritakan kesusahannya..


"Gue kira sekian lama hubungan ini kita benar benar menjadi sodara" tambah Yudha..


"Sean, kenapa kayak gini sih" imbuh Tri..


"Gue bukan egois atau apa pun tapi gue malu menceritakan semuanya" bela Sean..


"Katakan masalah apa yang menimpa loe sekarang" desak Putra..


"Kenapa sih loe pada desak gue menceritakan masalah gue pada loe semua" bentak Sean emosi..


"Waktu masalah Yudha kami pun begitu Sean dan loe juga ada pada saat itu" balas Putra..


"Jangan kayak gini loe bertiga, malu di liatin orang" bujuk Tri karena mereka sudah menjadi tontonan pengunjung yang datang ke kafe..


"Gue malu buat ceritain aib gue" kekeh Sean tak mau jujur..


"Cerita atau gue akan cari tau sendiri masalah apa loe?" Yudha berkata..


"Gue.. Gue hamilin perempuan waktu gue mabok, dia minta pertanggungjawaban tapi gue menolak dan lebih parah gue bilang kalo itu bisa saja bukan anak gue, padahal gue yang ambil keperawanannya"..


" Gue laki laki brengsek kan?, gimana gue mau tanggung jawab sedangkan wanita yang gue cintai di sini juga menderita, gue mau menghilangkan kekecewaan dan sakit hatinya pada seseorang dan malah kalo mereka memutuskan berpisah gue akan menjadi pengganti pria yang di cintainya..


Antara marah dan bahagia, Yudha mendengar perkataan Sean dan Yudha mengerti siapa yang di maksud Sean..


Beda dengan Yudha berbeda juga dengan Putra yang tak menyangka kalo Sean sama brengseknya dengan Yudha..


Mereka berempat terdiam dengan pikiran berkecamuk..


Tanpa di sadari Putra dan Yudha kalo Sean dan Tri saling melihat sambil memberi kode satu sama lain..


"***Gila bro sandiwara loe emang menyakinkan banget, uda bisa jadi aktor nih, gue salut bro"..

__ADS_1


" Sean gitu loh" ..


Bersambung***...


__ADS_2