
Triing... Triing... Tring...
Bunyi suara HP dalam bentuk pesan milik Yudha tak ayal membuat Yudha membuka matanya melihat pesan yang ternyata pesan dalam bentuk grup
"Hai gais,, pas libur gini jln² yuk"
"Ribut aja loe ntong,, msi pagi jg 😠"
"🍛"
"..... "
Dll.........,..
Setelah percakapan panjang melalui pesan grup akhirnya 4 sesahabat ini memutuskan berkumpul di cafe milik Sean jam 04.00 sore biar malamnya mereka melanjutkan di diskotik punya Putra.
"Loe msi dengan Eva?" tanya Tri pada Putra pada saat pesanan minuman datang dan di letakkan di meja tempat mereka berkumpul.
"Masih, tapi antara lanjut apa gak. Kalian kan tau sendiri kalo Eva dan orang tuanya uda nanyain gue kapan Eva di nikahin sedangkan gue gak tau kapan mau nikah secara pernikahan menurut gue itu bullshit, hari gini masih percaya dengan pernikahan.. " kata Putra dengan gamblangnya.
"Elo sih, mau menganut asas berpacaran, kayak gue nih hidup bebas tanpa komitmen dan wanita di jadikan selingan. Kalo uda begini loe sendiri kan yang repot bingung mikirnya" ujar Sean.
"Pusing gue punya kawan kagak ada otaknya yang baik, semuanya rusak perlu perbaikan nih kayaknya. Ya uda mati aja deh sono trus idup lagi supaya otaknya terReset juga supaya bagus kembali.
Nih gue jabarkan, kalo Sean suka gonta ganti cewe, kalo Putra tak percaya pernikahan, kalo Yudha miris(entahlah maksud dari Tri apa hanya dia yang tau) " kata Tri sambil menghela napas.
Kayaknya di antara kita cuma gue aja yang bener sambung Tri.
"Eehh dendeng kutu, bacot loe makin parah nih kayaknya, kagak sadar diri ya loe, di antara kita cuma elo aja yang jones di sini, gak pernah ngaca ya, atau jangan jangan ada yang loe naksir di antara kita bertiga?" tanya Sean.
Tak ayal membuat bulu kuduk Sean, Putra dan Yudha berdiri.
__ADS_1
"Dih pemikiran sarap emang,, kalian uda gak ada obat buat di sembuhin nih. Lagi pada gak kerasukan kan?,, eehhh gue masih sendiri itu karena gue yakin kalo jodoh gue itu pasti yang terbaik karena di persiapkan dengan kesempurnaan oleh sang Pencipta, kagak seperti kalian ini yang jauh dari jodoh biar pun kalian gak jomblo" jawab Tri secara diplomatis.
"Seterah loe deh mblo, dari pada puyeng. Btw gue mau ke lantai dansa dulu ya gais siapa tau dapat mangsa, lumayan buat pake malam minggu, kalo dapat dua ato tiga anggap aja bonus" kata Sean sambil ketawa puas melangkah ke lantai dansa dengan semangat di susul Putra yang menuju ke lantai dansa.
Tepat pukul 01.00 malam.
"Gais gue cabut duluan ya, Stella 35 menit lagi pasti telepon, kalo dia tau gue di diskotik bakal marah besar dia, tau sendiri kalo Stella wanita baik baik yang gak suka dengan dunia malam" pamit Yudha di ikuti Tri yang juga pamit undur diri karena uda ngantuk.
Yudha dan Tri akhirnya meninggalkan Putra dan Sean yang masih berjoget joget riang di temani beberapa wanita yang mereka kenal di lantai dansa.
Akhirnya Yudha dan Tri pun sampai di apartemen Tri dengan mengendarai mobil masing masing, biar begitu mereka tidak berani tuk mabuk apa lagi mabuk sambil mengendarai mobil dan masuk ke dalam kamar masing masing tuk membersihkan diri sebelum tidur..
"Hai sayang, maaf ya beberapa hari ini aku banyak kerjaan photoshoot dan iklan yang harus segera rampung karena mau memasuki musim panas dan banyak klien yang rewel karena produk mereka" ucap Stella dengan senyum semanis mungkin.
"Jangan terlalu capek kerja yank, ntar sakit loh" ucap Yudha yang perhatian pada kekasih hatinya.
"Yank ada tas dan sepatu baru dari HEMRES nih, di produksinya gak ampe 100pcs jadi produk Unlimited gitu, Sayang beliin aku yah" rayu Stella dengan suara manja.
"Iya sayang, apa sih yang gak buat kamu" balas Yudha meng louloudspeak sambil mengetik gawainya.
"Makasi Yank, uangnya uda masuk dan aku tutup dlu ya mau lanjut kerja dlu. Ingat ya di sana jaga hati jaga mata karena aku pun di sini menjaga hati dan mataku buat kamu seorang" kata Stella.
Setelah itu Yudha pun tertidur setelah mengetahui kabar dan keadaan Stella di negara A.
Jam menunjukkan pukul 11.00 siang,, 2 pemuda tampan ini pun terbangun dan keluar dari kamar mereka masing masing masih dengan muka bantal mereka..
"Gue lapar Tri, di kulkas ada makanan apaan?" tanya Yudha yang sudah duduk di sofa sambil mencari remot Tv.
"Kulkas uda kosong dari dua hari yang lalu, gue lupa isiin kulkas" jawab Tri yang selonjoran di sofa yang letaknya berseberangan dengan Yudha.
"Yaudah gih pesan makanan, makan ayam geprek boleh nih" lanjut Yudha.
__ADS_1
"Gue chat Hana dulu ya, siapa tau dia ada makanan yg tersedia biar langsung makan" sambung Tri sambil chattan dengan Hana, tak sampai 5 menit chat Tri di balas oleh Hana mengatakan bahwa hanya ada sayur asem, tahu bacem, ikan asin dan sambal terasi. Semua baru selesai di masak sambung Tri sambil menarik tangan Yudha yang masih duduk dengan tak sabar.
"Oke tapi gue mandi dlu, gak enak msi bau jigong ida bertamu di rumah orang apa lagi rumah seorang gadis, gue kagak mau malu gue kayak gak ada harga diri" kata Yudha sadar diri.
"Sok jaim loe Yud, masi ganteng juga ngapain malu kecuali loe impoton noh baru loe malu" ujar Tri tidak sabar karena lapar dan juga menu makanan yang di bilang Hana membuat Tri tak bisa menahan rasa laparnya lagi.
Menonyor kepala Tri, hanya itu yang di lakukan Yudha membalas perkataan Tri yang menyebut impoten.
Setelah di persilahkan masuk dan langsung mengambil makanan Hana Yudha dan Tri makan dengan hikmat dan menikmati hidangan yang di depan mata..
Tri nambah 3x, Yudha pun 3x sehingga makanan pun habis tak tersisa, padahal Hana membuat sekalian tuk makan malam, tapi Hana tak bersedih atau punn marah malah senang karena makanannya di nikmati dan sesuai dengan Yudha dan Tri..
"Maaf ya Hana, membuat makanan kamu habis tak bersisa bahkan tuk makan malam pun tak bersisa" kata Yudha serius dengan rasa bersalah.
"Saya malah senang karena dengan begitu saya tau kalo pak Yudha dan pak Tri bisa memakan hidangan yang saya hidang dan menu ini masuk dalam list makanan yang nanti saya masak buat pak Yudha dan pak Tri sesuai kerja sama yang sudah di setujui kemarin" kata Hana dengan senyum manis membuat Yudha dan Tri merasakan perasaan yang tidak bisa di artikan.
"Sebagai permintaan maaf saya, bagaimana kalo sebentar malam kita dinner jam 07.00 nanti bertemu di lobi saja dan kita akan dinner di restoran ABC yang terkenal itu tentunya dengan Tri" kata Yudha menjelaskan, takut ada kesalahpahaman dengan kata kata Yudha.
"Baiklah kalo begitu" jawab Hana.
"Kalo begitu saya dan Tri balik ke rumah dulu yah, sampai ketemu jam setengah tujuh nanti" pamit Yudha di ikuti Tri sambil berjalan ke arah pintu dan keluar dari rumah Hana.
Sesampai di rumah Tri.
"Tri booking restoran ABC sekarang minta yang VIP" kata Yudha dan di anggukin oleh Tri.
Malam pun tiba, Yudha Tri dan Hana memasuki restoran ABC dengan berkharisma membuat pengunjung lain melihat mereka bertiga dengan takjub dan tak segan segan memuji mereka bertiga seperti dewa dewi dari kayangan.
Bukan Hana yang kaget tapi juga Yudha,, bagaimana tidak kaget pada saat mereka masuk duduk dua orang lelaki yang tidak kalah tampan, siapa lagi kalo bukan Sean dan Putra yang juga terhipnotis melihat Hana,, apa lagi saat bersalaman Hana tersenyum dengan manisnya membuat gingsul Hana terlihat..
"Apa Hana jodoh gue?" kata Sean dan Putra kompak dalam hati..
__ADS_1
Sesuai pikiran Yudha kalo ini pasti kerjaan Tri,, terlihat cuek. Tanpa basa basi langsung menuju ke meja yang sudah di siapkan,, sebelum duduk Yudha menarik salah satu kursi tuk mempersilahkan Hana duduk dan hal itu tak lepas dari pandangan Tri, Sean dan Putra,, membuat mereka bertiga senyum tipis,, saking tipisnya tidak terlihat oleh masing masing dari mereka..
"Kalo memang Hana jodohnya Yudha, gpp gue ikhlas dan kalo gak berjodoh gue berdoa meminta mereka berdua di jodohkan, gue pengen temen gue bahagia dan tidak menjadi pria B***H" doa Tri, Putra Sean dalam hati serempak tanpa mereka sadari..