
Yoga Group
"Tri makan siang yuk sama sama" kata Yudha ketika masuk di ruangan Tri sambil membawa bekal makan siang yang di buat Hana..
"Oohh sudah masuk jam istirahat ya,, gue gak sadar karena lagi banyak kerjaan yang harus di selesaikan" ucap Tri dengan wajah serius..
"Yaudah kalo loe sibuk,, gue makan di ruangan gue aja biar gak ganggu loe" ucap Yudha bersandiwara..
"Dih gitu aja ngambek,, gak cocok loe Yud kayak gitu yang ada pengen muntah gue" kata Tri dengan wajah jijik membuat Yudha tertawa ngakak.
"Ayo makan siang cepetan, abis itu loe temani gue ketemu klien di kantornya" titah Yudha.
"Yud menurut loe seru gak sih kalo kita berdua tiba tiba jatuh cinta trus saingan gitu memperebutkan cinta Hana, trus saling diam bahkan suatu ketika saling nonjok karena Hana, menurut gue seru sih. Gimana kalo kita mencoba ide gue, mau gak loe?" terang Tri sambil makan.
Perkataan Tri membuat Yudha keselek makanannya sendiri karena kaget mendengar ucapan Tri yang tidak masuk akal menurut Yudha.
Sebelum Tri menjawab masuklah Putra dan Sean dengan membawa kantong yang berisi makan siang.
"Makan siang yuk, nih gue bawain dari cafe gue, ada menu baru dan gue mau loe semua pada nyobain enak ato kagak" kata Sean sambil meletakan kantong kresek di atas meja tamu di ruangan Tri.
"Lohh kok tempat bekal kalian beda beda tapi menunya sama?, kayaknya enak nih, gue icip dikit dong" kata Putra sambil mengambil sendok Tri yang tepat berada di sebelah Putra.
Tanpa ijin atau bicara Putra langsung memakan makanan milik Tri dan betapa kagetnya Putra karena makanannya begitu nikmat gak kalah dengan yang ada di resto. Saking begitu nikmat Putra tak sadar kalo makanan milik Tri telah ludes tak bersisa dan membuat Tri geram.
" Tadi katanya cuma icip doang eehh pas gue tinggal tuk ambil minum pas balik uda abis,, kebangetan loe Tra gue makannya baru lima suapan nih mana belum kenyang lagi,tau gak Tra itu bekal hasil kerja sama dengan tetangga gue satu bulan lalu baru terlaksana sekarang ini" omel Tri tanpa jeda.
"Nih kalo masih kurang" kata Putra sambil memberikan kantong kresek kepada Tri.. Mau tak mau Tri memakan makanan yang di bawa Sean dan memakannya walau setengah hati.
"Gue icip dong Yud, penasaran dengan rasanya hingga bisa membuat tanduk di kepala Tri keluar" kata Sean.
__ADS_1
"Nih di icip tapi kalo ampe abis gue kempesin ban mobil loe" ancam Yudha dengan wajah yang serius.
"Beberapa minggu gak ketemu kenapa teman loe jadi berubah kayak gitu?" bisik Putra pada Tri.
"Dasar nih serbuk menyan, gue sentil ginjal loe. Itu juga temen loe ya" kata Tri sengaja berbicara dengan suara yang besar biar di dengar Yudha dan Sean.
"Dasar loe adu domba sengaja tuh suara di besarin" ucap Putra.
Dan Tri hanya ketawa puas karena sudah membuat Putra ketakutan.
"Kok bisa seenak ini sih, siapa yang masak?, pesan di mana ya?, resto apa namanya?,gue juga balik dari sini mau gur pesan buat makan malam, menunya apa aja yang ada?, minta nomor HP restonya dong" tanya Sean usai mengicip makan siang Yudha.
"Kamu nanya, kamu bertanya tanya?, yaudah gue..... " belum selesai Tri berkata sebuah telapak tangan pria mendarat indah di kepalanya tak ayal membuat Tri meringis kesakitan dan siapa lagi kalo bukan Putra yang memang masi duduk di sebelah Tri.
"Sakit nih" kata Tri.
"Orang nanya serius, loe nya ajak becanda" balas Putra
"Wow kok bisa sih, gue mau juga dong" kata Putra menanggapi keseluruhan cerita Tri.
Di saat mereka bertiga mempeributkan makan siang dan cerita Tri,, tanpa sadar Yudha sesekali tersenyum tipis sambil menikmati makan siangnya dengan damai dan tenang, saking tipisnya mereka bertiga tak menyadari senyum tipis Yudha.
"Perasaan apa ini?, mirip perasaan nyaman tapi bukan nyaman.. Apakah gue akan tergoda dengan Hana.. Ya Allah jangan sampe gue merasa nyaman dan memiliki perasaan cinta pada Hana dan menyakiti Stella wanita yang hingga kini masih bertahta di hati gue" kata Yudha dalam hati.
"Emang sesuka itu ya elo dengan masakan Hana sampai sampai tidak menyadari kami bertiga yang masih ada di ruang kerja elo?" kata Putra karena melihat cara makan Yudha yang tak biasa.
"Gak juga, hanya memang gue lagi lapar banget hari ini" elak Yudha
"Ada istilah dari mata turun ke hati,, tapi kalo Yudha dari mulut turun ke hati" ejek Sean menimpali.
__ADS_1
"Apakah Yudha akan bertahan dengan cinta sucinya kepada Stella atau hatinya akan membuka pintu cinta yang baru buat Hana, secara di mana mana tak ada hubungan LDR yang berakhir dengan kisah manis dan berakhir dengan perselingkuhan dan riset pun membuktikan" kata Sean memanas manasi keadaan.
"Gaklah, gue itu setia dan begitu juga dengan Stella di sana" ujar Yudha percaya diri.
"Ya kita liat kedepannya nanti,, tapi ingat bro ada Tuhan yang mampu membolak balikkan perasaan manusia" balas Sean lagi.
Kata kata Sean membuat pikiran Yudha yang sudah selesai dengan makan siangnya.
"Laki itu yang di pegang kata katanya, dan gue lelaki sejati yang menjunjung tinggi kesetiaan" kata Yudha dengan angkuhnya.
"Sebentar malam gue dan Sean mau ke rumah loe,, trus sampein sama Hana ya mint tolong masakkin kita makan malam nanti bahan masakannya gue dan Sean yang bawaain jadi jam 5 sore gue dan Sean uda ada di rumah loe" kata Putra pada Tri.
"PD amat sih loe, bawain bahan tuk di masak Hana!, emang loe uda yakin kalo Hana gak sibuk dan bisa masak makan malam buat loe pada. Otak loe karatan ya sampe bisa segitunya" kata Tri bingung dengan pola pikir Putra.
"Ya itu jadi tugas loh buat yakinin Hana masak malam buat kita sebentar.. Masa gitu aja gak peka" balas Putra.
"Gak gitu konsepnya ****** kutu,, loe pikir karena gue tetanggaan dan kenal sama Hana terus gue bisa seenak nyongnyong buat nyuruh Hana.. Woy Hana juga punya kerjaan bukan penggangguran maksimal" kata Tri mulai adu argumen dengan Putra.
Perlu di ketahui,, kalo Putra dan Tri uda perang urat syaraf gak ada yang mau mengalah merasa benar sendiri dan yang bisa memisahkan mereka ya siapa lagi kalo bukan Yudha dan Sean hanya menjadi penikmat keributan di antara Putra dan Tri..
Biar pun begitu tapi persahabatan mereka masi bertahan dari SMP hingga sekarang walau mereka SMA dan kuliah,, begitu juga dengan orang tua mereka berempat.
Tidak terasa waktu istirahat siang buat para pencari cuan telah berakhir,, dan di ganti dengan melanjutkan kerjaan yang tertunda..
Tidak terkecuali dengan Yudha dan Tri, setelah Sean dan Putra pulang Bos dan wakilnya di sibukkan kembali dengan berkas berkas yang sepertinya tidak akan habis walau di kerjakan seharian.
Berbeda dengan Hana yang kaget usai membaca pesan yang masuk di gawainya,, membuat Hana memutar otaknya tuk memasak apa di makan malam sebentar yang sisa 3 jam lagi..
Karena hal tersebut membuat Hana menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat agar dapat menyiapkan bahan bahan makan malam..
__ADS_1
"Bang Tri,, tolong bilang ama temenya gak usa bawa bahan makan malam biar Hana aja yang beli ntar di ganti duit aja" ketik Hana membalas pesan dari Tri 25 menit yang lalu.
"Sekali maafin teman teman bang Tri ya,, mereka sepertinya ikut ketagihan juga dengan masakkan kamu malah tadi hampir ban mobil Sean di kempesin Yudha karena mau menghabisi makan siangnya Yudha" jujur Tri.