
Semua yang mendengar kisah perjalan Hana dan Sandra menangis sedih bahkan terisak isak ikut merasakan kesakitan yang dalam..
"Ayah ayok jemput putri kita Yah,, dia pasti menunggu kita" kata ibu Sandra..
"Ayah dan ibu di sini aja,, nanti biar Bastian dan Herman ke kota J" kata Bastian kakak tertua Sandra..
"Enggak ibu mau ikut,, kalo ayah mau tinggal gakpapa ibu tetap mau pergi" ibu Sandra tetap ngotot dengan kemauannya..
"Ya sudah kalo itu kemauan ibu,, Bas siapkan enam tiket pesawat,, malam ini sore ini kita ke kota J.. Ayah dan ibu siap siap dulu..
"Iya kak jemput Sandra kembali pulang" kata Heru yang ada juga bersama sama mereka..
Tiba saatnya mereka berangkat ke kota J..
Setelah sampai di salah satu rumah sakit yang khusus mengobati pasien bagian kejiwaan..
"Selamat siang dokter Ita" sapa Hana
"Hana,, sudah sebulan lebih kami tidak ke sini,, Apakah ada masalah?" tanya dokter Ita khawatir..
"Gak ada masalah Dok!, cuma bulan kemarin aku lagi sakit makanya baru bisa ke sini..
Dokter Ita perkenalkan ini kakek, nenek dan Om Bastian, om Herman dan abang Tri,, mereka ini kelurga dari mami Hana" kata Hana memperkenalkan kelurga yang baru di ketahuinya..
"Wah pasti mami Hana senang kalo di jenguk keluarganya.. Tapi maaf sudah dua hari ini kesehatan mami Hana agak menurun,, beliau tidak mau makan atau pun minum maka dari itu kami meng infus nya" terang dokter Ita sedih..
"Apakah kami boleh melihatnya?, siapa tau adik saya ada perubahan" pinta Bastian berharap..
"Tentu bisa,, mari ikut saya" kata dokter Ita..
Setiba di ruangan mami Sandra yang cukup luas,, pecahlah tangis nenek dan kakek sambil memeluk Sandra..
Sandra yang pada saat itu sedang duduk melihat ke arah luar jendela dengan tatapan kosong..
Tak bersuara atau membalas pelukan mereka, mata yang dulu bersinar kini gelap tak bercahaya..
Begitu juga dua kakak lelaki Sandra pun bergabung memeluk Sandra..
"Adek,, kakak minta minta maaf ya baru mengetahui keadaan kamu sekarang ini" kata Herman merasa bersalah..
__ADS_1
"Adek,, ini ayah dan ibu datang" kata ayah Adam yang masih mengeluarkan air mata..
Mungkin karena mendengar suara pria yang menjadi cinta pertama,, akhirnya Sandra melihat ayahnya sambil tersenyum..
"Ayah,, adek rindu" setelah menyelesaikan kata kata itu Sandra pun kejang kejang dan akhirnya di rujuk ke rumah sakit Aditya Hospital atas kemauan ayah Sandra..
"Mami" teriak Hana yang melihat ibunya seperti kesakitan..
Di dalam mobil ambulans terdapat kakek dan Bastian..
Sedangkan di dalam mobil yang tadi di tumpangi kelurga Hana dari bandara ada nenek Herman Tri dan Hana..
"Mami, Hana tak mau sendiri" kata pilu Hana merasuk kedalam hati mereka,, tak pelak membuat mereka terisak..
Setelah menempuh perjalanan dua puluh menit akhirnya mereka tiba di Aditya Hospital..
Hati mereka terpukul merasakan duka yang mendalam setelah dokter mengatakan kalo Sandra mengalami koma..
Menderita penyakit kejiwaan selama sebelas tahun ternyata tidak mbawa perubahan buat Sandra malah aekarang membuatnya koma...
"Cari lelaki bernama Anton Wijaya di kota B dan bawa ke kota J entah hidup atau mati" itu lah sepenggal kata om Bastian melalui gawainya yang sempat di dengar Hana..
Setelah memberi kabar pada kelurga di kota S,, ponsel mereka tak berhenti berbunyi ingin mengetahui kronologis yang sebenarnya..
Om Bastian dan om Herman bolak balik bergantian melihat keadaan mami dan juga nenek..
Kakek meminta agar Sandra dan ibunya di rawat di ruangan yang sama dan terkabul berkat ayah dari bang Putra..
"Jadi Hana sepupu kandung kamu?" repon mama Yudha setelah mendengar penjelasan Tri..
"Iya tante, awalnya Hana ke kota S untuk menunjuk saya sebagai wali nikah" kata Tri..
"Sekali lagi maaf tante kalo pernikahannya di tunda sampai semua keadaan kembali normal" sambung Tri lagi selalu kelurga dari Hana..
"Iya Tri gakpapa,, tante ngerti kok" balas mama Yudha..
Papa Yudha menuju ke Herman dan Bastian,, menguatkan mereka yang tengah berduka..
Dari kejauhan terlihat Yudha, Sean dan Putra datang dengan raut wajah yang tak terbaca..
__ADS_1
"Hana,, bagaimana keadaan kamu?" tanya Yudha yang langsung duduk di sebelah Hana..
"Hana baik baik aja bang" balas Hana..
"Sudah makan?, mau abang beliin makanan apa?, jangan telat makan nanti kamunya sakit loh" kata Yudha lagi yang perhatian..
"Kamunya gimana?" kata Sean setelah mendapat kabar kalo nenek Tri kena serangan jantung..
Tri menjelaskan lagi keadaan yang terjadi kepada Yudha Sean dan Putra..
Sama seperti orang tua Yudha yang kaget, begitu pun dengan mereka bertiga tidak menyangka..
Di waktu yang sama datanglah istri om Bastian dan om Herman serta anak anak mereka,, tak lupa dengan paman Heru dan bibi Kartika..
Terlihat dari raut wajah paman kalo dia habis menangis begitu juga dengan bibi..
Di susul dengan kedatangan orang tua bang Sean dan orang tua bang Putra..
Selain relasi bisnis para orang tua mereka pun berteman baik semasa kuliah..
Akhirnya semua pun tau permasalahan dalam kelurga Adam Salim dan mereka merasa iba dan turut bersedih atas kemalangan yang terjadi pada Sandra dan Hana..
"Tri Hana ayok kita makan malam" ajak Yudha setelah melihat waktu yang sudah menunjukkan waktunya makan malam..
"Kalian aja yang makan, Hana lagi gak pengen makan, mau nungguin mami aja" balas Hana..
"Pergilah makan bersama Tri biar om dan tante aja, di sini banyak orang yang bergantian jaga, makanlah buat nambah tenaga. Jangan takut dokter pun masih memantau keadaan mami Hana" kata tante Sinta meyakinkan..
Yudha Sean Putra Tri dan Hana akhirnya menuju kantin rumah sakit untuk makan malam..
Tak ada pembicaraan di sela sela makan malam mereka yang terdengar hanya suara dentingan sendok dan garpu..
Tak berlama lama selesai makan mereka pun langsung kembali menuju ke ruangan nenek dan mami Sandra berada..
Hana berjalan dengan Yudha di belakang Sean Putra Tri, sambil sesekali mereka berbicara..
Setelah tiba di ruang rawat, Sean mengajak yang ada di dalam ruang rawat untuk makan malam dan semuanya menyambut dengan senang hati..
Sambil berharap dalam hati agar besok Sandra bangun dari komanya dan nenek pun sembuh dari sakitnya sehingga dapat berkumpul dengan kelurga besar mereka yang ada di kota S yang tidak dapat datang karena kerjaan yang tidak bisa di tinggalkan dan alasan yang lainnya..
__ADS_1
Bersambung....