
Di bandara pada saat sore hari menjelang malam, turun tiga pria tampan dari pesawat jet, kepunyaan salah satu pria tampan dengan muka kelelahan setelah beberapa jam duduk di pesawat..
" Kayak abis di gebukin warga se kelurahan gak sih, mana capek gak ada obatnya lagi" kata salah satu di antara mereka..
"Lanjut bar mau?" ajaknya lagi..
"Gue mah ogah" kata pria kedua..
"Katanya ada barang baru nih" kata pria yang mengajak mereka..
"Loe masih pengen lanjut, apa tuh cewek bule di sana masih kurang?" tanya pria kedua..
"Kalo beberapa bulan yang lalu loe gak bilang kalo loe uda insaf, mungkin sekarang gue akan loe kena sawan" kata pria pertama..
Pria kedua hanya mentonyor kepala pria pertama tanpa menjawab..
"Loe berdua mau sama gue atau pulang sendiri sendiri" tanya pria ketiga yang sedari tadi hanya diam menyimak pembicaraan mereka..
"Sama loe" jawab mereka berdua kompak..
"Tapi gue mau ke rumah Hana dulu, uda lama gak liatin adek gue"..
" Kangen tau" jawab Tri..
"Meluncur" kata Putra yang bersemangat bertemu Hana..
Tri Sean dan Putra ketiga pria tampan tersebut..
Mereka baru saja pulang dari beberapa negara selama empat sampai lima bulan..
Kalo Tri jelas karena pekerjaan yang di tugaskan Yudha padanya kalo Sean bertemu dengan beberapa Seniman dunia untuk membuat inovasi pada kafe miliknya yang telah berkembang karena dirinya, sedangkan Putra mengikuti Putra karena ingin berpetulang dengan para wanita bule..
Setelah mengklakson mobilnya dengan sigap seorang satpam membuka gerbang rumah mewah tersebut..
"Baru keliatan nih para tuan muda kaya raya" canda pak satpam..
"Nih ada ole oleh buat bapak, semoga suka ya pak" kata Sean setelah memberikan ole oleh..
"Tuan dan nyonya ada kan?" tanya Tri..
"Ada tuan Tri, lengkap semuanya karena nyonya Hana baru pulang setelah menginap beberapa di rumah tuan besar" jawab satpam..
"Kalo begitu kami masuk dulu yah" pamit Sean..
Setelah itu mereka bertiga turun dari mobil lalu melangkah masuk..
"Hana dan Yudha kenapa yah?, kayak bertengkar begitu tanya Putra..
" Ayo kita liat apa yang terjadi" kata Tri panik..
Di ruang tengah rumah Hana..
__ADS_1
"Jadi begini sebenarnya kelakuan kamu bang?, bilangnya dinas tapi apa kamu malah bersama Stella bermesraan di rumah kepunyaan saya"..
" Di saat saya sedang bersama dengan keluarga kamu di sini kalian seperti ini"..
"Mbak kamu tau kan sekarang waktunya bang Yudha sama saya, tapi kamu malah seenaknya merubah jadwal bersama" kata Hana tanpa henti..
"Maafin abang Na, abang pulang ke sini karena Stella sakit" Yudha membela diri..
"Bang, Hana waktu keram perut minggu lalu, ada ngeluh sama abang?, enggak kan karena Hana tau minggu lalu jadwalnya Stella dengan abang" tanya Hana..
"Mbak Stella selalu menuntut bang Yudha harus adil, tapi mbak Stella sendiri egois, mbak Stella kan tau sekarang saat sekarang saya butuh bang Yudha dan memang jadwalnya saya"..
" Saya pernah kan bilang kalo nanti saya melahirkan pas waktunya bang Yudha dengan mbak, saya gak akan meminta bang Yudha merawat saya, malah saya sudah mempunyai alasan kalo keluarga besar bertanya dii mana bang Yudha" cerca Hana dengan emosi yang menggila..
"Jangan seperti ini bang, kamu ingkar dengan perjanjian yang di sepakati oleh kita bertiga, kalo kamu ingin bertemu mba Stella karena biologismu kamu bilang aja bang pasti akan Hana setujui karena sekarang Hana gak bisa full karena kehamilan ini" lanjut Hana yang kini dengan suara tangisan kekecewaan karena suaminya dan madunya..
"A****g loe Yud, b****t, segala dunia permakian telah Tri lontarkan pada Yudha sambil memeluk Hana yang menangis terisak pedih karena Yudha dan Stella..
Tri marah besar setelah mendengar semua permasalahan bahkan perjanjian Hana Yudha dan Stella..
Keadaan semakin runyam karena Yudha di berikan bogem mentah oleh Sean dan Yudha yang tak terima di pukul oleh Sean..
Sean tak menerima karena wanita yang membuat dia jatuh cinta untuk yang kedua kalinya di sakiti oleh suaminya sendiri..
Putra yang di bantu tukang kebun berusaha memisahkan Sean dan Yudha, tapi mereka berdua tidak berhasil karena memisahkan Yudha dan Tri..
"Berhenti kalian" bentak papa Yudha yang datang bersama mama..
Orang tua Yudha tak menyangka rumah tangga anak sulung mereka terlihat harmonis di luar, ternyata berantakan di dalam..
Mama pun berjalan maju untuk melihat Hana yang sedang kesakitan tak memperdulikan Yudha yang sudah babak belur kena pukulan Sean..
"Mama.. Papa.. " kata Yudha..
"Jangan panggil saya mama, karena kamu bukan anak saya lagi" kata mama tanpa melihat ke arah anaknya Yudha..
"Nak apa kamu baik..... " belum selesai bertanya, tak sengaja mata mama melihat air ketuban bercampur darah di kaki Hana..
"Hana" mama memanggil tapi tak ada jawaban dari Hana..
Melihat Hana yang ternyata pingsan membuat panik mama Anne..
"Tri gendong Hana kita ke rumah sakit sekarang"..
" Mbok Ina ambil perlengkapan Hana uang sudah di siapkan nanti kamu perginya dengan Putra pake mobilnya Hana"..
"Sean kamu dan papa ikut pake mobil papa" kata mama Anne yang mengkomando mereka lalu meninggalkan rumah..
Tak peduli bahwa Yudha pun sedang terluka..
Setelah semua pergi menyusahkan mereka, dengan sigap Stella mengambil kotak P3K untuk mengobati lukanya Yudha..
__ADS_1
"Ayo kita ke rumah sakit saja, aku khawatir dengan keadaannya Hana" ajak Yudha..
"Tapi mas, lukka kamu harus di rawat, takutnya infeksi" bujuk Stella yang sebenarnya tak mau ke rumah sakit karena ada orang tuanya Yudha..
"Jangan kayak gini Yank, bagaimana pun Hana itu istri aku juga tanggung jawab aku..
" Baiklah aku siap siap dulu " kata Stella sambil berusaha mengulur waktu..
"Gak usah, gak keburu" kata Yudha sambil melangkah keluar rumah menuju mobilnya..
Kembali pada Hana..
Setelah sampai di IGD ternyata sudah ada dokter suster dan brankar yang menunggu atas perintah direktur utama rumah sakit Aditya Hospital..
Para tenaga medis pin bekerja keras menolong Hana, anak mantu dari Kaisar Prayoga salah satu pemegang saham rumah sakit..
Setelah di periksa, dokter mengatakan bahwa Hana harus segera di operasi untuk mengeluarkan anak kembar Hana dan Yudha di karenakan si ibu mengalami darah tinggi selama kehamilan (hipertensi gestasional) dan habis air ketuban yang dapat membuat bayi kesulitan bernapas..
"Lakukan yang terbaik untuk menantu dan cucu cucu dokter" mohon papa Yudha..
Mereka yang menunggu si depan ruang operasi tak henti hentinya berdoa buat kelancaran persalinan Hana..
Selama menunggu, tak lupa Tri memberi tau keluarga besarnya di kota S tanpa menceritakan keadaan yang sebenarnya..
Membuat beberapa keluarga besar Adam Salim memutuskan ke kota J bersama dengan kakek dan nenek terkecuali mami Sandra yang masih berobat..
Kakek dan nenek tidak berhenti henti mengucap Hamdalah bentuk rasa Syukur serta berterima kasih pada Allah SWT karena masih di ijinkan melihat dan menimang cicit mereka..
Setelah menunggu selama empat puluh menit akhirnya dari dalam ruang operasi terdengar suara bayi yang baru lahir dan terdengar lagi suara bayi namun tidak sekencang bayi pertama..
Semuanya merasa senang dan bahagia tak terkecuali Yudha yang telah sampai dua puluh menit sebelum Hana melahirkan..
Keluar suster bertanya "Suami dari ibu Hana?"..
" Saya suster" jawab Yudha..
"Silahkan masuk untuk mengazanni bayi kembar bapak" ujar suster..
"Suster bagaimana keadaan cucu saya?" tanya mama yang tak sabar mengetahui kelamin cucu kembarnya..
"Cucu cucu tuan dan nyonya baik baik saja dan juga sehat, anak pertama perempuan dan yang kedua laki laki, sedikit bocoran buat tuan dan nyonya kalo cucu cucunya mirip dengan tuan" kata suster bercanda namun benar adanya..
Bisa di pastikan kalo mereka mirip dengan Yudha karena Yudha mengikuti wajah papanya, persis tidak ada yang beda..
Kakek dan nenek baru ini begitu senang bukan main, saking senangnya mereka membuat syukuran atas kelahiran cucu cucu Kaisar dan Anne Prayoga..
Mama ini keluarga Hana dan Yudha begitu senang menyambut anggota baru di keluarga mereka..
"Kenapa aku belum juga hamil?" gumam Stella sendiri..
Bersambung...
__ADS_1