
Di ruang tamu..
"Apa yang kamu lakukan di sini Stella?".. tanya Yudha..
" Stella datang ke sini karena papa yang menyuruhnya" jawab papa Kaisar..
"Ada hal apa sampai papa menyuruh Stella untuk datang kemari?" lanjut Yudha..
"Stella hamil mas!. Sudah empat bulan, sebenarnya aku mau memberitahukan mas tapi karena mas Yudha yang masih sibuk mengurus Hana makanya aku diam aja" jawaban Stella..
"Dari mana papa dan mama tau kalo kamu hamil?"..
" Minggu lalu ketemu Putra di rumah sakit terus dia tanya yah aku bilang anak kamu, secara mereka tau kan aku istri kamu" ucap Stella..
"Papa meminta tolong Putra tuk menyuruh Stella ke rumah" kata papa..
Setelah mengetahui kedatangan Stella serta kehamilannya membuat Yudha pun menjadi senang karena akan memiliki seorang anak lagi..
Lalu Yudha pun berjalan ke arah Stella dan memeluk serta mencium perutnya yang agak membuncit..
"Terima kasih sayang sudah mau hadir di perut ibu" ungkap Yudha penuh hari dan bahagia..
"Maaf mas jika kedatangan ku membuat mu marah" ungkap Stella..
"Kenapa aku harus marah?, bukankah ini ini berita yang membahagiakan?" tanya Yudha..
Hana yang melihat kemesraan Yudha merasa cemburu dan bersedih.. Istri mana yang tak sakit hati melihat suaminya bermesraan dengan suaminya sekali pun wanita itu istrinya juga..
Keluarga yang lain melihat iba pada Hana, tapi mereka pun tidak bisa apa apa..
Kakek dan nenek yang tak tega melihat Hana pun berinisiatif mengajak Hana dan kembar menginap di rumah mereka..
"Hana, mau nginap dengan si kembar gak di rumah nenek?, Uda lama juga kan Hana gak nginap di rumah nenek" ujar nenek yang sadar akan perubahan wajah Hana..
"Wah, boleh juga nek. Kan kembar juga belum tau rumah kakek dan nenek" jawab Hana..
"Boleh ya bang, Hana dan kembar nginap di rumah nenek dan kakek" bujuk Hana..
"Iya Yud, sekali kali ijinin mereka nginap" mama Anne membantu Hana..
"Emang mau berapa lama mau nginap?" tanya Yudha..
"Abang kasih ijin berapa hari?" jawab Hana..
"Tiga hari cukup ?, jangan lama lama yah, abang gak mau pisah lama lama dengan kembar soalnya"..
__ADS_1
" Maunya seminggu bang, itung itung biar abang fokus dulu dengan kehamilan mbak Stella"..
"Yaudah kalo itu kemauannya, tapi beneran hanya seminggu yah, gak boleh minta nambah nginap"..
" Terima kasih bang" sahut Hana akhirnya..
"Jadi keputusannya Hana nginap di rumah nenek seminggu yah, karena pembicaraan sudah selesai mari kita makan malam" ajak mama Anne..
"Ayok Yan kamu harus makan karena lagi hamil dan kamu juga Hana harus makan karena lagi menyusui kembar" ajak Yudha pada kedua istrinya..
Hana menelan kekecewaannya karena Yudha hanya menggandeng tangan Stella tapi tidak dengan dirinya..
"Sabar ya Dek, kalo kamu mau pergi ke rumah nenek sekarang abang akan membantu kamu keluar dari penderitaan ini" ucap bang Tri yang berjalan di sisi Hana..
"Gakpapa bang, Hana masih kuat kok. Nanti besok siang aja Hana ke rumah nenek dan kakek, karena Hana mau pulang dulu ambil baju buat si kembar..
"Abang ikut maunya kamu aja Dek!" kata Tri pada akhirnya..
Makan malam pun berakhir dengan tenang..
"Semuanya, Hana duluan berdiri yah mau liat kembar dulu" kata Hana sambil berdiri menuju ke kamar kembar..
Mereka pun melihat Hana dengan tatapan yang berbeda beda, hanya Stella dan Yudha yang tidak termasuk di dalamnya karena mereka berdua lagi di liputi kebahagiaan..
"***Kali ini kau berbuat kesalahan Yudha, dengan mengijinkan Hana dan anak anakmu menginap di rumah kakek dan nenek secara tidak langsung kau telah merestui kepergian mereka dari hidupmu" ucap Tri..
"Kalo sampai Hana dan cucu cucuku menghilang, aku sebagai papamu tak akan membantumu mencari mereka" yakin papa..
"Maafkan kakek dan nenek yang tidak bisa membantumu bukan karena tak mau tapi kamu yang tak mau Hana" ucap kakek dan nenek kompak dalam hati..
"Semoga aku tak mendapatkan suami seperti kak Yudha" kembar pun berucap..
Bathin mereka masing masing***..
Di kamar si kembar...
"Maafkan mama nak, ibu tidak sekuat wanita wanita di luar sana yang dengan iklhas menerima suami mereka berpoligami, mari kita bertiga hidup bahagia tanpa ayah, ibu yakin kalian bisa" kata Hana sambil memeluk kembar yang sudah tertidur..
Karena capek menangis akhirnya Hana pun tertidur..
"Yank, Stella mau pulang sekarang yah" kata Stella..
"Yauda ayo kita pulang" ucap Yudha..
"Bagaimana dengan Hana, mas" Stella bertanya
__ADS_1
"Gakpapa dia di sini banyak yang ngejaga, kalo kamu cuma sendiri" kata Yudha lagi..
"Baiklah kita pulang ke rumah kita" ucap Stella bersemangat..
Karena akan pergi Yudha memutuskan pamit kepada mama dan papanya yang sudah berada di dalam kamar..
Tok.. Tok.. Tok..
"Mah Pah, Yudha masuk yah?".. Tanpa menunggu jawaban Yudha pun memasuki kamar kedua orang tuanya..
" Mah Pah, Yudha mau pamit pulang ke rumah Yudha dan Stella dan besok Yudha langsung ke kantor" pamit Yudha..
"Yud, duduk dulu di sini".. kata mama sambil menepuk ranjangnya..
"Saran mama sih, ada baiknya Stella dan kamu tidur di sini, kamu temui Hana tanyakan apa yang dia rasakan setelah tau Stella juga sedang hamil, mama tadi melihat rait mukanya terlihat sedih Yud, mama tidak mau nanti ada masalah ke depannya nanti" ungkap mama..
"Tidak mungkin Mah, tadi Yudha liahat muka Hana biasa biasa saja gak ada yang beda" kekeh Yudha..
Membuat papa geleng geleng kepala mendengar perkataan Yudha..
"Biarkan saja Mah, anak keras kepala ini tidak akan sadar diri, nanti kalo sudah kejadian jangan salahkan kami" ancam papa santai..
"Pergilah, papa dan mama sudah mau tidur" usir mama..
Tanpa menjawab Yudha pun langsung keluar kamar tanpa memikirkan perkataan orang tuanya..
"Ayo Yank, kita pulang! Aku uda berpamitan pada mama dan papa" kata Yudha tanpa memberitahukan pembicaraan yang di bicarakan oleh kedua orang tuanya..
"Tapi beneran kan gakpapa kalo kita pulang ke rumah kita?, aku takut mereka pada marah, mana aku gak pamit pada orang rumah. Kesannya aku menantu kurang ajar" kata Stella tak enak hati..
Pas keluar pintu rumah, Yudha melihat Sean dan Tri di parkiran entah pembicaraan serius apa yang mereka bicarakan, Yudha melangkah menuju mereka menyapa sekalian berpamitan pulang..
"Pada membicarakan apaan sih?, kok serius amat sih" tanya Yudha..
"Hai bro, gue denger istri kedua loe lagi hamil, bagaimana kabar perasaan istri loe yang pertama?, aman atau kecewa?, bisa jadi lagi sakit sih perasaannya tapi gakpapa sih masih ada gue juga si penyembuh lukanya nanti" kata Sean tanpa memperdulikan wajah Yudha yang sudah memerah karena marah. .
"Apa maksud loe bicara begitu, loe b*****t banget, Hana itu istri sahabat loe tapi mau di embat juga" balas Yudha sambil mencengkram kerah Sean..
"Semenjak loe memperistri Stella, loe uda bukan bagian dari gue lagi" balas Sean melepas paksa tangan Yudha..
"Sudah jangan bikin onar nanti semuanya pada bangun, mending loe pergi Yud dan Sean loe ikut gue balik" ujar Tri sambil menyeret Sean ke dalam mobil lalu pergi..
Begitu juga Yudha yang masuk di dalam mobil yang sudah ada Stella di samping kemudi..
"Kamu kenapa Yank?, kok mukanya kesel begitu, ada masalah sama teman teman kamu?" tanya Stella..
__ADS_1
"Gak Yank, cuma tiba tiba badmood aja" jawab Yudha..