Ratu Tapi Selir

Ratu Tapi Selir
Bab 17 Flashback (masih)


__ADS_3

H +1 keberangkatan Sandra dan ayah serta ibu..


Di bandara..


Perhatian.. Perhatian..


Pesawat *BA* dengan tujuan St tidak dapat melakukan penerbangan di karenakan cuaca yang sedang turun hujan sehingga mengganggu penglihatan pikot dan co pilot maka pesawat akan di terbangkan esok hari..


Bagi penumpang yang terdaftar di daftar penumpang segera melapor ke petugas pesawat *BA"..


Setelah mendengar pengumuman tersebut Sandra orang tuanya berniat menemui petugas untuk melapor,, namun tiba tiba gawai ayah Sandra berbunyi


"Halo selamat sore Pak Adam, saya Ilham pak" kata Ilham..


"Selamat sore juga pak Ilham" balas ayah Adam..


" Mau kasih info pak,, kalo pak Heru dan ibu Kartika mengalami kecelakaan dan sudah berada di RS Musi" kata Ilham lagi..


"Terima Kasih Ilham untuk informasinya, saya dan istri saya akan segera ke sana." kata ayah Adam mengakhiri teleponnya..


Dengan terburu buru mereka langsung keluar bandara mencari taksi yang akan membawa mereka ke rumah sakit..


"Loh kok kita gak melapor malah keluar bandara Yah?" tanya ibu Sandra..


Tak langsung menjawab ayah Adam langsung memeluk ibu Wati sambil mengusap pundak ibu..


"Ibu yang tenang ya gak usah kepikiran nanti sakit" kata ayah yang masih memeluk ibu..


Sandra yang duduk di samping sopir memutarkan badan dan kepalanya melihat adegan tersebut serta menajamkan pendengarannya tuk mendengar kelanjutan kata kata ayahnya..


"Ayah dapat telepon dari Ilham katanya Heru dan Kartika kecelakaan pas pulang dari mengantarkan kita bertiga dan sekarang ada di rumah sakit Musi" kata ayah Adam..


Sontak membuat ibu dan Sandra kaget mendengar kabar tersebut..


"Terus keadaan adek aku dan istrinya bagaimana?" tanya ibu dengan emosi sambil melepas paksa pelukkan ayah..


"Ilham tidak menjelaskan secara rinci keadaan mereka berdua Buu" jawab ayah Adam..


Pecah sudah tangisan ibu Sandra yang terpukul mendengar kabar sedih tersebut..


Adik satu satunya yang di miliki ibu Sandra karena ibu Sandra telah menjadi yatim piatu semenjak duduk di bangku sekolah SMA..


Di tambah sepuluh tahun pernikahan adiknya sampai sekarang belum di karuniai seorang anak karena sakit dari adiknya..


Setibanya di rumah sakit mereka pun menuju ruangan tempat adik dan adik iparnya berada..


"Bagaimana keadaan adik ipar saya?" tanya ayah Adam pas melihat Ilham yang berdiri di depan pintu ruang tindakan pasien..


"Maaf Pak saya juga belum tau keadaan pak Heru dan ibu Kartika karena belum ada dokter yang keluar" jujur Ilham..


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya keluar seorang dokter..


"Keluarga atas nama Heru dan Kartika" tanya dokter..


Mendengar suara dokter ayah Adam langsung berdiri menuju dokter..

__ADS_1


"Pak Heru dan ibu Kartika tidak mengalami luka berat hanya ada beberapa memar akan benturan dan sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang rawat"kata dokter menenangkan keluarga pasien..


Sudah satu minggu lebih berada di rumah sakit tiba saatnya mereka akan keluar dari rumah sakit..


Setelah beberapa menit kemudian mereka telah tiba di rumah Heru..


Ibu Sandra lah yang mengurus semua kebutuhan Heru dan istrinya..


Selang dua hari kepulangan Heru dari rumah sakit,, muncul keadaan yang menggemparkan kelurga Adam..


Sandra di nyatakan hamil oleh dokter yang di panggil ke rumah Heru setelah pingsan saat akan makan siang..


"Siapa ayah dari anak yang ada di kandunganmu?" tanya ayah dengan amarah yang siap meledak...


Dengan terbatas bata Sandra menjawab "Anaknya Anton Yah"..


" Panggil Anton sekarang" kata ayah Adam pada asisten rumah Heru..


Tak membutuhkan waktu yang lama akhirnya Anton pun tiba..


"Sekarang kalian jelaskan bagaimana bisa terjadi hal ini?" ucap ayah Sandra..


Mengalir lah alur cerita Sandra dan Anton di iringi isak tangis ibu Sandra dan tante Kartika yang memikirkan nasib sepasang remaja belia yang lagi di mabuk asrama hingga menghasilkan benih..


"Sekarang kamu keluar dari perusahaan saya dan kamu gugurkan janin itu" tunjuk ayah Adam ke arah Sandra dan Anton..


Mereka semua kaget mendengar kata kata ayah Sandra..


"Istighfar Ayah" kata ibu Sandra dengan lembut karena ayah yang di selimuti emosi hingga keluarlah kata kata yang tak pantas..


Di tengah kesediannya Sandra menyusun rencana untuk kawin lari dengan Anton..


Berbekal uang 10 juta hasil mengambil uang milik ibunya yang ada di dompet dan uang tabungan milik Sandra yang sempat di ambil dari ATM mereka bertemu di barak tempat Anton tinggal bersama dengan pekerja yang lain..


Mereka berencana ke kota sebelah untuk memulai hidup yang baru..


Lagi lagi keesokan harinya rumah Heru di buat heboh kerena teriakkan ibu Sandra yang tidak mendapati Sandra di mana pun dalam rumah Heru..


Sudah dua hari menghilang polisi pun tak dapat berhasil menemukan Sandra dan Anton..


Akhirnya kabar hilangnya Sandra pun sampai ke telinga keluarga besar Sandra di kota S..


Membuat Bastian kakak pertama Sandra dan Herman kakak kedua Sandra datang ke kota K..


Mendengar cerita yang sebenarnya dari ibu Sandra membuat Bastian dan Herman menjadi emosi..


Syukur ada para istri dan anak yang menenangkan mereka,, kalo tidak ada di pastikan akan ada keributan besar melanda kelurga Adam


Selama dua bulan pencarian Sandra akhirnya ayah Adam memutuskan untuk memberhentikan pencarian anaknya..


Ayah Adam hanya berharap Sandra dan Anton mengalami kesusahan dalam pelarian mereka sehingga mereka memutuskan pulang ke kota K..


Terdengar sadis tapi hanya itulah satu satunya harapan ayah Adam..


Tapi karena dukungan semesta kepada Sandra dan Anton hal tersebut tidak akan terjadi..

__ADS_1


Di suatu dusun di kota tetangga,, ada sepasang pria dan wanita yang telah menikah siri hidup berbahagia karena kandungan si wanita memasuki bulan ke 9 tengah mempersiapkan keperluan persalinan..


"Papi lanjut kerja dulu ya nanti kalo ada apa apa panggil ke depan aja" kata suaminya..


"Iya papi lanjut kerja aja, mami mau masak makan siang dulu" kata istrinya juga..


Itulah percakapan suami istri yang sedang berbahagia, tanpa memikirkan dampak yang sudah di timbulkan oleh ulah mereka berdua..


Anton dan Sandra itulah mereka yang kini sudah menjadi suami istri dan mempunyai usaha bengkel kecil di depan rumah yang mereka sewa..


Anton membuka bengkel kecil ala kadarnya dari gaji yang di dapat selama bekerja di perkebunan kelapa sawit di tambah uang dari Sandra..


Baru 10 menit berlalu tiba tiba perut Sandra terasa sakit dan ada cairan bening keluar dari pangkal paha nya..


Sekuat tenaga Sandra berteriak memanggil suaminya..


Dengan berlari Anton pun masuk menuju dapur di mana istrinya tengah duduk di lantai menahan kesakitan..


"Sandra,, ayok kita ke klinik, sepertinya kamu akan melahirkan,, bertahan sayang aku siapkan keperluan kamu dan bayi dulu" kata Anton sambil masuk ke kamar mengambil koper berisi perlengkapan ibu dan anak..


Sambil memapah Sandra, Anton meminta bantuan ibu Rt yang kebetulan lewat hendak membeli sayur..


Dengan meminjam mobil pick up milik ibu RT akhirnya mereka menuju ke klinik yang bila di tempuh memerlukan waktu 20 menit..


Setibanya di klinik, Sandra pun di tangani oleh bidan yang bertugas..


Beberapa saat kemudian terdengar tangisan bayi di dalam ruang bersalin..


Oek.... Oek.... Oek....


Suara tangisan bayi perempuan milik Sandra yang nyaring terdengar membuat pasien yang datang ke klinik pun terharu..


"Alhamdulillah,, anak kamu sudah lahir Anton" kata ibu RT yang ikut mengantarkan Sandra..


"Bapak Anton silahkan masuk untuk meng Adzankan putri bapak" kata suster yang keluar dari ruang bersalin..


Sesudah meng Adzankan anaknya Anton keluar lagi karena istrinya mau di bersihkan sehabis bersalin...


"Nak Anton ibu pulang dulu ya nanti sebentar balik lagi dengan bapak" pamit ibu RT..


"Iya ibu hati hati di jalan dan Anton berterima kasih karena sudah merepotkan ibu RT" kata Anton..


" Nanti kalau ibu dan bapak balik,, nak Anton pulang sama bapak buat bawa baju ganti nak Anton" saran ibu Rt..


"Ibu balik dulu ya nak Anton" sambung ibu RT..


Setelah ibu RT pulang Anton pun bisa melihat istri dan anaknya yang sudah berada di ruang pemulihan..


"Anak siapa sih ini,, cantik bener?" tanya Anton mengajak putrinya berbicara walau pun Anton tau bahwa bayi umur segini belum bisa melihat dan belum jelas mendengar..


Dirhana Perwati Wijaya nama anak perempuan Anton dan Sandra yang sudah di persiapkan namanya jauh hari oleh Anton..


Nama yang khusus di buat sendiri oleh Anton tanpa melibatkan Sandra..


Anton sangat menyayangi Hana nama panggilan putrinya karena sekilas mirip Sandra wanita yang di cintainya,, tapi kalo di liat secara dalam mirip Anton..

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2