
Hari berlalu,, begitu pun tahun berganti tak terasa Hana pun telah menjadi gadis cantik di kota B dan duduk di bangku sekolah SMA..
Papi Hana yang sekarang memiliki bengkel besar di kota B serta memiliki beberapa cabang yang tersebar di kota B..
Mami Hana pun sekarang memiliki usaha katering dan beberapa toko sembako..
Tanpa disangka dan di duga datang badai besar memporak porandakan keluarga Anton Wijaya dan Sandra Wijaya..
Anton yang di anggap suami setia ternyata tega berselingkuh dengan janda bernama Ratna pelanggan tetap di toko sembakp beranak satu di mana anak janda tersebut teman dekat dari Hana bernama Riana..
Ketika Hana sampai di rumah..
Prang...
Terdengar suara piring yang pecah,, buru buru Hana lari ke ruang makan..
"Tega kamu papi berselingkuh di belakang mami sampai kamu pun menikahi perempuan itu,, salah aku apa sama kamu? kalo pun ada salah di bicarakan bukan seperti ini, kamu seperti menusuk aku dari belakang.. Apa kurang pengorbanan aku, apa kurang pengabdian aku?" kata mami Hana sambil menangis duduk di lantai..
"Ternyata kesetiaan kamu hanya sampai Hana seumur sekarang, kamu sudah lupa diri.. Dari nol kita bersama sekarang sudah sukses kamu mendua" lanjut mami Hana..
Sedari tadi papi Hana hanya diam tak bersuara karena bersalah dan mengutukki tindakannya yang berselingkuh dari Sandra dan lebih gilanya lagi sampai menikahi wanita itu..
Marah dan kecewa itulah perasaan Hana sekarang ini..
Dalam diam Hana hanya diam mendengar permasalahan kedua orang tuanya,, Hana mengangkat mami nya untuk duduk di sofa ruang keluarga..
"Tolong jangan sentuh mami saya tuan Anton Wijaya yang terhormat" kata Hana dingin..
"Maafkan papi Hana" kata Anton yang sedih melihat putri satu satunya yang begitu dia sayang menatap jijik pada dirinya..
Tak ada jawaban dari Hana..
Hana dan maminya pun melangkah ke kamar mami Sandra..
Setelah mami tertidur akibat kelelahan menangis, Hana keluar kamar memanggil dua asisten rumah untuk memindahkan pakaian maminya ke lantai satu kamar tamu..
Melihat kesibukan itu papi pun bertanya pada salah satu asisten rumah..
"Kenapa pakaian istri saya di pindahkan ke kamar ini?" tanya Anton..
"Di suruh sama non Hana tuan katanya nyonya akan tidur di kamar ini" kata asisten rumah tangga..
Anton pun semakin sedih dan jatuhlah air matanya..
Semenjak Sandra mengetahui perselingkuhan Anton, rumah yang dulu hangat sekarang menjadi mati..
Sandra yang sering berdiam diri di dalam kamarnya yang sekarang dia tempati..
Serta Hana yang menganggap papinya tak ada..
Membuat kemelut rumah tangga mereka sepertinya tak bisa di selamatkan lagi..
Dengan memberanikan diri Anton masuk ke kamar Sandra yang sekarang..
"Mami maafkan papi yang khilaf ini,, tapi tolong dengarkan dulu penjelasan papi dari awal sesudah itu papi akan terima apa pun keputusan mami" kata Anton yang berlutut di depan Sandra..
__ADS_1
Belum juga Sandra menjawab,, telepon Anton berbunyi..
Melihat siapa yang menelepon Anton pun menjawab telepon..
"Apa?, terus keadaan kamu bagaimana?, baiklah aku ke sana sekarang kamu jangan panik dan melakukan hal lain" kata Anton dengan suara kalut melupakan permintaan maaf Anton pada Sandra. .
Dan Sandra pun tau siapa yang menelepon suaminya..
"Jika kamu pergi menemui j****g itu ku pastikan tiada maaf dariku" kata Sandra mengancam Anton yang berhenti di depan pintu karena suara Sandra..
"Maaf kan aku,, tapi kali ini tolong percaya sama aku kalo kamu satu satunya" kata Anton lalu melangkah pergi..
Jatuh pula air mata Sandra,, kesakitan berumah tangga dia alami juga oleh dirinya..
Melamun di depan jendela, adalah pusat Sandra sekarang ini..
Tok.. Tok..
"Selamat sore mama" kata Hana yang baru pulang sekolah sambil mencium kedua pipi maminya..
"Maaf Hana terlambat pulang karena persiapan ujian dua hari lagi" Hana menjelaskan..
Sandra hanya diam tak membalas sapaan Hana..
Jiwanya terguncang dan memikirkan kesalahan kepada kedua orang tuanya..
Untuk kembali ke sana pun Sandra takut mengalami penolakan atau yang lebih buruk kepergian orang tuanya..
Membuat Sandra sedikit demi sedikit terhimpit dengan pikiran dan permasalahan yang menimpa dirinya..
"Hana di safety box mami ada uang tujuh ratus juta dan logam mulia dua ratus lima puluh gram, kamu ambil terus simpan..
Semua itu akan kita pakai buat bertahan hidup di kota J,, tolong Hana bawa mami pergi dari rumah ini.. Mami merasa bahwa mami semakin ke sini sulit membedakan mana dunia nyata mana dunia yang mami buat sejak permasalahan ini,, tolong mami Hana" sesudah mengatakan semuanya Sandra pun jatuh pingsan..
Dan seperti yang di katakan mami Hana..
Sandra seperti berasa di dunianya sendiri,, dunia yang dia ciptakan sendiri..
Itulah kata kata Sandra dua minggu lalu dan sekarang setelah acara kelulusan Hana akan melakukan apa yang mami Sandra sampaikan pada Hana..
"Hana kamu mau melanjutkan kuliah di mana?" tanya Ria anak dari istri kedua papi yang juga sekarang berarti menjadi sodara tiri Hana..
"Jangan pernah menegur saya lagi bila nanti di kita bertemu lagi, cuihh apakah kamu juga akan mengikuti jejak mama kamu menjadi sampah?" tanya Hana sarkas..
Ria hanya diam tak menjawab kata kata yang di tujukan buat mamanya..
Berbeda reaksi dengan Ria tante Ratna malah dengan tak tau malunya menggandeng suaminya yang baru tersenyum puas melihat Hana..
"Sudah mama bilang jangan bertegur sapa dengan Hana lagi, tapi kamunya gak mau dengar" kata mama Ria..
"Cuihhh janda hina merangkap j****g,, pakah suami mu yang dulu menceraikan kamu karena istrinya seorang p***k?" cerca Hana tanpa ampun..
"Hana, cepat minta maaf sama mama Ratna,, papi tidak pernah mengajarkan kamu seperti itu" kata Anton dengan tegas..
"Ya.. Ya.. Ya..
__ADS_1
Anda memang tidak mengajari anak anda untuk berkata kasar tapi anda mengajarkan anak anda tentang perselingkuhan..
Sepertinya kalian memang cocok satunya seorang l***e dan satunya orang hina yang tidak bersyukur telah diangkat derajatnya dari kemiskinan" skak mat Hana lagi..
Mendengar kata kata Hana mereka hanya terdiam tidak tau mau membalas apa lagi..
Hana pun melangkah kaki ke luar sekolah setelah perpisahan yang di adakan pihak sekolah dan Hana mengambil formulir masuk ke perguruan tinggi di kota J..
Sesampai di rumah Hana bersiap siap setelah dari semalam Hana mempersiapkan kebutuhan mami dan Hana untuk ke kota J..
Semua hal telah Hana persiapkan tinggal menunggu mobil yang akan menuju bandara..
"Mbok tolong jaga rumah ya dan tolong liat makan dan kebutuhan papi walau pun sudah istrinya" itulah kata kata perpisahan dari Hana untuk terakhir kalinya..
"Ayok mami kita pergi dari rumah yang membuat mami luka" kata Hana pada maminya sambil memasukkan koper koper ke dalam mobil..
Sebelum masuk ke dalam mobil,, Hana menatap rumah yang mempunyai sejuta kenangan sambil berkata..
"Selamat tinggal pemberi luka semoga kita tak bertemu lagi"..
Akhirnya pesawat pun terbang menjauh dari kota B menuju kota J..
Hari pertama Hana dan mami langsung ke apartemen yang di beli waktu Hana masih di kota B..
Hari kedua Hana membawa mami ke rumah sakit J,, dan dokter pun menyuruh mami harus tinggal di rumah sakit yang khusus menangani pasien pasien yang pikirannya terganggu..
"Yupsss Sandra di diagnosa mengalami sakit mental akibat beban yang di tanggung Sandra terlalu berat hingga dia tidak kuat menjalaninya"..
Hari ketiga Hana mendaftarkan dirinya ke salah satu perguruan tinggi yang ada di kota J..
(Kembali ke kota B)
Setelah kejadian di sekolah Hana tiga hari kemudian Anton pulang ke rumahnya untuk menyelesaikan permasalahan yang telah dia timbulkan..
"Mbok nyonya dan Hana ke mana ya kok saya tidak melihatnya?" tanya Anton pada saat keluar kamar yang di tempati Sandra..
"Anu tuan... Eehh... " gagap si mbok karena pertanyaan tuan Anton..
"Bicara yang jelas mbok" kata Anton lagi yang masih berdiri di depan pintu..
Si mbok menarik napas panjang sebelum jujur kepada tuannya..
"Nyonya dan non Hana sudah tiga hari ini meninggalkan rumah tuan,, tidak bilang mau ke mana,, tapi sempat mbok dengar non Hana pada sopir yang di sewa non di antarkan ke bandara" kata mbok dengan kepala tertunduk..
Seketika Anton merasakan perih di dada dan menangis,, karena dia tau kalo Sandra dan Hana pergi dari rumah meninggalkannya..
Tak Terima di tinggalkan Anton meminta pertolongan temannya untuk melacak keberadaan istri dan anaknya..
Dan hasil dari pencarian tersebut mengatakan kalo mereka berdua di kota J,, kota yang luas dan memiliki banyak penduduk sukar untuk menemukan mereka..
Penyesalan Anton dan kesakitan Sandra apakah itu karma yang mereka Terima karena kesalahan di masa lalu?..
***Flashback Off..
Bersambung***..
__ADS_1