Ratu Tapi Selir

Ratu Tapi Selir
Bab 27 Kebahagian


__ADS_3

Satu jam kemudian ruang rawat Hana sudah ada papa mama adik kembar Yudha dan Yudha sendiri tentunya..


"Selamat ya nak" kata Papa dan mama pada Hana yang baru saja siuman dari pingsannya dan Yudha yang duduk di samping ranjang Hana sambil memegang tangan Hana yang tak ada infusnya..


"Akhirnya mama akan ada cucu" kata mama bersemangat..


"Asik kita mau punya ponakan kembar" kata adek adek Yudha kompak..


"Terima kasih karena sudah mau memberikan kami cucu, untuk itu papa ingin memberikan calon cucu papa tanah di kota M seluas enam hektar dan villa di Sentul masing masing satu buat cucu papa" kata Papa yang merasa bangga sudah mempunyai calon cucu..


Mendengar pemberian papa membuat Hana menjadi sungkan.. Dan Yudha yang mewakili Hana berterima kasih pada papa..


Tri Sean dan Putra hanya duduk melihat eforia keluarga Kaisar Prayoga yang mendapatkan kabar bahagia..


Hana hanya berbaring dan senyum kecil melihat keluarga Kaisar..


Tak ada yang tau isi hati Hana dan perasaan yang berkecamuk..


Karena waktu sudah menunjukkan waktu sore hari, akhirnya keluarga Kaisar Prayoga pun pamit pulang..


Ruang inap Hana kini tersisa Yudha Tri Sean dan Putra, sedangkan Hana sibuk memakan makan malamnya dan meminum obat yang di berikan dokter kandungan..


"Abang abang kesayangan Hana pulanglah beristirahat, Hana uda mendingan kok" bujuk Hana menyuruh pulang karena sudah dari pagi mereka mengurus Hana hingga sekarang..


"Iya kalian pulanglah biar gue aja yang nanti ngurus Hana" kata Yudha menimpali..


"Baiklah kami akan pulang, beristirahat lah" sambung Tri mengecup kening Hana lalu berjalan pulang bersama Sean dan Putra..


Di antar Yudha hingga keluar pintu ruang rawat..


"Setelah Han alahiran nanti ceraikan dia, sesuai kata katamu pada Hana bahwa loe akan melepaskan Hana bila ada cinta yang tulus datang kepadanya" kata Sean mengingatkan..


"Sean... " bentak Yudha..


"Kamu tidak mencintainya tapi menahannya,, banci banget sih jadi pria" sambung Sean tak memberi kesempatan Yudha bicara..


"Satu lagi yang perlu kamu ingat, anak anak yang di kandung Hana milik Hana sejak kamu lebih memilih bini siri loe" kata Sean lalu melangkah pergi..


Tri dan Putra melewati Yudha begitu saja..

__ADS_1


"Apa yang harus gue lakuin sekarang" kata Yudha berbicara sendiri..


Yudha masuk kembali ke kamar inap tempat Hana berada..


"Sejak tadi telepon murah terus berdering, pulanglah ke rumah istrimu tak usa menemani saya" kata Hana biasa saja..


"Saya keluar dulu menjawab telepon" kata Yudha..


Seperti dugaan Hana kalo Stella yang menelepon..


"Yank, kapan pulang?, aku gak akan tidur kalo kamu belum tidur" ucap Stella yang selalu tak mau kalo Yudha berlama lama dengan Hana..


"Maaf, malam ini aku gak pulang Yank.. Aku jagain Hana di rumah sakit" jawab Yudha masih tenang..


"Biasanya juga bisa kok sendirian, si Hana sengaja tuh buat narik perhatian kamu" kata Stella tak mau tau..


"Gak bisa yank, aku harus temani Hana di rumah sakit karena Hana lagi mengandung anak aku sekarang" jujur Yudha..


"Aku memang tidak mencintai Hana tapi aku mencintai darah daging ku dan akan bertanggung jawab mengurus mereka" kata Yudha menerangkan pada Stella..


"Apa jadi Hana lagi hamil?" tanya Stella kaget..


"Kenapa Yud, kamu tidak mencintainya tapi kamu tidur dengan dia.. Kamu anggap aku apaan?, Kamu kok tega sih lakuin itu dengan Hana? Mikir gak sih bagaimana perasaan aku hah?" teriak Stella marah..


"Berikan nafkah bathin, itu persyaratan Hana ketika aku memintanya menanda tangani surat kesediaan di poligami" kata Yudha yang mulai emosi..


Karena Stella tidak mengerti dengan keadaan Yudha dan Stella lupa bahwa bukan cuma dia saja istri satu satunya Yudha..


"Jangan lupa Yank, kalo Hana itu juga Istri aku" ujar Yudha mengingatkan Stella..


Setelah itu Yudha mematikan sambungan telepon dari Stella lalu kembali masuk ke ruang rawat Hana..


"Gue juga harus hamil sekarang kalo tidak hati Yudha akan berubah buat Hana,, huhh kalo gue hamil bisa bisa bodi gue jadi jelek dan mengurus anak sangatlah merepotkan" ujar Stella setelah mendengar kabar tentang Hana..


Bagi Stella anak adalah sebuah beban dan dapat merusak bentuk bodi badannya serta sangat merepotkan apa lagi tangisan di malam hari..


Hari berganti pagi..


"Selamat pagi ibu Hana dan pak suami, saya periksa keadaan ibu Hana dulu ya" kata dokter yang masuk memeriksa keadaan Hana..

__ADS_1


"Ibu Hana masih harus bed rest dulu yaa, jadi mungkin pulangnya bisa lima enam hari lagi" kata dokter selesai memeriksa Hana..


"Saya pamit mau memeriksa pasien yang lainnya juga, dan ibu Hana jangan lupa di minum obatnya serta mengkonsumsi makanan sehat" sambung dokter lalu berlalu keluar pintu..


Setelah dokter keluar Yudha ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan sarapan pagi..


"Saya mau ke kantin dulu cari sarapan, kamu mau nitip makan apa biar saya bawakan?" tanya Yudha lemah lembut..


"Gak usah bang, ada makanan dari rumah sakit" kata Hana yang masih acuh pada Yudha..


"Ya sudah kalo begitu abang ke kantin dulu ya" pamit Yudha lalu keluar..


Saat pulang cari makanan Yudha di buat kaget dengan kehadiran Sean dan Putra yang sudah berada di ruang rawat Hana..


"Kalian berdua kapan sampenya?" tanya Yudha kaget..


"Pas abang keluar tidak lama mereka berdua datang" kata Hana yang menjawab pertanyaan Yudha..


" Kita datang bawa sarapan karena Hana pengen makan bubur ayam spesial, mana kirim pesannya jam lima, makanya kita langsung kemari setelah mendapatkan bubur ini"kata Putra menjelaskan..


" Ntar loe balik sendiri ya, gue mau lanjut tidur di sini" kata Putra buat Sean..


"Gak ada, kita pulang sama sama" kata Sean tak Terima..


"Loe itu ngelunjak yaa, uda sukur gue temani loe cari bubur tapi masih pengen lebih" tangkis Putra perkataannya Sean..


"Na, lain kali kalo nyuruh Sean bilang gak usah ajak gue ya" kata Putra lagi..


"Maafin Hana ya bang Putra, Hana uda ngerepoti " kata Hana tak enak hati...


"Kamu gak salah Na, noh orang itu yang salah" sambil nunjuk Sean..


Obrolan Sean Putra dan Hana tanpa melibatkan Yudha membuat Yudha merasa terasing sendiri..


"Gue kerja dulu ya, kalian lanjut ngobrol lagi" kata Yudha lalu mengambil laptop dari dalam tasnya dan langsung serius bekerja..


Tak ada yang menjawab perkataan Yudha, mereka seakan akan menganggap Yudha tak ada..


Jangan salahkan mereka,, sebagai Sahabat mereka sedang kecewa marah dan tak percaya kalo Yudha yang mereka kenal selama ini tega menyakiti perasaan wanita terlebih Hana yang sudah mereka anggap sodara mereka sendiri dan perihal pernikahan Yudha yang kedua dan tidak mereka ketahui kalo Stella tidak mengatakan pada Sean..

__ADS_1


Di tambah lagi dengan kebenaran pernikahan Hana, di mana Yudha lebih mementingkan Stella dan berbuat tak adil..


Bersambung....


__ADS_2