
Flashback On..
Liburan... Liburan... Liburan... Hore... Hore...
Itulah sepenggal nyanyian dari seorang putri ningrat bernama Sandra Salim..
Si bungsu dari sepasang suami istri bernama Adam Salim dan Wati Kartika..
Mempunyai dua orang kakak lelaki Bastian Salim dan Herman Salim
"Ayahhh... Ibuuuu... Adek mau tanya apakah betul yang di bilang kak Herman kalo kita akan berlibur di kota K melihat perkebunan kelapa sawit milik paman Heru, kalo memang betul Adek mau siap siap dulu" tanya Sandra dengan hebohnya..
Membuat suasana ceria di pendopo tempat para kerabat berkumpul..
Dan para abdi dalem melakukan rapat, melatih tarian, dan lain lain..
Beberapa pekerja yang mengurus keluarga ningrat tersebut tak terkecuali..
"Kesayangan ayah,, bisa tidak berjalan saja kalo nanti jatuh dan terluka ayah pun juga akan merasakan luka" kata ayah Sandra dengan raut wajah takut..
Bila mendapati putrinya terjatuh..
"Dalem ayah,, maafin Sandra ya buat ayah sedih" balas Sandra..
"Sandra duduk di sini dengan ayah, nanti kalo uda selesai dengan urusan ayah baru deh Sandra dan Ayah bersiap siap" bujuk ayah yang memang sangat sangat mencintai si bungsu..
"Dalem ayah,, tapi Sandra duduk dengan ibu aja yah,, mau rebahan di paha ibu" ujar Sandra tak mau mengganggu kerjaan ayah..
Sandra tak tau aja kalo memang awal kedatangannya sudah menggangu Rapat para anggota bangsawan..
Melangkah ke ibunya sambil senyum ceria Sandra langsung membaringkan tubuhnya sambil kepala Sandra di letakkan ke paha ibunya..
Mengerti maksud dari putrinya ibu Sandra pun mengelus pelan kepala anaknya dengan sayang..
Setelah dua jam menunggu akhirnya mereka pun melangkah ke rumah besar nan megah berbentuk klasik modern serta memiliki tanah yang luas..
Dua hari kemudian mereka pun telah tiba di kota K,, Ayah Ibu dan Sandra..
"Ayah bolekah Sandra ikut paman dan ayah ke kebun kelapa sawit?, Sandra jamin tidak akan tersesat lagi" kata Sandra yang membujuk ayahnya..
Perlu di ketahui,, baru sehari di kota K Sandra sudah membuat heboh kelurga dari ibunya..
Bagaimana tidak heboh, belum sehari ibu Sandra mendapat telepon dari polisi untuk menjemput Sandra yang tersesat di kota K..
Flashback On..
__ADS_1
"Ayah, Hu, hu,(tangisan Sandra terdengar) di telepon,, ibu mana yang tidak panik menghadapi situasi seperti ini..
Ayah ibu dan paman Heru serta istrinya langsung pergi setelah mendapat telepon..
Setelah bertemu dengan petugas polisi akhirnya mereka keluar dari kantor polisi tersebut..
" Adekk,, kenapa main sepedanya sampai jauh,, kan bisa di sekitaran kompleks aja" tanya ibu marah bercampur khawatir..
"Maafin adek buu" ucap Sandra menundukkan kepala..
"Sudah mba jangan di marahi Sandra nya, kasihan dia.. Liat tangan dan kakinya ada luka" kata istri paman Heru..
"Adek kok terluka?, kenapa bisa dekk?" kata paman Heru..
Di tanya begitu, akhirnya pecah juga tangisan Sandra yang dari tadi telah di tahan karena merasa bersalah pada keluarganya..
"Sandra jatuh karena ngebut di kejar anjing, sakit banget" jujur Sandra..
"Her, ke rumah sakit sekarang.. Aku takut luka Sandra infeksi dan biar tau ada luka di bagian lain gak.. Cepetan" kata Ayah panik..
"Iya kak kita ke rumah sakit" kata Heru lalu membawa mobil agak cepat karena khawatir juga..
Setelah pulang dari rumah sakit dan sampai di rumah Sandra langsung di bawa ke kamarnya tuk beristirahat..
Flashback Off..
"Selamat datang tuan Heru" sambut Ilham mandor di kebun kelapa sawit..
"Selamat siang Ilham,, perkenalkan ini pak Adam kakak ipar saya sekaligus pemilik perkebunan kelapa sawit ini dan yang di samping pak Adam adalah ponakan saya anak bungsu dari pak Adam namanya Sandra" kata Heru menjelaskan..
"Selamat datang pak Adam dan nona Sandra, saya senang bisa berkenalan dengan anda" kata Ilham sambil menjabat tangan pak Adam..
Pada saat berkeliling melihat kelapa sawit ketemu lah mereka ber empat dengan beberapa pekerja yang sedang makan siang..
Dan mereka pun berkenalan satu per satu,, sementara berbicara ada dua pasang mata saling melihat dengan tatapan yang sama yaitu tatapan JATUH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA..
Tatapan mereka terputus di karenakan pekerja tersebut di panggil mandor Ilham untuk mengikuti pak Adam dan pak Heru ke pabrik minyak sawit..
"Sudah berapa lama kamu bekerja di perkebunan?" kata pak Adam kepada salah satu pekerja tersebut yang bernama Anton..
"Baru lima bulan pak" jawab Anton..
Saking asiknya bercerita,, tidak sadar telah sampai di pabrik minyak..
Setelah itu melihat dan menge Check pabrik dan perkebunan sawit akhirnya Anton pun kembali ke bekerja dan pak Adam pak Heru dan Sandra kembali ke mobil untuk kembali ke rumah..
__ADS_1
Semenjak pertemuan pertama kali,, kini hubungan Anton dan Sandra semakin dekat..
Sudah seminggu ini mereka sering bertemu..
Mereka menjadi dekat karena Anton yang di percayai pak Ilham untuk membantu pak Adam selama mereka di perkebunan..
Dan di mana ada pak Adam situ pula ada Sandra..
Sandra sengaja mengikuti ayahnya ke kebun agar dapat melihat Anton..
Karena hal tersebutlah benih benih cinta semakin subur..
Hingga membuat mereka melakukan hubungan yang melewati batas norma masyarakat dan kelurga..
H -5 kepulangan kelurga Sandra ke kota S..
Di saat siang menjelang di sebuah rumah yang bisa terbilang mewah,, duduklah dua orang remaja lajang dan gadis gazebo milik paman Heru..
Bercerita dan bersenda gurau entah apa yang di bicarakan..
"Anton,, aku lima hari lagi uda mau balik ke kota S yang artinya kita akan berpisah" kata Sandra sedih..
"Kalo kamu pulang hubungan kita gimana San,, aku takut berpisah karena di sana pasti banyak lelaki yang menyukaimu,, sedangkan aku hanya buruh kelapa sawit yang tak berpendidikan tinggi" kata Anton khawatir..
"Gakpapa kita LDR-an,, aku janji bakal balik dan tetap setia sama kamu" ujar Sandra penuh keyakinan..
"Nanti kalo sekolah libur aku bakal datang ke sini lagi" kata Sandra memberikan saran..
"Tapi aku tetap saja takut, kamu berpaling" jawab Anton lagi..
"Aku juga berat berpisah Nton, tapi mau gimana lagi" kata Sandra frustasi juga karena mau berpisah dengan Anton..
Karena bingung tidak tau apa yang harus di lakukan, hadirlah pemikiran setan Anton dan Sandra..
Setelah itu mereka masuk ke dalam rumah dengan tujuan kamar Sandra,,mereka jalan dengan cara mengendap-endap sambil melihat apakah ada orang yang melihat mereka masuk ke kamar..
Akhirnya mereka pun tiba di kamar yang telah di kunci oleh Sandra..
Tanpa ba bi bu be bo akhirnya terjadi hal yang tidak di inginkan dan seperti semesta yang memihak mereka..
Kejadian tersebut tak ada seorang pun yang tau..
Tak ada penyesalan dari keduanya,, yang ada mereka berpikir apa yang di lakukan sekarang karena mereka mencintai satu sama lain..
Tanpa berpikir ke depannya,, jika sesuatu terjadi..
__ADS_1
Bersambung....