
“Aktifkan!”
Simbol-simbol yang Sakya tulis di sekeliling ruangan sarang mulai bercahaya. Seketika udara yang ada disekitar sarang mulai berubah menjadi lebih panas dan api mulai menyebar ke seluruh penjuru ruangan. Dari semua mantra tertulis yang Sakya ketahui, dia sengaja memilih api karena api merupakan kelemahan mereka.
Api yang kali ini berbeda dengan lautan api yang Sakya rapal sebelumnya. Kali ini lebih kuat. Bahkan dinding sarang sudah mulai menjadi bara yang berwarna merah. Sakya dan raja ‘yang terlupakan’ sama-sama berhenti bergerak. Panas api mulai menyerang mereka berdua. Mereka sama-sama mengeluarkan seluruh usahanya agar dapat bertahan hidup.
Sakya melapisi tubuhnya dengan prananya sementara sang raja ‘yang terlupakan’ mengencangkan otot kulitnya karena dia tidak mempunyai prana. Ini bukan lagi pertempuran teknik dan strategi, ini pertempuran siapa yang memiliki keinginan hidup, tekad dan keberanian yang lebih besar. pemenangnya adalah yang lebih lama bertahan.
Sakya sengaja memilih mantra api karena tahu makhluk tersebut lemah terhadap panas. Mungkin karena mereka hidup di dalam gelap dan tidak pernah terekspos panas matahari. Apapun itu, dia telah membuat pilihan, dan nyawanya tergantung pada pilihan tersebut.
Hawa panas semakin meningkat 2 kali lipat, karena tidak ada perputaran udara di dalam sarang. Kilauan prana yang melapisi Sakya yang berwarna biru kini berubah menjadi merah. Sakya mengalirkan prananya terus menerus untuk menyelimuti seluruh tubuhnya, karena begitu bersentuhan dengan panas, prananya langsung terbakar.
__ADS_1
Situasi Sakya terlihat buruk, tapi hal yang sama terjadi pada raja ‘yang terlupakan’, uap air terlihat keluar dari tubuhnya. Keduanya tidak ada yang menjerit karena mereka terlalu takut untuk membuka mulut.
Ketika hawa panas mulai meningkat lagi, prana pelindung Sakya semakin menipis. Kini kulitnya mulai melepuh. Sakya menelan pil Sina* dan pil penghilang rasa sakit yang memang sudah dia siapkan di dalam mulutnya. Efek pil Sina mulai terasa, rasa dingin mulai menyelimuti dirinya. Sakya merasa tenang meskipun dia tahu kulitnya yang melepuh semakin melebar, setidaknya tidak terlalu terasa pedih.
Prana yang Sakya alirkan kini semakin besar dan deras bagai air terjun, Dia bahkan tidak menggunakan prananya untuk penyembuhan. Dia gunakan prananya hanya untuk mempertebal perlindungannya, meskipun langsung hilang karena hangus terbakar tapi Sakya tidak memiliki pilihan lain. Menyimpan prana artinya memilih mati terbakar.
Sakya sempat melihat kondisi raja ‘yang terlupakan’, tampaknya tubuhnya mulai mengkerut dan susut setengahnya. Panjangnya hanya 5 meter sekarang.
Tiba-tiba sebuah duri melesat dari tubuh sang raja ‘yang terlupakan’ ke arah Sakya. Sakya hanya diam memandang duri datang, lebih tepatnya membiarkan duri yang langsung menembus bahu kanannya dan menancap di dinding sarang yang ada dibelakangnya. Sebagian badan duri masih menancap di bahunya. Sakya tahu jika dia bergerak menghindar maka pertahanannya terhadap panasnya api akan goyah.
Dia menelan lagi pil Hemataru*. Kali ini Sakya merasakan dirinya dalam bahaya, dia mulai berpikir untuk lari dan keluar dari tempat sarang ini. Tapi keajaiban datang pada mereka yang benar-benar gigih. Jeritan kencang terdengar dari mulut si raja ‘yang terlupakan’. Karena ketidak sabarannya, dia melepaskan duri untuk mengakhiri pertempurannya dengan Sakya. Alas, dengan menyerang Sakya dia membuka pertahanannya sedikit dan pada saat itulah hawa panas mulai masuk ke dalam tubuhnya. Kulitnya mulai terbakar dan tubuhnya mulai menggelembung karena cairan yang di dalam tubuhnya mulai menguap.
__ADS_1
BUUM!
Tubuh sang raja meledak. Darahnya yang hijau menyebar ke seluruh ruangan bahkan menempel pada Sakya.
“Matikan simbol.” Dengan cepat Sakya menonaktifkan mantra tertulis dengan meletakkan tangan kirinya di permukaan tanah. Tidak lama kemudian cahaya simbol mulai redup, api yang kemudian padam dan hawa panas mulai menurun. Akhirnya, Sakya bisa bernapas lega kembali.
------------------------
Pil Sina: Pil yang terbuat dari tumbuhan sina yang tumbuh saat musim salju. Pil ini memberi efek dingin pada tubuh.
Pil Hemataru: Pil yang dibuat dari bunga batang emas yang dapat mempercepat luka cepat sembuh
__ADS_1