SAKYA PARAKA: SANG PEMBEBAS

SAKYA PARAKA: SANG PEMBEBAS
Belajar di Balai Vanuya


__ADS_3

Setelah membuat nisan untuk keluarganya sepeninggal kepergian si Kakek yang misterius, Sakya memberanikan diri untuk memeriksa seluruh ruangan yang ada di kuil Vanuya.


Selain balai Vanuya, ada lagi dua buah ruangan yang kosong. Di salah satu ruangan, terdapat kotak yang bisa digunakan untuk menyimpan bunga Kalvaraksa. Sakya menyimpannya di dalam kotak sesuai dengan pesan Si kakek. Sementara ruangan yang lainnya terkunci.


Sakya memberanikan diri untuk memasuki balai Vanuya setelah selesai memeriksa semua. Balai Vanuya terletak ditengah ruangan. Tertutup dengan pintu yang lebih besar dari 2 ruangan yang ada disampingnya. Sakya tidak kesulitan untuk membukanya pintunya walaupun terbuat dari batu. Ketika didorong, pintu mengayun dengan halus.


Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang terbuat dari batu. Di tengah meja bundar terdapat kristal bening seukuran kepala orang dewasa. Sementara di sekeliling dinding menempel kristal-kristal yang ukurannya lebih kecil dibanding dengan kristal yang berada di tengah.


Ketika dia berjalan mendekati meja bundar yang ada di tengah ruangan, tiba-tiba kristal menyala.


"Selamat datang di balai Vanuya." Suara perempuan yang begitu halus dan merdu tiba-tiba bergema di dalam ruangan.


Sakya berhenti dan melihat ke sekeliling tapi tidak ada siapapun.


"Siapa disini?"


"Namaku Varna. Aku adalah penjaga balai Vanuya. Aku akan menjadi pemandumu dalam mempelajari pengetahuan yang ada di balai Vanuya ini."


"Apakah kau seseorang dari ras Ajada?"


"Aku bukan dari ras Ajada tapi aku diciptakan oleh mereka. Tubuhku adalah ruangan balai Vanuya ini dan jantungku adalah kristal yang ada di depanmu"


"Kau ruangan?... Tapi kenapa kau bisa bicara dan mengerti bahasa manusia?" Sakya terus bertanya, baginya hal ini sudah berada di luar akal sehatnya.


"Sebenarnya aku tidak mengeluarkan suara sepertimu dan berbicara bahasa manusia. Perasaan bahwa kau mendengar suaraku menggema di seluruh ruangan adalah salah. Saat ini suaraku hanya ada di benakmu saja." Kemudian Varna melanjutkan penjelasannya, "Dalam setiap makhluk hidup ada energi atau di sebut prana yang mengalir dalam tubuhnya. Dengan cara tertentu kita bisa menyimpan informasi ke dalam prana dan mengirimkannya pada seseorang. Karena kita menggunakan prana yang sama maka bahasa yang kita gunakan sama. Apakah kau sudah mengerti?"

__ADS_1


"Tidak" Sakya menggelengkan kepalanya. Apa itu prana? Apa itu informasi? Sakya mulai berpikir untuk keluar dari balai Vanuya.


"Bahasa yang lebih sederhananya disebut telepati. "


"Oh... Aku tahu itu. Tunggu...Apakah aku bisa mempelajarinya? Bisakah aku berbicara dengan Sattva nantinya?" Sakya mulai tertarik.


Bisa berkomunikasi dengan Sattva merupakan salah satu kemampuan untuk bertahan hidup yang bisa digunakan di saat tertentu. Dan dia memiliki rencana untuk menemui 4 penguasa hutan Vanaya.


"Selama itu makhluk hidup maka jawabannya bisa." Jawab Varna.


"Kau bisa memanggilku Sakya." Sakya mengenalkan dirinya sendiri.


"Baiklah Sakya, karena kita sedang membahas tentang prana, bagaimana kalau kita mulai belajar tentang chakra terlebih dahulu?"


"Baiklah, aku siap." Jawab Sakya sambil duduk siap mendengarkan.


Sakya melihat dirinya sendiri hanya saja lebih tinggi dan besar dalam posisi duduk bersila. Udara yang semula tidak terlihat kini menjadi kasat mata. Masuk dari hidung turun bagian bawah tubuhnya kemudian keluar dari mulutnya.


"Apa ini? Mengapa pemandangan tiba-tiba berubah dan mengapa ada aku?" Manusia selalu takut akan apa yang mereka tidak tahu. Hal yang sama terjadi pada Sakya. Dia ketakutan dengan apa yang sedang terjadi.


"Ini disebut dengan ilusi. Hampir sama dengan telepati. Bedanya adalah kalau telepati maka infomasi disampaikan ke indera pendengaran penerima. Sedangkan jika ilusi maka informasi disampaikan ke indera pelihat. Untuk Ilusi lebih tinggi biasanya informasi disampaikan keseluruh panca indera sehingga penerima informasi mengalami apa yang kita inginkan." Jawab Varna.


Kemudian Varna melanjutkan penjelasannya dengan suara yang menenangkan. "Aku memiliki kemampuan untuk menyampaikan informasi, artinya aku bisa bertelepati dan membuat ilusi. Sakya, saat ini kau melihat ilusi bagaimana cara latihan membuka titik chakra Muladhara. Aku sarankan kau mengikuti ilusi yang kuberikan."


"Luar biasa... Apa yang bisa aku lakukan apabila aku bisa membuka titik chakra Muladhara?" Sakya bertanya sambil mengikuti gerak dan laku ilusi dirinya.

__ADS_1


"Untuk tingkat Muladhara, apabila kau sudah membuka titiknya maka kau akan bisa menyerap prana dari alam sekitar, menyimpannya dan mengalirkannya di tubuhmu. Kau bisa membuat tubuhmu lebih kuat dari batu dan lebih cepat dari seekor binatang."


"Apakah aku sudah bisa bertelepati?"


"Belum. Kau bisa bertelepati setelah kau membuka titik chakra Manipur."


"Bisakah aku langsung membuka titik Manipur langsung?" Sakya tetap fokus pada kemampuan telepati.


"Tidak bisa. Ada enam titik chakra yang ada dalam manusia. Kau hanya bisa membukanya secara berurutan dan titik pertama ada chakra Muladhara." Kemudian Varna melanjutkan penjelasannya:"Aku sarankan agar kau mulai fokus satu persatu memulai dari awal, terlalu banyak tujuan hanya akan membuatmu bingung."


"Baiklah. Oh aku sudah bisa menguasai pernapasan ini apakah aku sudah bisa membuka chakra Muladhara?" Sakya menyadari bahwa pernapasan ini cukup mudah dilakukan. Sakya sedikit ragu apakah semudah ini?


"Teknik pernapasan hanyalah salah satu beberapa syarat untuk membuka Chakra. Ingat hitungannya, bernapas dalam tujuh tarikan napas, tahan dalam delapan tarikan napas dan keluarkan dari mulut dalam tiga tarikan napas."


"Ada yang harus aku lakukan lakukan lagi?"


"Setelah mempelajari teknik pernapasan kalau bisa mulai mencoba membuka titik chakra. Bisa melakukannya disini atau di luar. Untuk mencoba membuka titik chakra Muladhara kau harus duduk bersila, melakukan pernapasan selama tiga puluh hari tanpa makan dan minum. Kau bisa mulai kapanpun kau siap."


Sakya mengerenyitkan keningnya saat mendengarkan arahan Varna. tiga puluh hari tanpa makan dan minum? Dia sudah menduga bahwa akan sesulit ini.


Varna seperti tahu kegalauan hati Sakya. Dia berkata:"Jika kau berhasil membuka titik chakra maka kau bukan manusia biasa lagi. Kekuatanmu berada diatas mereka. Bagaimana mungkin kekuatan tersebut bisa mudah didapatkan hanya dengan bernapas. Untuk mendapatkan kekuatan yang lebih dari manusia biasa maka kau harus melakukan lebih yang tidak bisa mereka lakukan. Apabila kau gagal dalam memenuhi ketiga syarat tersebut maka kau harus mengulangi dari awal."


"Baiklah. Aku siap-siap terlebih dahulu. Hari ini aku akan memulainya." Tekad Sakya sudah mantap. Sakya tahu semakin banyak dia bertanya semakin lama dia mencapai tujuannya.


Setelah urusannya selesai, dia mulai duduk dan melakukan pernapasan. Dia akan duduk, bernapas tanpa makan dan minum selama tiga puluh hari.

__ADS_1


...


__ADS_2