SAKYA PARAKA: SANG PEMBEBAS

SAKYA PARAKA: SANG PEMBEBAS
Kekuatan ‘Yang Terlupakan’ Part 2


__ADS_3

Segumpal darah berwarna hijau tergenang di kedua telapak tangannya, tanpa keraguan dia meminumnya. Rasa sedikit asin, amis masuk ke mulutnya. Agak susah melewati tenggorokannya karena lengket tapi dengan sedikit usaha, akhirnya Sakya berhasil. Kemudian dia duduk semedi dan memulai proses peningkatan kualitas dasar tubuhnya, untuk menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


Sakya mengalirkan prananya mengisolasi darah sang ratu yang masuk ke tubuhnya. Tahap pertama adalah menyortir informasi yang dia tidak perlukan. Dia harus mengakses informasi yang ada di dalam darah tersebut. kemudian menghilangkan informasi yang dia tidak perlukan seperti informasi bagaimana jantungnya terbentuk atau bentuk tubuhnya, kecuali kalau Sakya bertujuan untuk mengganti jantung atau bentuk tubuhnya menjadi ‘yang terlupakan. Yang kini dia perlukan hanyalah informasi bagaimana  kulitnya terbentuk. 


Setelah dia mendapatkan informasi tersebut dia menghilangkan informasi mengenai duri yang tumbuh di kulitnya dan cairan yang keluar dari kulitnya untuk menjaga kelembaban kulit ‘yang terlupakan’. Dia tidak memerlukan informasi  tentang duri dan cairan, akan sangat aneh jika tubuhnya berduri dan mengeluarkan cairan. Manusia lain akan menganggapnya monster. Akhirnya dia mendapatkan informasi yang dia inginkan, informasi mengenai bagaimana kulit kerasnya tersusun.


Setelah menyortir informasi, Sakya mulai memasuki tahap kedua. Tahap asimilasi. Dia harus memasukkan informasi tersebut ke dalam darahnya sendiri. Menambah informasi dalam darahnya sehingga darahnya bisa membuat kulitnya sekeras kulit ‘yang terlupakan’. 


Setelah tahap kedua maka berlanjut ke tahap terakhir. Tahap pembentukan. Pada tahap ini, darah yang sudah berisi informasi tambahan memproduksi organ baru. Dalam kasus Sakya, darah akan membentuk  kulit yang baru. 


Untuk proses pembentukan kulit terdapat dua cara yang bisa Sakya lakukan. Cara alami dimana Sakya harus menunggu secara alami kulitnya berganti yang akan memakan waktu selama mingguan. Atau dia bisa menggunakan cara paksa, dia bisa membakar kulitnya dan memaksanya tubuhnya menumbuhkan kulit yang baru. Untuk menghemat waktu, Sakya berpikir untuk menggunakan cara yang kedua setelah tahap sebelumnya selesai. 


Keseluruhan proses peningkatan itu sendiri memakan waktu berjam-jam mungkin harian, tergantung dari tingkat kesulitan mengekstrak informasi dari darah sumbernya. Semakin  kompleks struktur sebuah makhluk maka semakin banyak informasi yang harus di sortir.


Peningkatan kualitas dasar pada tubuh manusia adalah pengaplikasian penggunaan prana level tinggi. Pengetahuan tentang hal tersebut bahkan dinilai sangat baru dan masih menjadi bahan perdebatan. Apakah bisa dilakukan atau tidak. Tapi, Sakya tahu kenyataannya, dia pernah melakukannya dan berhasil.


✤✤✤


4 Tahun lalu di balai Vanuya.

__ADS_1


“Selamat atas keberhasilanmu menjadi dwi praboditha.” Suara Varna menggema di ruangan balai Vanuya.


“Terima kasih, Varna. Terima kasih atas panduannya. Emm, Apakah aku bisa telepati sekarang?”


“Ya, telepati dan yang lainnya. ” 


“Ya-yang lainnya?”


“Kau tahu bahwa eka praboditha hanya bisa menggunakan prananya di sekitar anggota tubuh saja. Kau menggunakannya untuk memperkuat tubuh atau senjatamu. Sementara dwi praboditha mampu memancarkan prananya keluar dari tubuhnya. Kau bisa menggunakannya untuk telepati dan melakukan perubahan elemen. Jadi, berdasarkan perkembanganmu, disarankan kau mempelajari ilmu tentang perubahan elemen,” papar Varna panjang lebar.


“Jujur aku tidak mengerti apa yang kau katakan. Bisa jelaskan lagi tentang perubahan elemen?” Sakya memijat keningnya. Hal seperti perubahan elemen sangat sulit dibayangkan baginya yang hidup selama 16 tahun di desa terpencil.


“Baik …. Sederhananya bagi mereka yang memiliki tingkat keterbacaan rendah, perubahan elemen biasa disebut sihir.”


“Aku minta maaf, aku tidak memiliki kata lain yang sepadan dengannya sehingga kau mengerti. Aku dibuat dengan asumsi bahwa mereka yang memasuki balai Vanuya adalah makhluk yang sangat terpelajar.” 


Karena tidak ada nada dalam gaya bicara Varna, Sakya tidak tahu apakah Varna berkata tulus atau sedang menghinanya. Tapi dia mengerti maksud dibalik perkataan Varna  yang berarti dia bodoh, hanya saja Varna tidak mengatakannya. 


‘‘Meskipun aku bisa memuaskan seluruh rasa keingintahuanmu, aku percaya bahwa kita menghabiskan banyak waktu di dunia nyata hanya untuk tanya jawab. Tapi, semuanya akan berbeda di dalam ilusi, disana kau bisa memenuhi keingintahuanmu sebanyak mungkin tanpa mempengaruhi waktu yang ada di dunia nyata.” 

__ADS_1


“Apakah berbeda antara waktu di dalam  ilusi dan dunia nyata?”


“Ya. Di dalam sebuah ilusi waktu dikatakan relatif. Kau mungkin merasa menghabiskan waktu setahun di dalam ilusi, namun kenyataannya kau menghabiskan waktu selama 1 hari di kehidupan nyata.”


“Tapi, kemarin saat mempelajari untuk menjadi eka praboditha, ilmu pedang dan dwi praboditha, waktu yang berlalu di dalam ilusi sama dengan waktu yang berlalu di dunia nyata?”


“Aku membuatnya seperti itu. Ketika kau mempelajari hal tersebut, kau tidak bisa hanya mempelajari di dalam pikiranmu. Percuma jika pikiranmu seorang eka praboditha tapi tubuhmu tidak. Begitu juga dengan ilmu pedang, pikiranmu tahu semuanya tapi tubuhmu tidak, itu sangat sia-sia. Karenanya, aku menghubungkan pikiranmu yang ada di dalam ilusi dan tubuhmu yang ada di dunia nyata. Karena waktu yang berlalu di dalam ilusi tidak ada perbedaan antara waktu yang berlalu di dunia nyata.”


“Tapi, semua berbeda jika kau mempelajari tentang perubahan elemen. Dalam melakukan perubahan elemen, kau hanya memerlukan pikiranmu, lebih tepatnya pengetahuan yang ada di dalam pikiranmu. Tubuhmu tidak kau perlukan. Aku harap kau mengerti,” ucap Varna.


“Aku mengerti gambaran besarnya. Aku rasa hanya dengan terjun langsung aku bisa lebih mengerti.”


“Jadi kau siap untuk ilusi selanjutnya?”


“Ya. Oh iya apakah aku bisa tahu tentang ilusinya terlebih dahulu?”


“Aku rasa tidak masalah jika aku memberitahumu. Baik, ilusi ini terbagi 2 bagian. Pertama kau harus mempelajari tentang perubahan elemen dan lulus dari balai pendidikan Mantra Sadhaka. Kedua kau harus menyelamatkan dunia Mantrapada dari kehancuran. Hanya itu yang aku bisa sampaikan.”


“Baik. Aku siap, mulai ilusinya.”

__ADS_1


“Sesuai keinginanmu. Sebagai tambahan informasi, pertama aku melakukan penyesuaian waktu artinya setahun di dalam ilusi sama dengan sehari di dunia nyata. Semoga berhasil.” 


Kemudian cahaya terang bersinar menyilaukan, Sakya menutup matanya. Ketika dia sudah merasa aman, Sakya  membuka matanya dan menemukan bahwa dirinya berada di tempat yang asing. 


__ADS_2