Sang Antagonis

Sang Antagonis
Prolog


__ADS_3

Kenapa hidup gw kek gini? Andai mama masih hidup, gw gak akan kesepian kayak gini. Papa, satu satu nya orang tua gw sekarang, sibuk dengan pekerjaan nya yang seorang Asisten direktur.


Hidup kami bahkan bisa dikatakan kaya, papa selalu memanja kan gw dengan uang. Tapi yang gw mau bukan uang, tapi kasih sayang seseorang, setidak nya gw gak merasa hidup sendiri di dunia ini.


Hiks.


Gw lelah, gw pengen istirahat dengan tenang. Gw terlalu jahat selama ini, dengan gw mati, semua orang akan hidup bahagia tanpa tekanan apa pun dari gw.


Pah, maafin Nana. Ini jalan pilihan Nana yang terakhir, i love you pah..


Jangan salah kan siapa pun atas kematian ku nanti, Nana lelah pah. Surat ini Nana tulis buat semua orang yang mengenal Nana.


Buat lo Zal, gw minta maaf cara gw mencintai lo gak bener, gw tau cinta gak mungkin di paksakan. Gw akan rela in lo sama cewek yang lo sayang, lo pantas bahagia dengan pilihan lo.


Dan buat kalian yang pernah gw bully, gw minta maaf, karna gw hari hari kalian gak tenang. Semoga lo pada mau maafin gw, gw pergi ini adalah pilihan gw, gw terlalu jahat buat kalian.


Gw banyak salah sama kalian, gw harap kalian bisa maafin gw ya.


Papa, Nana sayang papa. Terimakasih papa udh ngasih yang terbaik buat Alsyena selama ini, Alsyena tidur dulu ya pah.


Papa jangan nangis lagi, Alsyena udah bahagia dengan kehidupan yang baru, tetap semangat dan terus hidup ya pah? Demi Nana, Nana sayang papa..


...


What the..


Tampak seorang gadis cantik terlihat cengo membaca surat yang di tulis nya sendiri dan di letak di atas meja.


Mata nya yang cantik, membulat tak percaya, kepala nya sangat pusing, dan melihat banyak nya pill tidur berserakan di lantai hingga kasur.


Perlahan gadis itu berjalan menuju kaca rias yang terdapat alat make up, skincare dan bodycare nya.

__ADS_1


Mata nya kembali membulat.


AAAAAAA.....


Seketika pekikan keluar dari mulut mungil gadis itu.


Brak!


" Nona? Nona tidak apa apa?? " tanya seorang wanita paruh baya, sepertinya seorang pelayan sebab seragam yang dikenakan oleh nya tampak terlihat khusus.


Gadis itu masih syock, menatap diri nya di cermin, kemudian menunjuk diri nya sendiri di pantulan cermin tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


" Ya lord, bagaimana ini bisa terjadi? Dan kenapa gw bisa di sini? Kenapa gw bisa di tubuh orang lain? Gw tau gw gak rela buat mati, tapi kenapa harus hidup ditubuh lain?Jangan mempermain kan ku tuhan, ini sangat tidak lucu " Gumam gadis itu syock luar biasa, tak menyangka dia akan hidup di tubuh gadis yang sama sekali tak ia kenal.


Flasback on.


Tampak seorang gadis mungil menatap tak percaya, menghampiri gadis yang kini sudah tergeletak di lantai dengan bersimbah darah.


BRAK!


" ALZENA!! " Pekik dari sang papa menatap putri nya tak percaya.


" Aaa.. "Pekik sang mama menutup mulut nya dengan mata terbelalak.


PLAK!


Tubuh gadis itu limbung ke lantai, dengan bekas tampatan di pipi nya, tangis gadis itu semakin histeris.


" Anak kurang ajar! Selama ini kami terlalu memanja kan mu, sampai kamu bisa senekat ini menusuk teman mu! " Ucap sang papa dengan intonasi tinggi.


" Enggak Pah! Nana gak nusuk Lea, Nana gak sejahat itu " Ucap gadis itu membantah ucapan sang papa yang menuding diri nya yang menusuk sang sahabat.

__ADS_1


" Kalau bukan kamu lalu siapa? Sangat jelas pisau itu ada di tangan mu, papa kecewa sama kamu! " Ucap sang papa kemudian mengangkat tubuh Lea yang tak sadarkan diri untuk membawa nya kerumah sakit.


Tinggal lah sang mama kini tampak menatap gadis itu tajam.


" Mama malu punya anak kayak kamu Nana, Mama gagal didik kamu hingga kamu menjadi sekejam ini " Ucap sang mama kemudian pergi tanpa menghiraukan tangis pilu anak nya.


Gadis itu menangis histeris, " Kenapa?? Kenapa lo lakuin itu Lea? Hanya karna orang tua gw sayang sama gw lo iri sama gw? Kenapa??? Hiks hiks, padahal keluarga lo lebih lengkap dari gw, lo punya abang dan kakak, lo punya saudara yang lengkap untuk ada di samping lo tapi lo tetap gak terima!! APA SALAH GW!! Gw gak pernah ganggu hidup lo Lea! Gw gak pernah iri sama lo, gw tetap bersyukur walau gw sebenar nya ingin sosok saudara yang nemenin gw ketika gw sedih, senang mau pun susah. Tapi lo?? Lo dengan enak nya bilang iri dengan idup gw, karna gw sangat di sayang sama orang tua gw! Lo egois Lea! LO EGOIS!! " Pekik gadis itu menumpah kan segala kekesalan di dada nya kemudian berdiri lalu berlari keluar dari rumah nya.


Menaiki motor kesayangan nya melaju dengan kecepatan di atas rata rata.


Air mata yang menggenang tak membuat gadis itu gentar untuk memelan kan kecepatan motor nya, bahkan gadis itu tampak menambah laju motor nya dengan teriakan frustasi.


Sampai nya di persimpangan jalan, tampak dari arah berlawanan sebuah mobil mewah melaju perlahan saat lampu merah sudah menunjuk kan warna hijau.


Namun Nana, air mata yang menggenang di pelupuk.mata nya membuat pandangan nya tak terlalu jelas dengan terus melajukan kecepatan nya, hinga..


BRAK!


Semua orang yang menyaksikan berteriak histeris.


Nana yang terpental jauh dan menghantam trotoar jalan, dengan tubuh bersimbah darah.


Mobil mewah itu kini menabrak tiang listrik menciptakan asap tebal yang keluar dari mesin mobil itu.


Nana melepas halem nya yang sudah tak berbentuk akibat benturan keras, darah memenuhi wajah nya.


" Tuhan, Nana belum mau mati. Nana masih ingin dengar jawaban Lea setelah dia sadar nanti, Nana masih pengen memperbaiki kesalah pahaman antara Nana sama orang tua Nana, dan untuk mobil itu " Lea menatap mobil yang menabrak tiang listrik, " Nana ingin tanggung jawab, dan membayar atas apa yang Nana lakukan, setelah Nana pulih.. Nana akan cari lo, dan membayar atas apa yang Nana lakukan, maafin Nana karna Nana lo jadi ikut celaka " Gumam Gadis itu kemudian semua nya hitam.


Flasback of.


•••

__ADS_1


__ADS_2