
" Si' siapa kamu? " Tanya gadis itu bingung sekaligus penasaran.
Nana mendongak kan kepala nya, lalu tersenyum kecil, " Lapar? " Tanya Nana bukan nya menjawab pertanyaan gadis itu justru malah balik bertanya.
Gadis itu menunduk melihat perut nya, mengusap nya pelan dan kembali mendongak, " Iya.. saya sudah dua hari tidak makan karna terus berlari dari para psycopaht itu.. Terakhir saya makan nasi bekas dari mereka itu pun di bagi oleh 5 gadis lain nya " Ucap gadis itu lirih.
Nana mengangguk paham, " Baju lo ada di atas meja kamar, mandi lah.. gw tunggu di sini dan setelah itu kita cari makan "
Gadis itu tampak kebingungan namun segan untuk banyak bertanya, akhir nya gadis itu mengangguk patuh dan kembali masuk kamar nya.
Setelah gadis itu masuk membali ke kamar nya, Nana menghela nafas, " Niat hati gak ingin ikut dunia hitam lagi, tapi takdir gw udah netapin jalan nya. Mau pinda jiwa pun, nama nya takdir tetap takdir, walau dengan cara berkali kali untuk menghindar " Gumam Nana pasrah.
Gadis yang di tolong nya itu tampak masih sangat muda, mungkin lebih muda dari nya. Kasihan sekali harus berpisah dari orang tua nya dan menghadapi bahaya seorang diri.
...
40 menit menunggu.
Gadis itu keluar dari kamar dengan baju yang sudah Nana sedia kan, bukan dres namun baju santai biasa yang tentu nya selera Nana untuk di pakai sehari hari.
Celana jens biru muda dan hoddy putih, simple dan pas di tubuh kecil gadis itu.
__ADS_1
Nana mengangguk puas, " Ayo.. Ini sudah terlalu siang untuk sarapan pagi " Ucap Nana bangkit dari duduk nya dan beranjak keluar rumah.
Gadis itu dengan patuh mengikuti semua perintah Nana, melihat motor daket dan halem yang di gunakan Nana itu persis dengan orang yang dimintai tolong oleh nya tadi.
Jadi benar orang itu ternyata perempuan? Tapi bagaimana cara nya gadis itu bisa membawa nya pergi dari segerombolan pria sangar tadi?
Dengan segala pertanyaan di benak nya, gadis itu semakin binggung.
...
Setiba nya di resto sederhana yang terletak di pinggir kota.
Nana memberikan menu kehadapan gadis kecil di depan nya, " Pesan apa pun yang lo mau, setelah ini gw akan antar lo kerumah kedua orang tua lo "
Nana menghela nafas, terdiam dan membiarkan gadis itu memesan menu makanan nya.
Setelah selesai memesan Nana menatap gadis di depan nya intens.
" Gw gak bisa bawa lo pulang kerumah untuk bantu lo.. Cuma, gw punya tawaran, setuju gak setuju itu urusan lo.. intinya kalo lo nolak, lo bisa minta tolong sama orang lain "
" Apa itu kak? Saya sangat bersyukur kalau kakak mau bantu saya, sebab saya tidak yakin ada orang yang bisa membantu saya dalam keadaan menyedih kan seperti ini " Ucap gadis itu sungguh2.
__ADS_1
" Gw kasih lo tempat tinggal, gw jamin idup lo, dari segi makanan sampe hal lain yang lu perlukan, sampe biaya sekolah lo.. Tapi dengan catatan, lo tinggal sendiri, manage uang sendiri, belajar untuk melakukan semua nya sendiri. Sama seperti hidup lo sekarang yang udah gak punya siapa siapa, jadi lo harus bisa melakukan nya sendiri " ucap Nana tegas.
Gadis itu tampak antusias, dengan semangat mengangguk kan kepala nya, " Saya sangat mau kak, kakak sangat baik sekali. Saya bersyukur bisa di tolong oleh kakak sekaligus di bantu hingga sejauh ini " Ucap gadis itu tersenyum haru.
Bibir Nana berkedut saat melihat respon gadis kecil itu yang sangat semangat, " Nama dan umur mu? "
" Kela Geanye, 15 tahun "
Nana mengangguk, " Sesuai sarat gw untuk mewajib kan lo buat mandiri. Setelah 3 tahun, gw akan biarkan lo untuk mandiri, dengan cari kerja sendiri dan mulai menghidupi diri lo sendiri. Gw rasa ijazah SMA udah cukup buat lo mandiri "
" Itu udah sangat cukup kak, terimakasih.. Semua yang kakak perintahkan dan syarat itu pasti akan saya lakukan, terimakasih kak.. Untuk tempat tinggal, apa saya akan tinggal di rumah indah tadi? " Tanya Kela memastikan.
Nana mengangguk, " Iya.. Itu rumah pribadi gw, sesekali gw akan jenguk lo.. Goodluck, ini ATM yang akan lo pake, di dalam udh ada 120 jt, gw harap lo gunakan uang itu sebaik mungkin. Besok gw daftarin lo sekolah SMP yang gak jauh dari rumah, gw akan urus persyaratan, berhubung sebentar lagi lo lulus sekolah akan lumayan sulit.. Tapi lo jangan khawatir, gw akan tangani.. Besok gw kirim motor metik buat kendaraan lo " Ucap Nana panjang lebar.
Kela sudah tidak bisa berkata kata lagi sangkin bahagia nya.
Nana melirik jam kemudian menghela nafas, " Gw otw ke sekolah.. Lo bisa naik ojek atau taksi kan? "
Kela mengangguk, " Iya kak, kakak tenang aja, hati hati di jalan kak.. Dan terimakasih untuk semua nya, saya sangat senang bertemu dengan kakak " Ucap Kela tulus.
Nana tersenyum kemudian bangkit, berjalan kekasir untuk membayar makanan yang di pesan Kela kemudian pergi dari resto itu.
__ADS_1
•••