
Setelah mengatakan kata kata yang mampu membuat mereka semua mematung, Nana langsung pergi dengan wajah datar dan dingin nya.
Kini tujuan nya hanya satu, menyendiri untuk menenangkan emosi nya. Satu fakta yang harus kalian tahu, Nana adalah sosok yang mudah tersulut emosi, namun Nana masih bisa mengontrol dan mampu bersikap marah dalam diam.
Namun kalau sudah menyangkut hal pribadi, Nana tak ingin memaaf kan, dan lebih bersikap emosional seperti ini. Nana tak suka ada yang mengatur atau mengusik hidup nya, sebab semua yang dia lakukan adalah hak nya, orang lain tak bisa ikut campur dengan masalah nya.
Nana berdiri si roftoop sekolah menatap pemandangan bangunan dari atas gedung itu. Angin sepoy sepoy mampu membuat Nana lebih tenang dan bisa lebih mengendalikan diri nya.
Namun baru beberapa menit berdiri menikmati semilir angin, Nana harus di paksa untuk sembunyi saat banyak nya suara tapakan sepatu, juga suara bentakan yang Nana yakin itu bukan guru.
Namun murid yang sedang ingin melaksanakan bullying.
Nana menghela nafas, duduk bersender di tembok belakang dinding roftoop. Sambil mengamati mereka yang saat ini sudah menyeret tubuh seorang cowok cupu.
Tunggu.
__ADS_1
Seperti nya Nana kenal dengan postur tubuh itu. Mata Nana membola, itu kekasih nya Ibnu, Nana menggeleng kan kepala nya dengan kerutan di dahi.
" Jadi bukan gw aja yang pernah bully tu anak dulu? Ternyata dia juga jadi sasaran empok cowok cowok sok gajoan itu. Ini memang tidak bisa di biarkan, tapi gw harus tau apa maksud mereka sampai mereka mau repot repot bully orang " Ucap Nana dalam hati.
Nana masih diam menyimak apa saja yang di lakukan para pria disana.
" Brengsek! Sok ganteng banget lo sampe Queen di sekolah ini lo embat! Cih! " orang 1
" Bener banget, mentang mentang Nana udah berubah, Lo manfaatin buat dapatin simpati dia. Dasar penjilat! " orang 2
" Gw pastikan lo bakal nyesel karna berbuat nekat! " bentak orang 4.
Mereka terus menendang, meninju, menampar, bahkan tak segan menyiram air yang di bawa oleh rekan mereka yang lain. Dan segaram itu yang awal nya rapih kini sudah basah dengan koyalan hasil karya pembullyan mereka.
Ibnu hanya diam wajah nya sudah basah jadi tak perlu menjatuh kan air mata buaya andalan nya ketika di bully.
__ADS_1
Nana memejamkan mata nya saat melihat pemandangan tak pantas itu, apa lagi alasan mereka lakukan itu karna diri nya. Membuat Nana emosi dan tak tahan dengan itu semua.
Nana langsung bangkit dari duduk santai nya kemudian mendekat dengan mata melotot tajam.
Serk srek..
Bunyi sepatu yang bergesekan dengan lantai yang berpasir.
Mata mereka semua langsung mengarah ke sumber suara.
Mata mereka membulat kaget saat melihat kehadiran Nana disana, mereka binggung dan bertanya tanya apa respon Nana saat tau mereka membully setelah kemaren di depan mata mereka sendiri, Nana menarik baju Cici paksa untuk menghentikan aksi bully nya.
Tapi mereka menepis segala kemungkinan itu, Nana tetap lah Nana, si ratu bully. Tentu nya mereka gak akan kena masalah kan?
" Sentuh dia, berarti kalian berurusan sama gw. Sebab gw gak suka orang asing menyentuh milik gw " ucap Nana dingin dengan tatapan tajam.
__ADS_1
•••