
Ibnu mengernyit heran, pamer? Emang diri nya pamer apa kepada gadis itu? Dan maksud Nana menuding diri nya pamer apa?
" Ibnu binggung Nana, maksud Nana apa? Ibnu kan gak pamer Nana "
Tatapan Nana masih menghunus tajam, dan wajah Ibnu yang memelas melihat wajah garang Nana.
" Lihat sekeliling sekarang " ucap nana tajam.
Ibnu langsung melirik sekeliling, terlihat banyak murid yang menatap kearah mobil nya, berbisik bisik dan ada juga yang takjub.
" Ada apa dengan mereka? " Tanya Ibnu heran.
Nana menghela nafas kesal, " Kenapa lo bawa mobil? "
Ibnu mengernyit, " Bukan nya Nana yang bilang terserah Ibnu mau pake apa buat kendaraan kita ke sekolah. Ya Ibnu bawa mobil, salah ya? " Tanya Ibnu mengernyit seperti orang bodoh, sebab di buat tak mengerti jalan fikir Nana.
" Iya gw gak larang lo bawa mobil, tapi kenapa lo bawa mobil mewah Ibnuuu...!! Lo mau pamer?? Kalo mau pamer jangan ajak ajak gw, gw gak suka pamer harta " Ucap nana sinis.
Ibnu menggaruk kepala nya gatal, " Tapi ini mobil udah yang paling biasa Nana. Ibnu gak punya mobil biasa, nanti Ibnu beli deh.. " Ucap Ibnu polos.
__ADS_1
Nana membuka mulut nya lebar lebar, " What!! Jadi ini mobil paling sederhana dari mobil mobil lo yang lain?? " Tanya Nana tak percaya.
Ibnu mengangguk jujur.
Melihat respon Ibnu seketika Nana lemas, menyenderkan badan nya di kursi mobil dengan wajah tertekan.
" Gak enak nya kalo pacaran sama sultan super rice kek gini, bisa gila gw liat barang limited edition " Gumam Nana dengan wajah miris.
Nana menghela nafas kemudian mengangguk, mencoba mengerti.
" Yaudah, ayo turun, entar telat di hukum pulak " Ucap Nana keluar dari mobil mewah berwarna silver itu.
Mata mereka semua membulat saat melihat pria cupu keluar dari mobil itu bersama Nana si princess sekolah.
Pria yang dalam sehari langsung menjadi trending topik, sebab dekat dengan Nana. Mereka menatap tak percaya, Ibnu dan Nana berangkat bareng ke sekolah.
Di lantai dua, dari jendela kelas tampak seorang pria yang mengepalkan tangan nya menatap Ibnu dengan sorot tajam penuh ketidak terimaan.
" Gak, Nana itu babu gw.. Dan selama lama nya Nana akan mengejar gw, bukan bersama cowok cupu itu! Nana milik gw! " Ucap pria itu dengan suara bass penuh kekesalan.
__ADS_1
...
Nana masuk kedalam kelas dan duduk di bangku nya dengan tenang tanpa memperdulikan sekitar.
Rara dan Cici menatap Nana tak percaya.
Tanpa ragu, dua gadis itu langsung menghampiri Nana yang sedang sibuk dengan Gatget nya.
" Na, gw denger lo berangkat sama si cupu itu lagi. Apa bener kalian lagi PDKT an? " Tanya Rara dengan wajah penasaran.
" Bener Na, lo serius aja pengen deket sama cowok cupu itu? Sejak di tolak Rizal selera lo jadi rendah ya? " Timpal Cici seketika mengejek boss nya itu.
Nana langsung menatap tajam Cici, seketika gadis itu langsung terdiam dan tertunduk tak berani mengangkat kepala nya. Tatapan Nana cukup tajam, hingga badan nya bergetar ketakutan.
Rara pun menelan ludah nya susah payah melihat tatapan tajam nana yang sangat menakut kan.
" Gw dekat sama siapa itu urusan gw dan hak gw. Lo gak ada hak buat ngatur hidup gw, masalah Rizal bangsat itu, lebih baik lo jangan bahas dia atau gw robek mulut busuk lo itu " Ucap Nana tajam.
•••
__ADS_1