
" Ah lupakan saja Tuan Muda, sepertinya saya salah mengucapkan kata, saya tidak bermaksud untuk menyinggung Tuan Muda. Saya tidak melarang Putri saya untuk menjalin hubungan, hanya saja saya seorang ayah, jadi hal yang wajar rasa takut muncul di hati saya " Ucap Regan menunduk tak berani menatap mata tajam nan dingin milik Ibnu.
Ibnu hanya diam dan mengangguk, " Paman tenang saja, saya tulus mencintai putri Paman, ya walau saya baru tau fakta bahwa gadis yang saya cintai adalah Putri satu satu nya Paman Regan. Tapi itu tidak masalah, Paman tau bagaimana posisi saya, kekuatan saya, dan pengaruh saya tentu saya tidak sesederhana itu membiarkan Putri Paman terluka. Selagi masih ada saya di samping nya, paman jangan cemas. Mulai sekarang, saya akan menjaga putri Paman, dan saya sudah menetapkan keputusan untuk segera menikahi putri paman, agar saya mudah melindungi nya " Ucap Ibnu tanpa basa basi, dan langsung ke inti.
Mendengar ucapan yang Ibnu lontar kan, Regan langsung mendongak, menatap Ibnu tak percaya. Apa maksud nya? Tuan muda nya itu akan menikahi Putri nya?
" Apa Tuan muda tidak salah? Bukan nya umur putri ku dengan anda masih sama sama muda? Kenapa harus cepat cepat? Itu akan menghambat masa depan nya " Ucap Regan, kini tampak tatapan Pria itu yang mulai tegas, saat ini yang berdiri di hadapan nya bukan boss nya namun calon menantu nya, dan posisi nya kini adalah seorang ayah.
__ADS_1
Tidak mungkin Regan masih merasa ketakutan, yang akan Pria itu nikahi adalah Nana putri kesayangan satu satu nya, dan keluarga satu satu nya.
Melihat niat Ibnu yang ingin mengambil Putri nya dalam posisi yang masih muda Regan sedikit tidak terima, masa depan Putri nya adalah yang paling utama.
Ibnu tersenyum miring, " Menurut Paman, dengan posisi saya ini, apakah putri paman masih terhambat masa depan nya? Justru dengan adanya saya, masa depan putri anda akan lebih terjamin. Masalah usia, saya tidak akan terburu buru, saya akan menunggu Nana cinta sepenuh nya dengan saya, apa bila itu sudah terjadi, baru lah saya akan menikahi nya, apa itu terlihat masalah untuk paman? " Tanya Ibnu tanpa senyuman sedikit pun.
Regan tersadar kemudian menunduk hormat, " Maaf kan saya Tuan Muda, saya paham. Oleh sebab itu saya akan membimbing putri saya untuk lebih sopan agar kedepan nya tidak membuat Tuan Muda malu " Ucap Regan pada akhir nya.
__ADS_1
Regan menyerah, kalo sudah berhadapan dengan orang yang berkuasa, apa lagi melihat tatapan Ibnu yang tidak main main membuat Regan hanya bisa pasrah dan mengakui posisi Ibnu.
Boss sekaligus calon menantu nya.
Ibnu bersandar di kursi kebesaran nya dan menatap Regan serius, " Biar lah, saya suka dengan sikap Nana yang seperti itu. Dengan begitu, tidak ada kemunafikan di dalam hubungan kami, biarlah dia mengekspresikan apa pun yang ada di hati nya. Toh orang tetap akan menunduk di hadapan nya, Paman jangan khawatir, Nana selalu di dalam pantauan saya, tidak ada yang bisa menyakiti nya " Ucap Ibnu memperjelas agar pria paruh baya itu berhenti mencemas kan putri nya.
•••
__ADS_1