Sang Antagonis

Sang Antagonis
Menjemput Nana


__ADS_3

Pagi hari nya.


Nana sedang sibuk mengikat tali sepatu nya tiba tiba suara ketukan membuat Nana terkejut dan refleks menatap pintu.


" Nona, ada temen nona di depan " ucap Bi Rita dengan senyuman penuh arti.


Nana yang melihat senyuman misterius Bi Rita tersenyum manis, " Pasti cowok kan Bi? Iya nana tau, itu memang pacar Nana " Ucap Nana terus terang.


" Owh, jadi bener.. ganteng ya pacar nya Nona, bibi sampe pangling loh.. Dikira pangeran mana yang nyasar " Ucap Bi Rita terkekeh malu.


Nana mengernyit heran, bukan nya Ibnu bergaya cupu? Kenapa Bi Rita bilang Ibnu sangat tampan?


Karna penasaran dan juga ingin cepat cepat mendapat kan jawaban di otak nya. Nana mengambil tas lalu berjalan keluar kamar.


...


Ruang tamu.


Nana menganga, saat melihat sosok tampan sedang duduk manis di kursi ruang tamu nya. Rambut yang awal nya di bentuk poni, kini tersisir rapih ke atas, putih tampan tanpa ada hiyasan kacamata tebal seperti biasanya.


Juga segaram nya tampak rapih. Menambah kedan Cool yang mendominan.

__ADS_1


" Ibnu "


Sang pemilik nama langsung melirik kemudian tersenyum, menambah kadar ketampanan nya berkali kali lipat. Entah lah, Nana bukan nya merasa senang dan bangga mendapat pacar tampan. Malah gadis itu tampak kesal.


Ibnu berdiri dan menghampiri Nana yang kini menampilkan wajah cemberut, jauh dari perkiraan Ibnu sebelum nya.


" Nana kenapa? " Tanya Ibnu heran juga bingung.


" Kemana kacamata lo? Kenapa gaya nya jadi gini? Terus kenapa dandanan lo gak cupu lagi? " Tanya Nana dengan wajah kesal, yang malah menambah kadar imut nya.


" Ibnu takut, Nana malu karna pacaran sama cowok cupu kaya Ibnu, jadi Ibnu rubah penampilan buat Nana. Biar Nana gak di hujat sama murid di sekolah " Ucap Ibnu menunduk merasa bersalah.


Ibnu yang mendengar itu tersenyum dalam hati, namun laki laki itu tetap berekspresi binggung tampak keheranan seakan akan tak mengerti.


" Jadi Ibnu harus kayak gimana Nana? " Tanya Ibnu binggung.


" Ya gaya seperti biasa nya lah.. Sini sini! " ucap Nana menarik Ibnu untuk mendekat, dan menurun kan poni poni yang awal nya sudah tertata rapih.


Berjarak sedekat ini membuat jantung Ibnu berdetak tak karuan, kepala nya pusing seketika berada di situasi mendebar kan seperti ini.


" Mana kacamata lo? " Tanya Nana menatap mata hitam Ibnu dengan intens.

__ADS_1


Ibnu menggaruk kepala nya yang tak gatal kemudian menunjuk kearah luar, " Di mobil " Ucap Ibnu gugup.


Tanpa banyak bicara, Nana langsung menarik tangan Ibnu untuk segera keluar rumah. Sesampai nya di sana Nana tertegun dengan mulut ternganga lebar.


" IBNUUUU.. " Pekik Nana langsung menatap pria tampan di sebelah nya dengan sorot tajam dan menghunus.


...


Sesampai nya di parkiran sekolah.


Nana melipat tangan nya di depan dada, dengan tatapan lurus kedepan. Ibnu melepas sabuk pengaman nya dan menoleh bingung melihat Nana yang masih tampak marah, padahal tadi malam Nana sendiri yang bilang terserah mau pake kendaraan apa untuk mereka berangkat ke sekolah.


Saat Ibnu memilih mobil Nana malah tampak kesal dan marah kepada diri nya, sebenar nya apa mau gadis cantik itu?


" Nana? Ibnu salah apa? " Tanya Ibnu binggung dan tak tau harus melakukan apa.


Nana melempar tatapan tajam kearah Ibnu.


" Gw gak nyuruh lo pamer, Ya Ibnu! "


•••

__ADS_1


__ADS_2