
Nana tengah menunggu Ibnu yang sedang mandi, sambil meminum jus jeruk nya dengan santai. Game di ponsel nya membuat Nana tidak terlalu canggung berada di rumah megah milik Ibnu, yang kini berstatus sebagai pacar nya.
Ceklek..
" Sayang.. Bibi bilang tadi kamu nyari mama? Ada apa? " Tanya seorang wanita dengan suara lembut.
Nana terkejut dan binggung saat wanita paruh baya itu melihat kearah diri nya. Mata nya tampak memicing.
" Kamu.. Kenapa ada di kamar putra saya? " Tanya wanita itu dengan suara santai, namun tampak mengintrogasi Nana.
Nana di buat bingung dan gelagapan, baru saja tadi Nana resmi berpacaran dengan Ibnu, tak lama kemudian Nana sudah bertemu dengan ibu dari pacar nya itu.
" Eee.. Itu tante, ta' tadii.. " ucap Nana binggung harus jawab apa.
" Kamu Nana ya? " Tanya Wanita pruh baya itu kini melukis senyum di bibir nya.
__ADS_1
" Eh.. Emm.. I' iya tante " Ucap Nana canggung.
Wanita paruh baya itu terkekeh kecil, " Jangan sungkan, saya Helda, ibu dari Ibnu. Kebetulan banget kamu ada di sini, apa Ibnu sudah bercerita tentang diri nya sama kamu? Oh ya, apa kalian sudah jadian? " tanya wanita paruh baya itu beruntun.
Nana di buat binggung, alhasil gadis cantik itu hanya menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
Ceklek..
" Mama.. " Panggil Ibnu yang baru keluar dari kamar mandi.
Nana di buat terpaku saat melihat dengan jelas wajah tanpa kacamata itu dan juga poni menutupi jidat nya. Nana baru sadar kalau Ibnu, laki laki culun di sekolah nya itu adalah seorang pria tampan yang bersembunyi di balik penampilan cupu nya.
" Enggak kok, mama cuma nanya aja sama Nana. Kayak nya Nana gak nyaman ya di sini? Dari tadi kayak canggung gitu " tanya Helda menatap Nana lembut.
" Eh, e' enggak tante.. Nana cuma.. Emm.. Gak biasa, iya gak biasa " ucap Nana gugup.
__ADS_1
" Ugh, pacar kamu lucu banget sih Sayang.. Mama suka deh, sering sering kesini ya nak. Jangan sungkan, Anggap aja tante ini mama kamu " Ucap Helda tersenyum manis.
Nana di buat binggung dengan posisi nya saat ini, " Apa Ibnu sebelum nya tidak pernah pacaran? Sampe mama nya sangat mendukung anak nya untuk menjalin hubungan, gw harus tanya detail sama Ibnu nanti. Harus, sebelum mama nya berharap lebih sama gw, ini udah emergensi peringatan tahap awal. Gw gak bisa ngasih harapan palsu sama orang, apa lagi emak nya sebaik ini " ucap Nana dalam hati.
Ibnu yang melihat wajah tertekan Nana menatap Mama nya kesal, mengambil kacamata yang di letak di atas meja kemudian duduk di sofa samping mama nya.
Ibnu meminum juss yang tersedia di sana, " Mah, udah.. Lain kali aja, aku baru jadian sama Nana. Aku takut Nana gak nyaman karna semua pertanyaan mama " Ucap Ibnu dengan nada santai namun memperingati dengan jelas.
" Oh ya? Syukur lah, Ternyata cinta anak mama gak bertepuk sebelah tangan, langgeng ya hubungan nya. Mama mau hubungan kalian sampe nikah " ucap Helda semangat.
Nana menghela nafas mendengar kata kata Helda, baru saja Nana mewanti wanti, kini wanita paruh baya itu sudah menaruh harapan lebih kepada diri nya.
" Ck, gimana nih. Gw belum ada perasaan apa apa lagi sama Ibnu, apa hubungan ini berjalan lama? Kalau gw tiba tiba suka sama cowok lain gimana? Agghh.. Kenapa pindah jiwa buat gw jadi sulit sih! " gumam Nana meringis frustasi.
•••
__ADS_1