Sang Antagonis

Sang Antagonis
Chat kesayangan


__ADS_3

Tepat pukul 19.00


Nana memarkirkan motor nya di pelataran halaman rumah nya, melepas halem dan menatap lurus kedepan, banyak pertanyaan - pertanyaan di benak Nana tentang Ibnu, si kaya tampan berkedok cupu.


Rasa ragu dan curiga mulai bermunculan, ya Ibnu tampak tulus, namun Ibnu terlalu misterius untuk menjadi kekasih nya.


Sistem nya dalam menjalin hubungan adalah keterbukaan, namun melihat Ibnu Nana menjadi ragu, sebab banyak sekali yang di sembunyikan laki laki itu dari nya.


Malas berfikir, Nana segera turun dari motor nya dan masuk kedalam rumah.


" Nona sudah pulang? Bibi sangat khawatir, kenapa baru pulang malam begini Nona? " Tanya Bi Rita, tampak sangat jelas raut khawatir di mata nya.


Nana tersenyum kemudian duduk di sofa, menarik Bi Rita untuk duduk juga di samping nya.


" Bibi jangan khawatir, Nana gak kenapa napa kok, tadi Nana kerumah teman nana dulu. Dan lupa kalau hari sudah malam, jadi Nana baru pulang jam segini "


Bi Rita menghela nafas lega, " Syukur lah Nona, Bibi sangat takut terjadi apa apa dengan Nona. Apa lagi Tuan tiba tiba harus keluar kota siang tadi, Bibi takut kalau terjadi apa apa dengan Nona, Bibi harus bicara dengan siapa "


Nana mengernyit heran, " Papa pergi? Kemana Bi? Kok gak ngasih tau Nana? "

__ADS_1


Gelengan kepala Bi Rita menjawab semua pertanyaan di benak Nana. Yah kini Nana tau apa alasan Regan tak memberi tahu diri nya kalau ingin pergi.


Mungkin ini sudah menjadi hal biasa, sebab Nana dulu bersikap Acuh, mau kemana pun sang papa, Nana seakan tak perduli. Yang ada di otak nya, sang papa mencari duit untuk diri nya, terserah mau kemana Regan pergi Nana tidak mau tau.


Mendapat kilasan memori itu Nana menghela nafas, banyak yang harus Nana rubah di keluarga itu. Nana tidak suka melihat kecanggungan, suasana Kaku, dan ketidak terbukaan padahal mereka adalah keluarga.


" Yasudah bibi, bibi kembali ke kamar aja ya? Nana mau ke kamar dulu " ucap Nana dengan senyum manis.


" Apa nona tidak makan? Bibi sudah buat kan makanan kesukaan Nona "


Nana terdiam, diri nya sudah makan tadi di rumah Ibnu, namun melihat perjuangan Bi Rita yang sudah repot repot masak untuk nya membuat Nana segan untuk mengatakan tidak.


Bi Rita langsung tersenyum senang, " Baik lah, Bibi siapkan di atas meja ya? "


Nana tersenyum manis dan mengangguk.


Bi Rita segera ke belakang untuk menyiapkan makanan, Nana berjalan menaiki tangga menuju kamar nya.


...

__ADS_1


Nana tersenyum menatap layar ponsel nya saat kekasih baru nya mengirim pesan yang membuat senyum manis nya mengembang.


" Nana sudah sampai rumah kan? Jangan begadang ya? Nana harus istirahat yang cukup, besok Ibnu jemput kerumah ya? Kita ke sekolah nya bareng. "


Nana menggelengkan kepala nya heran melihat Ibnu, rasanya berbeda sekali, entah karna Nana belum pernah pacaran atau bagaimana. Tapi gadis itu tampak tersipu dengan segala perhatian kecil yang di tunjuk kan Ibnu untuk nya.


" Ya, jangan khawatir, aku akan tidur tepat waktu dan istirahat yang cukup. Untuk besok pagi, aku tunggu ya? Tau rumah ku kan? "


Ting.


Buru buru Nana melihat ponsel nya kembali.


" Iya Ibnu tau rumah Nana. Nana tenang aja, Ibnu pasti akan jemput Nana tepat waktu, oh ya.. Nana mau pake motor atau mobil? "


Nana terkekeh membaca pesan Ibnu, memang orang kaya sangat berbeda.


Ada untung nya juga berpindah jiwa, Nana menjadi tau rasanya kasmaran. Dan masa masa pacaran, sangat indah dan menggelitik hati.


•••

__ADS_1


__ADS_2