Sang Antagonis

Sang Antagonis
Sifat Baru Nana


__ADS_3

Nana menghela nafas, Nana sudah tau apa yang akan terjadi kedepan nya kalau diri nya hanya diam saja.


Nana meletak makanan nya di meja tepat berada di samping nya, " Titip ya? " Ucap Nana kemudian berjalan menghampiri Cici yang siap menghajar murid itu abis abisan.


Saat Cici ingin menumpah kan juss kearah murid itu yang dia dapat kan dari meja orang. Dengan santai Nana merebut gelas itu kemudian mengembalikan kepemilik nya.


Cici menatap kaget perlakuan Nana yang tidak seperti biasa nya, kini tampak Nana yang menatap nya datar. Kemudian mengarah kan tangan nya untuk membantu murid itu berdiri.


" Berdirilah, gw bantu " ucap Nana dengan senyum kecil.


Murid itu menyambut tangan Nana yang terasa lembut dan halus, seketika wajah murid itu memerah saat bisa melihat wajah cantik Nana secara dekat.


" Na, tapi kan dia- " Ucap Cici terhenti saat Nana menatap nya tajam. Kemudian Nana kembali menatap murid itu lagi.


" Lo mau tanggung jawab kan? Kasian temen gw makanan sama minuman nya jatuh " Ucap Nana lembut.


Murid itu mengangguk cepat, " Aku akan ganti dengan yang baru, maaf Cici, maaf Nana " Ucap Murid itu menunduk merasa bersalah.


Nana tersenyum menepuk pundak Murid berkaca mata itu kemudian, memberikan uang.


" Ganti makanan Cici, pake duit itu.. Sekalian pesan buat lo juga, semua meja penuh. Lo bisa duduk di meja kita " Ucap Nana ramah.

__ADS_1


" NANA! " pekik Rara dan Cici tak terima, namun sama sekali tak menggubris.


Mengambil makanan dan minuman nya lagi, " Makasih ya " Ucap Nana melempar senyum kemudian melanjutkan jalan nya menuju meja khusus geng nya.


Tanpa dia sadari bahwa meja tempat Nana menitip makanan adalah meja si most wanted sekolah dan kekasih nya yang dulu menjadi korban bully Nana.


Tampak Rizal menatap Nana dengan rumit, bahkan Rizal menangkap tatapan gadis itu tak mengenal nya sama sekali. Sebenar nya apa yang terjadi? Kenapa semua jadi begitu rumit?


...


Di meja Nana cs.


" Pe' permisi.. Maaf ini makanan nya " Ucap Murid berkaca mata tadi meletak makanan Cici tepat di depan gadis itu, Cici menatap jijik cowok nert yang ada di samping nya, kalau saja tidak ada Nana sudah habis murid itu di bully Cici habis habisan.


Saat murid itu ingin pergi, Nana kembali memanggil, " Lo mau kemana? Semua bangku udah terisi, lo gabung aja sama kita, lo bisa duduk di samping gw " Ucap Nana menepuk tempat duduk di sebelah nya.


Murid itu tampak segan, namun tak ada tempat duduk lagi, dengan terpaksa murid itu mengangguk kemudian duduk di samping Nana, hingga degup jantung nya tak normal saat melihat dengan jelas senyum dan kecantikan Nana yang sempurna.


Kulit putih mulus, rambut terurai sepunggung, alis mata yang terukir indah tanpa perku di ukir, hidung mancung tampak mungil, mata cantik dengan bulu mata lentik alami, bibir ranum yang pink menggoda, dagu lancip dengan pipi tak terlalu berisi namun tampak sangat menggemaskan.


Sungguh kecantikan yang langka, di tambah dengan sikap nya yang lembut dan baik sekarang, membuat rasa kagum murid itu semakin menjadi jadi.

__ADS_1


Tiba tiba mata cantik itu berserubuk tatap dengan mata nya, buru buru murid itu mengalihkan tatapan nya dan mencuri curi pandang kearah Nana yang kini tersenyum kearah nya, jantung nya berdetak semakin kencang, pipi nya memerah sampai ketelinga.


Nana yang melihat itu gemes sendiri " Haha.. Lo manis juga ya " Ucap Nana tanpa sadar kemudian mengacak rambut cowok nerd itu gemes, membuat Rara dan Cici terperangah tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Begitu pun seisi kantin yang sejak tadi memperhatikan interaksi mereka.


" Wah udah gila tu Nana, setelah di tolak sama Rizal selera nya jadi anjlok. Masa suka sama nerd sih " Ucap murid berbisik bisik.


" Iya, setidak nya spek Ciko si ketua basket lah ya. Lah ini? Bisa bisa nya Nana suka sama cowok nerd, gw kek berasa gak terima gitu yah " Ucap teman nya di sebelah nya pula.


" Liat tuh, tampang Rizal waktu liat Nana suka sama cowok cupu, kok kaya kesel ya? Aneh banget.. " Ucap Murid dari meja lain.


" Bener banget, bukan nya dia sayang banget ya sama si Dewi cewek nya sekarang? Kok kesal pulak liat Nana suka sama orang, bukan nya bagus ya? Dengan itu Nana gak akan ganggu Rizal lagi " Ucap teman lain nya.


" Tapi kek nya Rizal gak terima deh, liat aja muka kesal nya. Kasian Dewi, jangan jangan selama ini Rizal cuma kasian doang sama Dewi sebab terus di bully sama Nana " Saut teman nya


" Lo bener, wah parah sih "


Dan masih banyak omongan murid di kantin yang merasa heran, tak suka, dan aja juga yang terharu dengan perubahan yang di miliki Nana.


•••

__ADS_1


__ADS_2