
Sesampai nya di sebuah kamar yang tampak luas dengan kekorasi yang dominan warna abu abu dan silver, sangat alegan dan nyaman. Nana tampak melirik ke seluruh penjuru kamar Ibnu, tak melepas rasa kagum nya sedari tadi.
Luas, tapih, wangi dan tentunya sangat nyaman.
Ibnu sedari tadi terus memperhatikan gelagat Nana yang tampak terpukau dengan kamar nya, wajah cantik nya tampak cerah dan semakin imut di mata Ibnu.
" Kamar lo bagus Ib, " ucap Nana tersenyum kemudian menghampiri Ibnu yang masih berdiri sambil menatap diri nya.
Ibnu tersenyum, " Terimakasih Nana, oh iya " Ucap Ibnu menduduk kan Nana di kursi kemudian mengambil sesuatu di laci kamar nya. Setelah menemukan benda itu, Ibnu berjalan mendekati Nana kembali, duduk di kasur tepat di hadapan Nana.
" Ini, semoga Nana suka. Sebab waktu itu aku ada dengar kalau Nana suka barang ini " ucap Ibnu tersenyum manis.
__ADS_1
Nana yang penasaran membuka kotak hitam di tangan nya, kemudian mata nya membulat kaget.
Sebuah kalung cantik berwarna putih mengkilat dengan bandul permata berwarna merah rubi. Terpampang jelas di depan mata nya.
Nana menatap Ibnu tak percaya, yah benar kata Ibnu kalau Nana suka kalung, namun kalung dengan harga fantastis ini rasanya Nana tidak cocok memakai nya.
Tampak Ibnu tersenyum manis, Nana merasa semakin tidak enak di buat nya, " Ibnu, gw tau lo pengen ngasih kalung ini buat gw, tapi.. Kek nya gw gak cocok deh pake kalung kek gini, kenapa gak di kasih ke mama lo aja? " ucap Nana hati hati.
Nana di buat gelagapan, menutup kotak itu, meletak di atas meja kemudian menangkup pipi Ibnu. Membuat laki laki itu terkejut dengan tindakan Nana yang tiba tiba.
" Gw bukan nya nolak, tapi gw merasa gak pantes aja nerima barang itu dari lo. Gw bukan temen terdekat lo apa lagi pacar lo, gw gak bisa nerima itu. Gw tau lo suka sama gw, tapi ini gak sebaik nya lo lakuin- " Ucap Nana terhenti saat Ibnu mengangkat wajah nya dan menatap Nana intens.
__ADS_1
" Kenapa? Apa aku salah memberikan barang kepada gadis yang aku cintai? Apa salah aku ingin membahagia kan gadis yang aku cintai? Apa salah aku ingin melihat senyum mu saat aku memberikan barang yang kamu suka? Aku hanya ingin kamu bahagia Nana, aku cinta sama kamu.. Bahkan aku sudah memendam cinta aku saat pertama kali kamu masuk SMA. Aku kagum sama kamu, kamu berani, cantik, hanya saja ambisi dan kesombongan mu membuat aku takut untuk mengungkapkan perasaan. Bahkan di saat kamu membully aku pun, aku tetap mencintai kamu, yang ada di otak ku hanya satu.. Selagi kamu bahagia aku akan lakukan apa pun, walau hal itu bisa merenggut nyawa ku sendiri " Ucap Ibnu dengan tatapan intens juga mata yang berkaca kaca.
Nana tertegun di tempat nya, tangan yang menangkup pipi Ibnu perlahan lahan menurun, saat tangan itu ingin terjatuh Ibnu menahan nya kembali.
" Aku cinta sama kamu Alsyena " Ucap Ibnu sekali lagi.
Nana menelan ludah nya susah payah, menatap mata Ibnu yang terlapis kacamata tebal.
" Katamu aku gak ada alasan untuk ngasih kamu barang, karna kamu bukan siapa siapa ku, sekarang aku ingin kamu menjadi seseorang disisi aku. Alsyena, kamu mau jadi pacar aku? "
Mata nana membulat dengan nafas tercekat, menatap mata di balik kacamata tebal itu.
__ADS_1
•••