
Pulang sekolah.
Nana berjalan sendirian di koridor sekolah meninggalkan kedua teman laknat nya yang entah lah suka suka mereka mau kemana. Intinya Nana saat ini ingin pulang dan segera istirahat, melihat banyak nya pandangan takut, benci dan dendam membuat Nana sedikit lelah.
Namun baru saja sampai di ambang pintu gedung sekolah nya, Nana merasakan sesak buru buru ke toilet untuk menuntaskan hajat nya. Nana mengumpat, niat nya ingin lebih cepat sampai rumah, tapi terhalang dengan panggilan alam tiba tiba.
Bug!
" Heh, cupu! Jangan sok belagu lo ya! Mentang mentang boss kita perhatian sama lu, dengan seenak jidat lo deketin boss kami, lo gak pantes! Liat aja dandanan lo yang kampungan ini, siapa sih yang suka sama lo, gak usah percaya diri. " Bentak seorang gadis dari luar toilet.
Nana yang baru selesai menuntas kan hajat nya di buat mengernyit dengan suara gaduh di luar toilet.
" Tauk lo cupu! Lo gak pantes buat boss kita, kampungan! Miskin! menyedihkan kek gini lo suka sama boss kami?! Heh, mimpi aja sana! "
Brak!
Terdengar suara bentakan dari suara yang berbeda, kemudian terdengar suara benda terjatuh.
Nana menghela nafas tampak mengenal siapa dua orang gadis yang tampak marah marah di luar sana.
" Enggak, aku gak berani Rara, Cici. Tapi aku memang suka sama Nana sudah lama sekali, bahkan jauh dari sikap baik nya yang sekarang " Ucap seorang pria dengan suara berat dengan sedikit getaran seperti ketakutan.
" Heh, dasar cupu! Bentukan elo suka sama boss kami? Cih! Eww.. Gak sudi kita berdua liat Nana sama lo! Lebih baik lo menjauh dan lupakan rasa suka lo itu, karna Nana gak akan mau sama bentukan kek elo, Nana suka cowok dengan kelas Rizal, dan Ciko si most wanted sekolah. Lo apa?? Dah cupu, dekil, miskin, jelek lagi.. Hahaha, sekali liat aja orang bakal jijik sama lo " Ucap Rara sarkas.
Pria yang di bully oleh mereka berdua hanya terdiam dan tertunduk. Rara dan Cici tersenyum puas melihat raut sedih dari pria itu.
Nana yang tak tahan sedari tadi akhir nya memutuskan untuk keluar dari toilet.
__ADS_1
Ceklek.
Nana mengulurkan tangan nya kearah Cowok cupu itu. Tanpa menghiraukan dua cewek yang kini tampak terkejut melihat nya, bahkan muka mereka kini sudah pucat pasi saat dengan santai nya Nana malah menolong cowok cupu yang mereka bully.
Melihat ada uluran tangan di depan nya, pria itu mendongak dan sama terkejut nya dengan Rara dan Cici.
" Bangun, buat apa lo duduk di lantai, buat merendah kan harga diri lo depan mereka? " Ucap Nana datar, menatap pria cupu di depan nya dengan tatapan biasa.
Pria cupu itu menggeleng kemudian menyambut tangan lembut nan halus itu. Dan berdiri dari posisi nya.
Setelah itu Nana menarik tangan Pria cupu itu keluar dari toilet, meninggal kan Rara dan Cici yang masih terkejut dan panik.
...
Parkiran.
Pria cupu itu menggeleng, " Aku pake buss ke sekolah Nana. Nana mau pulang ya? " Tanya nya dengan wajah antusias.
Nana terkekeh kecil, unik sekali cowok cupu di depan nya ini. Sepertinya tidak kapok setelah di labrak oleh dua teman bangsat nya.
" Gw tertarik sama lo, btw nama lo siapa? Kita belum kenalan sebelum nya " Ucap Nana penasaran.
" Nama ku Ibnu, Nana. " Ucap cowok cupu itu antusias kemudian mengulurkan tangan nya.
Nana terkekeh kemudian menyambut uluran tangan Ibnu, " Boleh tau nama panjang lo? "
Ibnu tampak ragu, kemudian menatap mata cantik Nana dalam, kemudian menunduk, gugup sekaligus bimbang.
__ADS_1
Nana yang melihat ekspresi ragu Ibnu heran sendiri, hanya tanya nama panjang kenapa rasanya berat? Apa nama panjang nya begitu aneh?
" Ibnu " Panggil Nana sekali lagi.
Ibnu terkejut menatap Nana kemudian menggaruk kepala nya, " Ibnu Caisar Rezoles " Ucap Ibnu ragu ragu.
Nana tampak terkejut, " Waahh.. Nama lo bagus banget, tapi kok lo ragu sih bilang nama lo sama gw? Hampir aja gw beranggapan lo gak mau bilang nama lo karna nama lo yang aneh " Ucap Nana terkekeh.
Ibnu yang mendengar dan melihat respon Nana tersenyum, untung saja Nana tidak sadar dan tidak tau dengan nama belakang yang dia gunakan.
" Yaudah ayo gw anter lo pulang, pasti badan lo masih sakit gegara temen gw, gw atas nama mereka berdua minta maaf sama lo ya? Lain kali gw kasih peringatan tegas sama kedua teman gw " Ucap Nana dengan raut bersalah.
Ibnu tersenyum, " Bukan salah Nana, aku yang dengan berani nya suk- " ucap Ibnu terhenti kemudian melirik Nana yang menaik kan sebelah alis nya penasaran dengan apa yang akan Ibnu katakan.
Ibnu menggaruk kepala nya baru sadar akan sesuatu, kalau Nana dari tadi berada di toilet, otomatis Nana sudah tau perasaan nya yang sebenar nya.
" Nana, aku boleh tanya? " Tanya Ibnu dengan tangan bergetar gugup.
" Ya, silahkan " ucap Nana masih stay di posisi nya kemudian menatap Ibnu lekat.
" Di toilet tadi, Nana dengar semua ucapan aku, tentang aku yang suk- " Ucap Ibnu tak sanggup melanjut kan kata kata nya sebab malu dan juga gugup.
Nana terkekeh, kemudian menepuk pundak Ibnu dua kali, " Lo gak perlu khawatir, perasaan suka itu wajar hadir, dan gw juga gak bisa cegah lo buat suka sama gw. Gw fan fan aja, jangan bawa fikir.. Santai aja " Ucap Nana tersenyum manis.
Ibnu tersenyum, " Ternyata Nana tidak seburuk yang ku sangka, apa boleh aku berharap dengan gadis ini? Aku sangat ingin berada di sisi nya dan menjadikan nya perempuan satu satu nya di dalam hidup ku " Gumam Ibnu dalam hati dengan raut sendu, harapan di hati nya sangat besar.
Di tambah Nana yang tidak mempermasalah kan diri nya menaruh hati, membuat Ibnu semakin berharap lebih kepada Nana.
__ADS_1
•••