Sang Antagonis

Sang Antagonis
Sifat Manja Nana


__ADS_3

Kini Nana dan Ibnu tengah berjalan keparkiran sekolah. Melihat waktu, mereka sudah lama meninggal kan jam pelajaran. Malas mengikuti pembelajaran di kelas, mereka berdua berniat untuk bolos.


Namun ada yang tidak beres, mereka tengah berada di parkiran sekolah tentu saja saat keluar mereka akan lewat gerbang. Pertanyaan nya, bagaimana mereka bisa melewati gerbang?


Melihat Ibnu yang tampak baik baik saja tanpa ada kecemasan membuat Nana memilih diam dan melihat apa yang laki laki itu lakukan.


Setiba nya di gerbang, benar saja satpam itu langsung marah dan menghadang jalan kami.


Ibnu melepas kaca mata nya dan menyugar rambut nya lagi, lalu menurun kan kaca mobil. Ibnu menatap datar satpam itu kemudian menunjuk kan gambar yang membuat satpam itu langsung meneguk ludah nya susah payah dan buru buru membuka kan pagar sekolah.


Nana kembali di buat binggung. Saat pagar sudah di buka, Nana segera melajukan mobil nya memotong jalanan kota yang ramai oleh masyarakat.


" Ibnu, apa yang lo tunjukin sama satpam tadi? Muka nya kek ketakutan " Tanya Nana penasaran.


" Cuma liatin foto pisau seakan mengancam " Jawab Ibnu jujur.


" Pisau?? Liat "


Ibnu mengambil ponsel nya kemudian memperlihat kan foto pisau yang tadi di perlihat kan nya ke Satpam.

__ADS_1


Nana mengambil ponsel Ibnu dan melihat jelas foto pisau yang tampak cantik dengan ukiran yang sangat bagus, juga sekaligus menyeram kan.


Pisau itu sangat tajam, dan berlidah tipis, kalau mengenai tangan atau kepala seseorang pasti akan mengakibatkan hal yang sangat fatal.


" Dari mana lo dapet foto pisau ini? Gw rasa di internet juga gak ada " Ucap Nana heran.


" Gak tau, gw nyalin dari hp temen " Jawab Ibnu seada nya.


Nana terdiam kemudian meletak kan ponsel Ibnu di saku mobil bagian kemudi.


" Kita mau kemana? " Tanya Nana.


" Antar kamu pulang " Jawab Ibnu santai.


" Gak mau jalan jalan dulu gitu? Gw bosan di rumah, ah ya.. gw laper nih.. Makan yok " Ucap Nana mencoba untuk membujuk Ibnu agar tak mengantar nya kerumah.


Ibnu terdiam, melirik arloji nya.


" Masih setengah sembilan, pulang lah.. Nanti sore gw jemput. Kita jalan jalan " Ucap Ibnu datar.

__ADS_1


" What!! Sore?? Kenapa gak sekarang coba? Kita akan udah terlanjur bolos Ib, ah lo mah gak seruu.. " Sungut Nana kesal.


Ibnu terkekeh geli mendengar rengekan tak terima gadis kesayangan nya itu.


" Tapi gw memang harus pergi, ada yang harus gw urus. Entar sore, gw janji bakal jemput lo untuk jalan jalan " Ucap Ibnu mencoba meyakin kan gadis cantik di samping nya itu.


Nana merengut, " Hmm.. Ya deh, tapi jam berapa? Gw gak mau terlalu sore ya? Nanti Papa marah sama gw "


Ibnu terkekeh, gemes sekali melihat kekasih nya itu. Baru kali ini Ibnu merasakan manja gadis itu.


Ternyata sangat menggemaskan, dan tentunya hal itu sangat menghibur hati Ibnu.


Rasa sayang nya untuk gadis itu terpupuk terus hingga kini Ibnu tak yakin bisa menghapus nya dengan mudah.


" Jangan gitu Na, gw bisa aja ilang kendali loh.. Muka lo gemes banget pengen gw gigit " Ucap Ibnu langsung menyampaikan isi hati nya.


" Lo kira gw bakpo apa? Main gigit gigit aja.. " Ucap Nana kesal, menggembung kan pipi nya dengan bibir terpout lucu.


Ibnu mengelus dada nya untuk sabar, Ibnu tak ingin kekasih cantik nya itu sakit hati karna perbuatan nya.

__ADS_1


Dan lagi, Ibnu tak ingin menyentuh Nana sebelum gadis itu sah menjadi milik nya.


•••


__ADS_2