Sang Antagonis

Sang Antagonis
Senyum Ceria


__ADS_3

Nana masuk kearea bermain, semua jenis permainan gadis itu coba, tak sedetik pun senyuman gadis itu luntur. Tangan lembut nya terus bergerak dengan semangat menggebu mencoba berbagai permainan, Ibnu yang sedari tadi nyimak gadis itu bermain tak sanggup melihat wajah menggemas kan gadis nya itu.


Senyum ceria, tertawa lepas dan semangat menggebu membuat Ibnu tak bisa tidak jatuh lagi dengan pesona gadis cantik itu.


" Ibnu, sini deh.. Ini seru banget tauk " Ucap Nana yang terus menekan tombol untuk menangkap ikan agar mendapat kan koin tambahan.


Ibnu ikut permainan yang di main kan Nana dan senyum nya kembali terbit, permainan itu tak buruk untuk di main kan. Kini mereka berlomba lomba untuk mendapat kan koin terbanyak.


Dan akhir nya.


" YESSS.. " pekik Nana mengambil koin yang sudah terkumpul banyak di wadah penyimpanan dengan riang.


Ibnu mendengus lelah saat melihat koin milik nya tak sebanyak milik Nana.


Nana menatap koin milik Ibnu tampak bersemangat, dengan santai nya gadis itu merampas koin milik Ibnu dan berlari untuk mencari permainan yang lebih menarik.

__ADS_1


Ibnu melongo tak percaya, namun sedetik kemudian Ibnu tersenyum, terkekeh geli sambil menggeleng kan kepala nya gemes melihat tingkah Nana yang seperti anak kecil.


3 jam mereka habis kan hanya untuk main timezone, namun seperti nya Nana tak merasa lelah sama sekali, semangat nya masih terus berkobar memilih milih permainan dengan seru nya.


Ibnu menghela nafas mulai lelah walau diri nya sangat senang melihat senyum gadis itu, namun tetap saja Ibnu merasa lelah, sedari tadi dia tak ada beristirahat, setelah selesai dengan pekerjaan nya di kantor, Ibnu langsung menjemput gadis nya untuk jalan jalan.


Dan sekarang 3 jam mereka lewat kan hanya untuk bermain timezone, ternyata Nana berbeda dengan perempuan yang dia kenal. Kesenangan nya cukup sederhana dan Ibnu sangat suka itu.


" Ibnu, kesana yuk " Ucap Nana bersemangat.


Mata Nana mengerjap lucu, otak nya loading membuat Ibnu semakin gemes.


" Kita istirahat dulu ya? Udah tiga jam loh, besok kita kesini lagi.. Sekarang kita makan dan minum dulu " Ucap ibnu.


Nana mengerucut kan bibir nya, rasa nya tak rela harus cepat cepat pergi dari zona timezone itu, namun Nana juga kasian melihat wajah lelah Ibnu yang sedari tadi mengikuti nya.

__ADS_1


Pada akhir nya Nana mengalah dan mengangguk patuh, Ibnu tersenyum dan merengkuh pinggang gadis itu dan berjalan beriringan menuju cafe terdekat.


Setelah merasa cocok, Nana membawa Ibnu masuk kedalam cafe itu, memesan beberapa menu yang akan membuat diri nya kenyang.


Tak ada rasa sungkan sama sekali melihat wajah santai Ibnu saat diri nya memesan banyak makanan, Nana merasa bebas.


Enak juga pacaran sama sultan, mau makan apa aja bebas gak perlu mikir biaya berapa yang akan di keluarkan.


" Ib, ortu lu gak marah apa belajain anak orang sebanyak ini? Timezone tadi aja udh abis 300k, terus makanan ini abis 600k lebih.. Gw di geplak kagak ya sama emak lu? " tanya Nana mikir keras.


Ibnu terkekeh geli melihat wajah Nana yang berfikir keras, " Jangan khawatir, mau kamu borong satu mall ini juga gw gak akan di marah sama siapa pun " Ucap Ibnu santai.


Nana menutup mulut nya syock, " Wow.. Ternyata elu sekaya itu " Ucap Nana manggut manggut paham.


Ibnu menggeleng melihat tingkah Nana yang biasa saja, justru saat makanan tiba gadis itu dengan santai nya melahap makanan yang tersedia tanpa repot repot mengajak diri nya makan.

__ADS_1


•••


__ADS_2