Sang Antagonis

Sang Antagonis
Sikap Asli Ibnu


__ADS_3

Deg!


Jantung Ibnu rasanya ingin loncat dari sarang nya, menatap Nana tak percaya. Dengan mudah nya gadis itu mengetahui diri nya yang asli, tanpa harus menunjuk kan.


" Lo juga, gw yakin lo bukan orang biasa. Tolong ya, kalau mau permain kan gw mending lo jauh jauh deh. Akting lo gak mempan buat gw. Oh ya Ibnu, gw gak tau tujuan lo lakuin ini, yang pasti gw gak suka. Lo bebas lakukan hal lain sesuka lo, tapi mempermain kan gw, adalah hal paling tidak gw terima " Ucap Nana tegas.


Mata nya tampak tajam dan nafas nya agak memburu, sangat jelas gadis itu menahan emosi nya mati matian.


Ibnu tak bisa berkata kata lagi, pria itu tampak diam dan menunduk.


" Ibnu gak ngerti maksud Nana " Ucap Ibnu pura pura gak tau.

__ADS_1


Nana tersenyum miring, " Masih lo lanjutin juga tu Akting? Padahal udah terbongkar, naif sekali " Ucap Nana menggeleng heran.


Ibnu terdiam.


Langsung saja Nana berdiri, " Gw gak tau motif lo apa, dan gw juga ragu kalau lo suka sama gw. Akting lo terlalu natural, tapi sayang nya itu gak mempan buat gw, lebih baik lo jauhin gw sebelum gw yang nendang lo untuk jauh jauh dari gw " Ucap Nana tegas.


Nada nya tampak sangat kesal bercampur kecewa, Nana merasa hubungan nya akan menarik. Namun melihat kebohongan seperti ini Nana mulai ragu untuk melanjutkan hubungan itu lebih lama.


Sebelum semua nya terlambat, Nana memutuskan untuk berpisah, Nana tidak ingin kebohongan lain terjadi, Nana tidak suka kebohongan. Dan itu sudah menjadi hal lumrah untuk semua orang, siapa sih yang suka dengan kebohongan??


Ibnu menahan pergelangan tangan Nana dengan kepala yang masih tertunduk, Nana menatap Ibnu kembali walau sangat jelas dari tatapan gadis itu yang sudah malas dan lelah.

__ADS_1


" Gw gak niat untuk bohongin lo Na, masalah perasaan gw, itu jujur. Bahkan gw lakukan ini demi mendapat perhatian dari lo, cara gw berbeda dari yang lain.. Ketika semua cowok akan mencoba membuat diri nya menarik dan di sukai, gw malah sebalik nya. Gw suka dengan sikap lo, gw suka tatapan lo. Tapi dengan gw menjadi tampan, apa gw bisa mendapatkan tatapan itu? Yang ada gw akan melihat tatapan palsu yang penuh minat, gw gak suka. Lebih baik gw di sukai dengan penampilan cupu gw, dari pada harus menunjuk kan diri lebih menarik di depan lo. " Ucap Ibnu.


Nana terdiam, Ibnu mulai mengangkat kepala nya menatap Nana. Melepas kacamata nya, hingga bisa terlihat jelas mata tajam Ibnu yang tegas dan penuh karismatik.


Nana sampai tertegun, tatapan yang tidak seperti sebelum nya. Tatapan ini, membuat Nana menjadi membeku dan terdiam karna ketakutan.


Perlahan Ibnu berdiri dan berdiri tepat di hadapan Nana, tinggi badan mereka yang Berbeda membuat Ibnu harus menunduk menatap gadis cantik itu.


" Lebih baik gw munafik karna menyukai seseorang, dari pada harus munafik menyembunyikan perasaan sendiri. Gw suka sama lo, karna gw benar benar serius ingin memiliki lo tanpa ada niat apa pun. Tapi kalau lo mau nganggap gw main main silahkan, tapi lo bisa nilai sendiri dari sikap dan prilaku gw " Ucap Ibnu lembut namun tegas.


Nana menahan nafas nya saat melihat tatapan berbeda dari Ibnu, dan sikap yang berbeda. Gaya bicara yang lebih tegas membuat getaran di hati nya.

__ADS_1


" Gak, gak mungkin gw mulai suka sama ni bocah " Gumam Nana dalam hati menolak keras itu semua.


•••


__ADS_2