Sang Antagonis

Sang Antagonis
Ketakutan Regan


__ADS_3

Kening Nana berkerut saat mendengar Regan memanggil Ibnu dengan sopan, bahkan tingkah nya di depan sang kekasih sangat formal dan terkesan hati hati.


Nana melirik Ibnu yang hanya diam menatap diri nya, bahkan Ibnu tampak mengabaikan keberadaan papa nya.


Nana merasa sedikit kesal, sebab Regan tetap lah papa nya melihat Ibnu hanya diam cuek bebek aja membuat Nana sedikit tidak suka dengan sikap Ibnu yang terkesan sombong.


" Pah, kenapa papa manggil Ibnu tuan muda?Apa papa kenal sama Ibnu? Dan kenapa papa sangat formal, oh ya bukan nya papa buru buru pengen ke kantor? " Pertanyaan Nana yang beruntun membuat Regan tersadar kemudian melirik jam wajah nya seketika panik.


Tatapan nya kini mengarah ke Ibnu yang masih terus menatap putri nya.


Merasa di tatap, Ibnu melirik Regan yang berada tak jauh dari nya. Kemudian mengangguk.


" Nana, gw pergi dulu. Istirahat lah, nanti Sore gw jemput " Ucap Ibnu, tanpa mendengar persetujuan Nana pria tampan itu langsung berbalik pergi.

__ADS_1


Setelah melihat Ibnu menghilang di pintu utama, Regan langsung mendekati putri nya dengan cemas.


" Sayang, bagaimana bisa kamu kenal dengan pria tadi? Kenapa sampai bisa pacaran? Apa hubungan kalian sudah lama? Oh tuhan.. Kenapa bisa seperti ini.. " Ucap Regan menghela nafas, wajah nya tampak tak tenang.


Nana heran melihat sikap papa nya, " Ada apa pah? Ibnu orang yang baik dan karna itu juga Nana terima dia buat jadi kekasih Nana, apa itu salah? " Tanya Nana binggung.


" Bukan gitu sayang, kamu boleh saya pacaran, tapi untuk setingkat Tuan Muda Ibnu.. " Ucap Regan terhenti, perkataan nya tertahan di tenggorokan, merasa tak tenang.


Nana semakin di buat heran dengan sikap papa nya hanya diam dan memperhatikan papa nya yang bersikap aneh.


Nana terdiam dengan semua pertanyaan di otak nya. Memang nya siapa Ibnu sampai Nana harus terlibat bahaya dengan menyandang posisi kekasih pria itu?


Apa segitu berpengaruh nya Ibnu? Bukan nya Ibnu masih sangat muda? Apa karna dia seorang pewaris tunggal membuat orang orang ingin menjatuh kan nya?

__ADS_1


Semakin lama Nana berfikir, kepala nya semakin pusing, melirik kembali kearah papa nya yang masih menatap diri nya serius.


" Nana gak tau kenapa, dan bahkan Nana gak ngerti apa yang Papa maksud. Tapi selama Ibnu melindungi Nana itu gak masalah, Ibnu sangat mencintai Nana, tidak mungkin Ibnu membiarkan orang yang sangat dia cintai terluka dengan mudah oleh musuh nya. Papa tenang saja " Ucap Nana mencoba netral tanpa panik atau mendesak papa nya untuk bicara sekarang.


Nana tau Papa nya itu sedang dalam keadaan genting, pria paruh baya itu harus kembali ke kantor nya saat ini juga.


Regan terdiam kemudian mengangguk, " Baik lah, kalau itu sudah keputusan kamu, kalau kamu memang sangat mengingin kan Tuan muda Ibnu Papa tidak akan melarang, selama itu membuat kamu bahagia. Baik, papa harus kembali ke kantor, jaga diri mu baik baik kalo ingin apa pun minta sama dengan Bi Rita, jangan keluar tanpa di temani oleh siapa pun, papa gak mau putri papa satu satu nya terluka " Ucap Regan panjang lebar dengan nada yang sangat tegas.


Nana tersenyum dan mengangguk. " Papa hati hati di jalan, Nana gak akan kemana mana kok, Nana nunggu Ibnu jemput Nanti sore untuk jalan jalan " Ucap Nana.


Regan mengangguk kemudian berjalan keluar dari rumah.


Nana menatap punggung papa nya datar, sebenar nya ada apa dengan Ibnu? Nana harus cari tau, dan tumpas habis rasa penasaran di benak nya saat diri nya nanti bersama Ibnu.

__ADS_1


•••


__ADS_2