Sang Antagonis

Sang Antagonis
Mulai Terungkap.


__ADS_3

Mata Nana kini beralih kearah Ibnu yang terbaring lemah dengan luka memar di wajah, lengan nya juga biru sebab pukulan dari orang orang tadi.


Nana menolong Ibnu berdiri kemudian menduduk kan nya di bangku panjang yang kebetulan ada di sana. Nana menghela nafas melihat kondisi Ibnu yang sangat memprihatin kan.


" Lo terlihat gak baik baik aja " Ucap Nana menatap Ibnu intens.


" Gak papa kok Na, Ibnu baik baik aja " Ucap Ibnu tersenyum lembut.


Nana mengernyit, menatap pria itu intens, kening nya mengerut. Melihat cara orang orang tadi membully Ibnu yang sangat brutal, seharus nya Ibnu pingsan atau sangat lemah.


Tapi melihat Ibnu yang tampak hanya meringis tanpa ada nya raut lemah membuat Nana bertanya tanya. Terbuat dari apa badan kekasih nya itu sampai sangat kebal dengan bugeman orang.


Nana yang melihat saja sudah meringis ngeri, apa lagi merasakan nya? Mungkin Nana akan di bawa kerumah sakit terdekat.


" Gw gak percaya lo baik baik aja, cuma bawaan lo yang kayak biasa aja sedikit meyakin kan gw " Ucap Nana datar.

__ADS_1


Ibnu terdiam, seketika pria itu langsung tersadar sesuatu, dan langsung menelan ludah nya susah payah.


" E' enggak kok Na, emm.. Iya sakit banget, kepala Ibnu juga pusing " Ucap Ibnu langsung saja lemas.


Nana mengernyit, seperti ada yang tidak beres dengan kekasih nya ini. Namun Nana malas berlarut larut dalam lamunan nya, langsung saja Nana duduk di samping Ibnu.


Wajah nya tampak tak khawatir sama sekali, membuat Ibnu heran dan bertanya tanya ada apa dengan gadis itu.


Nana menghela nafas berat kemudian menarik tangan Ibnu yang memar secara kasar, namun lagi lagi kening Nana mengerut saat melihat laki laki itu tak mengeluarkan ringisan nya.


Sebagai manusia normal, kalau luka memar atau semacam nya di tarik seperti tadi pasti akan membuat pekikan si pemilik tubuh, tapi berbeda dengan Ibnu. Pria itu tampak biasa saja dan menatap Nana masih dengan tatapan polos nya.


Ibnu tampak mengernyit binggung, " Maksud Nana? Ibnu kan emang manusia Na "


Nana mendengus, entah kenapa tiba tiba rasa penasaran sekaligus rasa kesal tiba tiba muncul saat melihat Ibnu.

__ADS_1


Seiring berjalan nya waktu, hanya dua hari mereka bertemu, Nana seperti melhat sifat lain dari Pria itu.


Ibnu, dia seperti memiliki sikap yang negatif, yaitu bermuka dua. Bisa di katakan pandai berakting.


" Nana kenapa tanya gitu? " Tanya Ibnu mulai cemas, namun masih mempertahan kan wajah polos nya.


Nana melirik Ibnu sekilas kemudian menatap kearah lain, Nana sangat kesal. Nana bukan gadis bodoh yang dengan mudah nya terkecoh atas tindakan orang lain. Justru Nana terkenal dengan rasa peka yang tinggi.


Hanya kejadian kecil Nana sudah bisa merasakan kejanggalan dan perlahan lahan Nana bisa memecahkan masalah itu tanpa harus repot repot mengeluarkan tenaga.


" Na.. " Panggil Ibnu lagi.


Nana mendengus, mencoba menahan rasa kesal nya, dan kini Nana mendapat kan jawaban dari keanehan kekasih nya itu.


Mulai dari wajah tampan nya, dan penampilan yang selalu di perlihat kan Ibnu ketika di sekolah.

__ADS_1


" Lo kalo bisa lawan, kenapa lo gak hajar aja mereka berempat?? Pake acara nerima serangan orang dengan suka rela, goblog! " Ucap Nana tajam, kini gadis itu tak pemutupi lagi rasa kesal nya. Dan mulai menatap kekasih nya itu tajam, penuh intimidasi.


•••


__ADS_2