
Brum brum..
Perhatian semua murid di sekolah mengarah ke sebuah motor sport yang masuk kearea sekolah, semua murid menatap takjub, merasa penasaran siapa orang di balik halem full fice itu.
Rizal yang baru saja datang tampak ikut memperhatikan motor sport yang parkir berjarak dua motor di sebelah nya.
Setelah halem itu terlepas menunjuk kan siapa pemilik motor, membuat Rizal melotot dengan mulut terbuka.
Alsyena, si ratu bully yang terkenal manja. Bahkan tak sudi menaiki motor kini tampak turun dari motor sport keluaran terbaru. Wajah yang biasanya terpoles make up berlebihan, kali ini gadis itu tampil apa adanya tanpa make up yang berlebihan.
Rizal tak percaya seorang Alsyena bisa berubah sedrastis itu, tapi yang nama nya antagonis maka tetap lah antagonis. Penampilan dan sikap pasti akan berbeda, yah.. Rizal tak.mungkin tertarik dengan wanita seperti Alsyena dengan mudah.
Sikap yang murahan dan sombong nya tak mungkin ikut berubah, kita lihat saja pasti gadis itu akan menempel lagi dengan nya.
Nana turun dari motor nya, berjalan kearah gedung sekolah nya. Di lirik nya pria tampan yang masih stay duduk di atas motor sambil menatap diri nya, Nana menatap sekilas kemudian melanjut kan jalan nya.
Semua bagi nya tak penting, niat nya bukan mencari cowok tapi memperbaiki keadaan yang sebelum nya di peran kan oleh pemilik tubuh yang asli.
...
Sesampainya di kelas XI IPA3.
Nana masuk kedalam kelas nya kemudian duduk di bangku kosong, entah bangku siapa yang dia duduki, Nana tak perduli yang penting diri nya nyaman.
Lagi pula, mau duduk di depan atau pun belakang tidak ada beda nya.
" Nanaaa.. " Pekik dua gadis dari pintu kelas.
__ADS_1
Nana yang merasa terpanggil langsung menoleh kemudian mengernyit, sebab tak kenal dengan dua gadis yang berpakaian ketat nan minim di sana.
Mereka berlarian dan memeluk tubuh Nana erat, " Aaa kita kangen banget sama lo, lo kemana aja sih 3 hari ini? Gw khawatir tauk, lo gak kenapa napa kan? " ucap Gadis bernama Rara.
" Iya, gw khawatir banget 3 hari lo kagak masuk, kita pikir lo sakit, kami hubungin tapi lo gak pernah aktif. Bahkan saat kami kerumah lo Bi Rita bilang lo gak bisa di ganggu, lo kenapa sih Na " Ucap Cici.
Nana yang binggung mau jawab apa hanya bisa terdiam dan tersenyum paksa, apa mereka teman teman Nana dulu? Kalau iya, Nana harus akui geng nya sangat mencolok, melihat cara berpakaian kami yang bebas, baju ketat dan minim membuat Nana meringis sendiri.
Sebelum sekolah Nana sudah memanjangkan rok nya, itu pun masih tampak pendek di kaki jenjang nya.
Oh ****!
Nana menghela nafas, " Duduk lah, gw lagi males ngomong " ucap Nana mencoba untuk bersikap arogan agar kedua teman nya itu tak banyak tanya.
Dan benar saja, kini dua teman nya itu tampak terdiam dan ikut duduk. Walau tampak jelas di wajah mereka, sangat binggung dengan perubahan Nana.
Trriiinggg.. Trriiinggg..
Sepanjang pelajaran Nana hanya diam memperhatikan, tak jarang Nana aktif mengajukan pertanyaan, hingga mengerjakan soal di depan dengan mudah.
Rara dan Cici terperangah melihat perubahan boss nya yang tak seperti biasa.
Bell istirahat berbunyi.
Nana menyusun buku nya di laci kemudian bangkit dari duduk nya, perut nya sudah keroncongan dan mintak di isi.
Rara dan Cici segera menyusul Nana, dan terus menempeli Nana membuat gadis itu risih sendiri.
__ADS_1
Sesampai nya di kantin, kini tampak sangat jelas bahwa dia jadi perbincangan hangat dan perhatian seluruh murid di kantin, sebab pandangan mereka semua mengarah kediri nya.
Nana bodo amat, dan memilih mengantri untuk memesan makanan, hal yang tak pernah dia lakukan sebelum nya membuat orang orang kembali terperangah.
" Boss boss. Liat deh, boss jadi perhatian murid murid, mungkin karna Boss makin cantik jadi banyak yang suka sama boss, pasti Rizal nyesel nyia nyia in lo boss " Ucap Cici tampak bangga saat boss nya menjadi pusat perhatian.
Nana hanya diam, wajah nya tampak tenang tak ada niat untuk meladeni ucapan Cici.
Setelah berada di bagian nya Nana baru buka suara, " Mau pesen apa? Sekalian aja pesen biar gak usah bolak balik " Ucap Nana.
Rara dan Cici tampak syock, mereka sangat terharu dengan kebaikan Boss nya, " Huaa makasih bos.. Kita sama in aja sama boss " acap Rara antusias sekaligus haru.
Nana mengangguk kemudian menyebutkan pesanan nya kepada ibu kantin, berjumlah 3 porsi sekaligus minuman 3 gelas dengan jenis yang sama.
Setelah pesanan nya jadi, Nana menyuruh dua teman nya membawa pesanan masing masing termasuk diri nya.
Mereka segera berjalan ketempat duduk khusus milik mereka, namun belum sampai di bangku itu seseorang menabrak tubuh Cici hingga makanan dan minuman nya terjatuh kelantai dan berserakan.
Prank..
" Aaa.. Makanan gw.. " Pekik Cici histeris kemudian menatap tajam, murid cowok berkaca mata di depan nya.
" Punya mata gak lo ha!!! Liat makanan sama minuman gw jatuh semua!! " Pekik Cici dengan amarah menggebu gebu, dengan emosi mendorong cowok cupu yang menabrak nya sampai terjatuh.
" Ayo ci! Hajar aja, hahahaha.. " ucap Rara antusias.
Nana menghela nafas, Nana sudah tau alur nya akan jadi apa.
__ADS_1
Nana meletak makanan dan minuman nya di atas meja yang ada di samping nya, " Titip bentar " Ucap Nana kemudian berjalan menghampiri Cici yang siap untuk menghajar murid yang menabrak nya.
•••