
Sesampai nya di depan rumah Nana.
Nana masih dengan wajah cemberut nya keluar dari mobil, Ibnu juga ikut keluar dari mobil.
Nana menatap Pria tampan di depan nya kesal, bibir nya masih maju lima senti dengan mata kucing nya yang tajam.
Ibnu menggaruk kepala nya, " Gw salah apa lagi Na? Udah ya? Gw pergi dulu " ucap Ibnu yang mau masuk kembali kedalam mobil.
" Anter gw kedalam, baru lo boleh pergi! " Ucap Nana penuh penekanan.
Ibnu yang ingin masuk kedalam mobil menjadi urung, dan memilih menuruti keinginan gadis itu.
Saat Nana ingin masuk, tak sengaja mata nya menatap mobil mewah berwarna hitam milik papa nya terparkir cantik tak jauh dari mobil Ibnu.
Melihat papa nya pulang Nana semakin semangat, tanpa menunggu Ibnu gadis itu langsung berlari masuk kedalam rumah nya.
Ibnu yang melihat itu mengernyit heran.
__ADS_1
" PAPA!!!! " Pekik Nana berlari seperti anak kecil kemudian memeluk Papa nya yang tengah berjalan keluar rumah dengan berkas berkas juga tas laptop di tangan nya.
Alhasil Regan, pria paruh baya itu terdiam mematung dengan tangan terangkat saat putri cantik nya tiba tiba datang dan memeluk nya.
" Nana rinduu.. " Ucap Nana sesegukan, namun air mata nya tak jauh sama sekali, apa ini yang dinamakan akting tak sempurna?
Regan terdiam, antara senang, binggung, dan kaget jadi satu.
" Nana? Kok jam segini udah pulang? Putri Papa bolos ya? " Tanya Regan saat melihat tass putri nya masih di sandang gadis cantik itu.
Regan merasa kembali berfikir keras sambil menahan kegemesan putri kecil nya.
" Pacar? Nana udah punya pacar? " Tanya Regan senang, namun sedikit tak rela juga.
" Ya papa, pacar Nana juga ikut antar nana. Pacar Nana tu orang nya sibuk pah, masak nana di antar pulang bukan nya di ajak jalan jalan. Nana kan juga pengen jalan jalan, merasakan bolos bareng sama pacar, dia itu tak peka pah " Adu Nana dengan celotehan nya yang semakin membuat wajah gadis itu terlihat menggemaskan.
Regan menggeleng kan kepala nya, sambil terkekeh geli. Regan sangat merindukan celotehan manja dari putri nya itu. Ah rasanya Regan menjadi rindu momen dulu saat istrinya masih hidup.
__ADS_1
Bertepatan dengan itu Ibnu berjalan masuk, dan mematung di tempat saat melihat pria paruh baya yang Nana peluk.
Melihat interaksi dua manusia itu membuat Ibnu semakin tegang dan tak percaya.
Regan pun mendongak kan kepala nya saat merasa ada yang memperhatikan interaksi diri nya dengan Nana.
Regan tertegun, matanya membulat. Jantung nya terasa ingin melompat dari sarang nya, wajah pria muda yang masih mengenakan seragam sekolah itu membuat Regan menelan ludah nya sudah payah.
" Sayang.. apa ini pacar kamu? " Tanya Regan memastikan, wajah nya tampak pias
Nana yang mendengar itu langsung menoleh kearah pandang Papa nya dan tersenyum, " Iya pah, Ibnu pacar Nana " Jawab gadis cantik itu jujur.
Regan tak bisa menutupi keterkejutan nya lagi, pria itu kini membungkuk hormat dengan keringat dingin membasahi kening nya.
" Maaf kan saya Tuan Muda "
•••
__ADS_1