
Esok hari nya.
Nana tengah menaiki motor nya menuju sekolah dengan kecepatan sedang sebab hari cukup pagi untuk dirinya datang kesekolah.
Namun di perempat jalan tiba tiba saja banyak orang, motor besar dan dominan pria, Nana kira ada kecelakaan lalu dengan santai nya Nana mengambil jalan tikus yang ada di jalur kanan.
Nana memasuki gang sempit yang sangat kotor, banyak sampah busuk yang sengaja di buang di gang itu. Nana mendengus kesal, dari kehidupan sebelum nya sampai sekarang sama saja, manusia seperti enggan hidup bersih dalam bermasyarakat. Alhasil seperti ini lah, banyak sampah busuk dari manusia yang tak bertanggung jawab.
Ckiiiitttt...
Nana ngerem mendadak saat tiba tiba ada gadis dengan keadaan kucek baju sobek sobek, rambut acak acakan dan wajah kotor seperti orang gila.
Nana terdiam, berfikir keras jalan keluar agar tak menjadi sasaran orang gila yang ada di depan nya, namun..
" Mas.. Mass.. Tolong saya! Tolong sayaaa!!! Hiks hiks " pekik gadis itu sesegukan dengan mata terus melihat sekeliling, tampak jelas raut panik nya.
Ups, sepertinya bukan orang gila.
Nana terdiam, masih menatap intens gadis dekil di depan nya.
__ADS_1
Nana memaklumi gadis dekil itu memanggil nya mas, sebab Nana tampak seperti laki laki, celana jens hitam, seragam putih SMA nya di tutup jaket hitam dan Halem yang menutup wajah keseluruhan di tambah rambut nya di masuk kan kedalam halem sangat mendukung gandre gadis itu yang mendadak berubah.
" MASSS.. SAYA MOHONN!! " pekik gadis itu lagi dengan tangan menangkup memohon dan menggosok kan nya dengan wajah panik luar biasa.
Nana menghela nafas karna sempat terkejut dengan suara gadis di depan nya, namun tiba tiba segerombolan pria masuk kedalam gang.
Gadis itu memekik tanpa izin melompat naik ke jok belakang, " Cepat mas!! sebelum para pria itu mendekat " Ucap gadis kucel itu menepuk keras pundak nya berkali kali.
Nana meringis, menatap tajam gadis di belakang nya lewat kaca spion yang langsung mengarah kegadis di belakang nya.
Seketika gadis itu terdiam dengan wajah panik bercampur takut.
Namun terlambat!
Ternyata dari dua sisi gang sudah di kepung oleh para pria asing, Nana menghela nafas berat, melirik kaca spion dengan mengangkat tangan nya tak berdaya.
Gadis di belakang tertegun kemudian berteriak histeris, tiba tiba memeluk Nana erat.
Nana terkejut luar biasa, matanya melebar tak percaya, belum pernah ada perempuan yang memeluk nya dengan terang terangan gini.
__ADS_1
Dan ada sesuatu yang membuat Nana canggung dan binggung harus gimana.
Namun suara bariton menyadarkan nya.
" Hey! Lepaskan gadis itu, jangan ikut campur dan pergi lah " Ucap salah satu pria dengan wajah sangar.
Nana dengan santai nya mengangguk, dan melepas tangan gadis di belakang nya yang melingkar di pinggang nya.
" Aaaa.. Tidak tidak, jangan serah kan aku sama mereka, mass tolong saya, saya mohon.. Saya gak mau mati, saya mohon! tolong saya " Ucap Gadis itu semakin mengerat kan pelukan nya.
Nana menahan nafas saat pelukan gadis itu menyendat pernafasan nya.
" Damn! Lo mau bunuh gw??!! " bentak Nana dengan suara menahan kesal.
Gadis itu terkejut di sela sela kekhawatiran nya, begitu juga dengan para pria di sana.
" Perempuan?? "
...
__ADS_1