
" Perempuan? " Lirih para pria menatap Nana tak percaya.
Nana menghela nafas, " Bawa lah ni cewek, gw males ribet " ucap Nana kesal namun suara nya tampak datar dan dingin.
Para pria disana saling tatap, kemudian menarik paksa gadis kucel yang ada di belakang Nana.
" Tidak tidak!!! Mbak, mass.. Saya mohon tolong, saya tidak mau mati, mereka ingin membunuh dan men- pfftt.. " Ucap gadis itu kemudian mulut nya di tutup oleh pria yang menarik nya paksa.
Nana terdiam, Nana sudah lama berkeliaran di dunia malam, bukan para Gangster yang sering dia temui, namun juga para mafia kejam, jadi sangat mengerti apa maksud gadis itu.
Nana hanya diam saat gadis itu di seret paksa seakan karung beras yang di bakul di pundak.
Gadis itu terus memberontak tak putus asa terus melawan, namun akhir nya hantaman keras mengarah di belakang kepala nya.
Bugh.
Seketika kesadaran gadis itu menghilang, Nana yang melihat itu semua dari kaca spion nya mendengus keras kemudian turun dari motor nya.
Tanpa membuka halem nya Nana berjalan mendekati para pria yang berjalan pergi.
Dengan santai nya Nana menepuk pundak salah satu pria dan menarik pundak pria itu paksa, dan..
Bugh!
__ADS_1
Agghh..
Pekik pria itu langsung terlempar ke dinding bangunan.
Nana dengan lincah mengayun kan kaki nya dengan cepat menghantam para pria di sana.
Dan langsung menumbang kan tiga pria.
Nana dengan gesit mengarahkan kepalan tangan dan tendangan kaki nya kearah gerombolan pria itu tepat di titik lemah mereka.
Hingga tak sampai 2 menit semua pria itu tumbang dengan memekik kesakitan.
Tersisa pria yang kini menggendong cewek kucel tadi.
Nana dengan santai mengambil kunci motor di saku celana nya dan melempar kearah pria itu, dan..
Jleb!
Para pria yang masih sadar melihat itu menganga tak percaya dan menatap ngeri. Sungguh sial sekali sampai mereka bertemu dengan orang seperti Nana.
Nana dengan santai mengambil kunci dari kening pria asing itu, dan menyeret tangan gadis kucel itu mendekati motor sport nya.
Salah satu pria yang merasa punya kesempatan mengambil pisau di saku nya kemudian melemparkan pisau itu kearah Nana.
__ADS_1
Namun nana dengan santai menangkap pisau itu dengan dua jari terkapit, dan tanpa menoleh Nana memutar balik kan pisau itu kearah pria yg punya pisau.
Dan...
Jleb!
Pisau itu menancap tepat di dada kiri pria itu bertepatan jantung nya berada.
Rekan nya yang lain yang masih sadar meneguk ludah nya kering, menatap horor Nana yang menyeret gadis yang menjadi target mereka.
Nana memasang kan tas nya ke gadis itu, dan tali tas nya di ikat keperut nya, setelah merasa erat posisi gadis di belakang nya, Nana langsung melaju pergi.
...
Kini nana tengah duduk di sofa ruang tamu sebuah rumah kecil yang berada di pinggir kota.
Rumah itu tampak asri dengan pohon pohon rindang di sekeliling nya, di sebelah barat ada danau cantik yang tampak indah, tanpa pendingin ruangan sudah terasa dingin dan menyegarkan.
Nana memain kan ponsel nya.
Tiba tiba gadis di salah satu kamar terbangun sambil memegang kepala nya, melihat sekeliling dengan binggung, gadis itu rasa ruang penyekapan tidak sebagus ini dan juga kemana gadis lain nya.
Cepat cepat gadis itu bangun dan berjalan keluar kamar, tampak lah seorang gadis cantik tengah memain kan ponsel nya dengan santai tanpa beban.
__ADS_1
" Si' siapa kamu? "
•••