
" Nona.. Nona.. " panggil Bi Rita dengan tatapan cemas.
Nana tersadar dari lamunan nya, kemudian menatap kembali pantulan nya di cermin. Hela nafas pasrah yang bisa Nana lakukan, kemudian mengambil air putih yang terdapat diatas nakas kemudian meminum nya.
" Bi, tolong bersih kan kamar Nana ya? " ucap Nana mengambil kertas yang ada di atas meja, melipat kemudian memasuk kan nya kedalam laci.
Berhubung nama pemilik tubuh tak jauh beda dengan nama nya dulu, membuat Nana tak canggung harus merubah nama panggilan nya.
Tampak wanita paruh baya itu terkejut dan syock, nona nya tak pernah mengatakan kata tolong saat berkata, namun kini dia tampak menatap sosok yang baru. Juga wajah nona nya yang dulu tampak tegas, sangat memperlihat kan jiwa antagonis nya, kini malah tampak tenang dan seksi. Tidak ada aura negatif, namun apa bila dekat lama dengan nona nya, orang akan terangsang dengan pesona nya.
" Bi " Panggil Nana sekali lagi dengan senyum manis.
Bi Rita kembali terkejut, kemudian tersenyum canggung, ada hal apa yang membuat nona sombong nya ini berubah menjadi gadis sopan dan ramah?
" B' baik nona "
Kening Bi Rita mengernyit saat melihat banyak nya obat berserakan di lantai maupun di atas kasur.
" Maaf Bi, tadi Nana gak sengaja nyenggol botol obat, jadi lah begini.. Apa bibi keberatan? " Tanya Nana sopan, dengan raut wajah tak enak.
" Ah, bu' bukan begitu nona, sa' saya akan ambil sapu dulu, pe' permisi " Ucap Bi Rita kemudian keluar dari kamar Nana.
Nana menatap lurus kedepan, menghela nafas " Lo udh ngizinin gw buat make tubuh lo, maka gw akan peran kan diri dengan posisi yang baik buat lo. Gw akan sampai kan semua kata kata lo di surat itu, setelah waktu nya tepat. Lo bisa tenang disana Nana " Gumam Nana lirih kemudian menatap setiap sudut kamar.
" Ternyata lo gadis yang feminim Na, keterbalikan dari kepribadian gw. Sayang nya gadis secantik lo harus punya sisi sombong yang tak ada obat, andai aja lo lebih baik, keinginan lo memiliki pria yang lo cinta pasti terjadi " Ucap nya sekali lagi. Kemudian mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi untuk bersih bersih.
__ADS_1
...
Malam hari nya.
Tok tok..
" Nona, waktunya makan malam. Tuan besar sudah menunggu di bawah " Ucap Bi Rita dari balik pintu kamar yang masih tertutup.
Nana yang tengah membaca novel dengan kaki menumpu di atas meja terkejut, kemudian menurun kan kaki nya. Meletak novel di atas meja kemudian berjalan keluar kamar.
Ceklek.
" Baik bi, ayo.. " Ucap Nana tersenyum, kemudian berjalan duluan.
Bi Rita tampak sangat senang dengan perubahan nona nya. Tersenyum kemudian berjalan mengikuti langkah Nana.
Regan sang papa tampak terkejut, sebab Nana tak pernah bersikap ramah pada nya. Yang dia lihat setiap hari hanya wajah dingin sang anak dan tatapan tajam, namun kini semua akan akan berubah 180°.
Ramah, sweet, murah senyum, dan tampak sedikit tomboy. Seperti ada kepribadian lain di diri anak nya.
" Pah, apa papa akan kenyang dengan menatap Nana? Ayo lah, makanan nya akan dingin nanti " Ucap Nana terkekeh kecil, tampak sangat cantik.
Regan tersadar dari lamunan nya kemudian tersenyum canggung, " Eh, i' iya nak " Ucap Regan kemudian melanjutkan acara makan nya.
Setelah makan.
__ADS_1
" Pah " panggil Nana.
" Iya sayang? " Jawab Regan dengan senyum manis, tampak senang sekali dengan perubahan putri nya.
" Apa Nana punya motor? " Tanya Nana ragu ragu.
" Tidak sayang, kamu kan gak bisa bawa motor, apa kamu lupa? " Tanya Regan heran.
Nana tampak canggung, " Emm.. Boleh gak Nana minta motor, sebenar nya Nana bisa bawa motor pah, Nana bosan pake mobil terus, jadi Nana pengen pake motor. Boleh ya pah? " Tanya Nana menunjuk kan poppy eyes nya.
Regan terkekeh melihat wajah imut putri nya, " Apa sih yang enggak buat putri kecil papa? Kamu mau motor kayak mana? Besok akan sampai sebelum kamu berangkat sekolah " Ucap Regan tanpa ragu.
Nana tersenyum antusias, " Motor besar keluaran terbaru. Emm.. Bentar pah " Ucap Nana mengambil ponsel nya kemudian menunjuk kam model motor yang dia ingin kan kepada sang papa, model motor kesayangan nya dulu, namun dengan lish dan warna yang berbeda.
Regan terkejut, " Sayang, kamu yakin? Papa gak yakin kamu bisa pake motor model gini, papa sayang tau kamu.. Gak gak, papa takut kamu kenapa napa " Ucap Regan menolak cepat.
" Ayo lah pahh.. Nana bisa pake motor ini, Nana udah belajar jauh jauh hari sama temen Nana, jadi boleh ya Pah? Plisss.. " Ucap Nana kembali menunjuk kan wajah memelas nya..
Regan menghela nafas, " Oke, tapi Nana harus janji. Nama gak boleh kenapa napa, oke? "
Nana tersenyum antusias, " Oke papa, siap laksanakan. Makasih papa " Ucap Nana kemudian memeluk sang papa erat.
Hati Regan menghangat saat melihat putri nya tampak manja dan ceria, ini yang dia nantikan. Setelah istri nya meninggal, Nana jadi sosok tak tersentuh, membuat Regan sedih, namun hari ini? Sikap gadis itu kembali seperti dulu, bahkan lebih baik dari sebelum nya.
Regan sangat bersyukur dengan itu sema.
__ADS_1
•••