Sang Primadona

Sang Primadona
chapter 1


__ADS_3

Kylie POV


Perkenalkan, namaku Kylie. Maksudku, itu nama malamku. Nama asliku Eli. Ya benar, aku seorang wanita malam. Aku bekerja sebagai pemandu lagu/lady escort di sebuah karaoke bar & lounge. Setelah bar tutup terkadang aku menerima open BO. Semua itu ku lakukan karena keadaan. Aku terpaksa seperti ini, aku sulung dari tiga bersaudara. Dan statusku saat ini adalah janda beranak satu. Saat ini akulah tulang punggung keluarga ku.


Edo nama anakku yang saat ini berusia 6 tahun. Edo anak yang istimewa, dia tidak seperti anak seusianya. Ia menderita celebral palsy yang membuatnya tidak dapat bersekolah seperti anak lain seusianya. Edo,, kuberi nama demikian karena itu adalah gabungan namaku dan nama mantan suamiku. Eli dan Doni.

__ADS_1


Doni...


Sebetulnya aku tidak ingin menyebut namanya lagi. Masa laluku sudah ku kubur dalam-dalam. Aku tak ingin membuka luka lama. Aku menikah dengan Doni di usia dini karena terlanjur berbadan dua. Mungkin karena aku hamil di usia muda makanya Edo mengalami gangguan perkembangan otak.


Ku jalani kehidupanku yang serba sulit saat itu bersama Doni. Aku bekerja sebagai buruh kasar di sebuah pabrik rumahan yang memproduksi tempe dengan upah harian. Sedangkan Doni, ia pun tak jauh berbeda denganku. Ia bekerja serabutan sebagai kuli di pasar. Betapa kehidupan kami tidak bisa mencukupi kebutuhan. Tapi aku tetap bertahan demi cinta, demi anak yang sedang ku kandung.

__ADS_1


Segera ku buka pintu kontrakan kami yang hanya sepetak itu demi untuk bisa cepat bertemu Edo. Tapi ketika pintu terbuka, apa yang ku dapati? Pemandangan mengerikan yang sulit terlupakan. Ku lihat Doni sedang berciuman mesra dengan perempuan lain di kursi butut di ruang tamu. Hancurnya hatiku, serasa sia-sia semua pengorbananku selama ini.


Aku berteriak sejadi-jadinya sehingga tetangga ramai mengerumuni kontrakan kami. Dan Edo pun terbangun dari tidurnya sambil menangis karena mendengar suara teriakanku. Mulai hari itu, aku tak pernah lagi bertemu atau sekedar mendengar berita tentang Doni. Karena hal itu pula bapakku mengalami shock hingga jatuh sakit dan meninggal dunia.


__ADS_1


Demi mengubur masa lalu yang pahit, setelah berpisah dari Doni, aku memutuskan untuk merantau ke kota seorang diri. Sementara Edo kutitipkan di rumah ibuku di kampung. Umurnya sudah setahun sewaktu ku tinggalkan. Bapakku kini sudah tiada, sedangkan adik-adikku masih bersekolah dan ibuku membutuhkan biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat itu aku belum mengetahui kalau Edo mengidap kelainan lumpuh otak.


Tanpa tujuan pasti, aku beranikan diri menginjakkan kaki di kota. Entah akan melamar kerja sebagai apa nanti, setidaknya aku bisa melupakan kenangan pahit karena rumah tangga yang gagal. Setibanya di terminal kota, aku mencari penjual minuman. Sambil duduk dan menenggak minuman gelas yang baru saja kubeli, ku pandangi setiap orang yang lalu lalang. Tanpa sengaja mataku terpaku pada sesosok wanita cantik yang mungkin usianya tidak jauh berbeda denganku. Riasan di wajahnya anggun sekali. Ingin rasanya bisa memiliki keahlian merias wajah seperti itu. Selama ini hanya tau bedak dan lipstik seadanya yang jadi andalan.


__ADS_2